Tentang

Tentang Kami

Radio Buku adalah radio tentang dunia literasi berbasis internet. Menyandarkan diri pada ikon globalisasi yang paling fantastik di awal alaf ketiga, Radio Buku ditujukan untuk generasi baru yang mencintai buku dan merayakan literasi dengan teknologi dan segenap gaya hidup yang diusungnya.

Sebagai komunitas yang terbuka pada kelompok apa pun, Radio Buku menjadi ruang persinggahan dan sekaligus perayaan dari siapa pun dan dari mana pun yang diikat oleh satu simpul: cinta pada buku.

Sebagai keluarga besar dunia perbukuan Indonesia, Radio Buku lahir pada April 2011 dari sebuah rahim bernama Yayasan Indonesia Buku. Secara hukum, yayasan ini berdiri pada April 2006 sebagai lembaga riset tentang sejarah Indonesia lewat tradisi pers dan bahasa. Memfasilitasi sejumlah sejarawan dan periset muda belajar bersama mengenali Indonesia hari demi hari. Tradisi riset itu melahirkan dua hal: arsip dan perpustakaan.

Yayasan Indonesia Buku yang didirikan Taufik Rahzen, Dipo Andy, Galam Zulkifli, Eddy Susanto, dan Muhidin M Dahlan ini memiliki perpustakaan yang dipersembahkan untuk publik. Namanya: “gelaranibuku”. Tak hanya membangun perpustakaan yang terpusat pada satu tempat di Alun-Alun Selatan Keraton Yogyakarta, “gelaranibuku” juga membangun beberapa perpustakaan seperti ini di beberapa desa di Indonesia. Sejak 2013 Radio Buku pindah ke Bale Black Box, Sewon, Bantul.

Adapun tradisi riset melahirkan beragam arsip dan kliping koran dari masa yang jauh. Arsip dan kliping tersebut disimpan dan dikelola oleh Warung Arsip. Warung ini secara perlahan-lahan mengeluarkan pelbagai jenis arsip dan kliping dari masa yang jauh untuk Booklovers.

Arsip maupun perpustakaan yang terkelola menjadi sandaran bagi Radio Buku untuk menjadikannya layak disebut “Radio Arsip Literasi”. Radio ini tak sekadar menghadirkan narasumber dan berkisah, tapi juga mengarsipkan secara berkala, teratur, dan rapi suara-suara literasi lewat Buletin Suara Buku.

Program

Dengan motto “Mendengarkan Buku”, Radio Buku ingin merayakan buku dengan cara mendengarkan (kisah)nya. “Mendengarkan buku” itulah yang dikemas dalam pelbagai program, antara lain:

Katalog Seni: Menampilkan komunitas atau bahasan karya seni dari pelbagai bidang serta bagaimana kedekatan para pengusungnya dengan bacaan.

Angkringan Buku: Dialog tentang buku atau isu dunia perbukuan tertentu. Selain menghadirkan penulis buku, juga individu atau komunitas pembaca yang membedah isi buku.

Buku Pertamaku: Menghadirkan cerita antara individu dengan keintiman atas buku. Inilah biografi suara yang mengulik kisah pribadi dan sedalam apa buku-buku mempengaruhi kehidupannya.

Komunitas: Merekam geliat komunitas-komunitas literasi. Selain merekam kisah sukses dan gagalnya, program ini juga menjadi serangkaian pendokumentasian ruang-ruang yang datang dan pergi dalam dunia perbukuan di Indonesia, seperti komunitas sastra, lembaga arsip, penerbit, perpustakaan, organisasi penulis dan pembaca, blogger buku, TBM, toko buku, dan lain-lain.

Di luar catur pilar program itu, ada program-program pendukung. Serangkaian program itu misalnya, Kanon Sastra, Leksikon Penulis, Filsafat Kaki Lima, Cerita Bersambung, Musik Indie, Jurnal Republik, Kronik Indonesia, Informasi Buku, Volunteer Radio Buku, Klub Buku, dan Klub Nonton.

Coworking & Ruang Pameran

Dalam perkembangannya, Radio Buku menempatkan diri sebagai ruang berekspresi dan bekerja masyarakat. Oleh karenanya, di Bale Black Box kini dibuka tempat coworking space dan pagelaran untuk pribadi maupun komunitas. Di sini terselenggara berbagai acara pameran karya, workshop  menulis, dan berbagai kegiatan lainnya.

Kerjasama

Radio Buku dan segenap lingkungan buku yang mengelilinginya, seperti arsip dan perpustakaan, ingin merayakan buku dengan ketakjuban yang tak sudah-sudah. Ketakjuban itu kami selalu bagi kepada Booklovers lewat media sosial.

Demikian pula sebaliknya. Ketakjuban Booklovers pada buku dan dunia literasi kami arsipkan dan kami bagi kepada publik buku yang lebih luas. Kerjasama kecintaan yang berbatas pada buku itu adalah komitmen utama kami mengapa Radio Buku ini mesti ada dan diadakan.

Jika Booklovers tertarik pada program-program dan usaha perayaan literasi yang kami galang, bisa menghubungi Kontak Radio Buku.