Tag: PKI

  • Kajian Sastra Sejarah Novel Jentera Lepas

    Kajian Sastra Sejarah Novel Jentera Lepas

    Jentera Lepas adalah cerita tentang keluarga yang memeluk PKI (Partai Komunis Indonesia), atau yang ada hubungannya dengan orang PKI, pada sekitar terjadinya peristiwa G30S/PKI. Orang PKI-nya sendiri tidak dimunculkan. Ashadi terang menyalahkan G30S/PKI. Dia terang menyalahkan aktivis komunis seperti Karsono, suami Mbakyu Sinto, dan bapak Harjito. Mungkin, novel yang dipopkan ini melewatkan banyak dimensi yang […]

  • Agam Wispi, AS Dharta, HR Bandaharo | Tiga Penyair Lekra

    Menyambut pekan awal Oktober yang biasanya membawa isu ’65’ ke panggung terkini, rubrik IQRA Tempo, 9 Oktober 2017, menurunkan laporan tiga penyair terdepan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Ketiganya, bukan hanya sekadar penyair, tapi juga penggerak kebudayaan rakyat. Dokumentasi lengkap laporan-laporan penyair Lekra Tempo dan semua puisi yang dikutip dalam laporan tersebut tersimpan di Gudang Warung Arsip.

  • #KartiniBerapi > Warisan Gerakan Kiri yang Dipadamkan

    Booklovers, tiap tahun #HariKartini dirayakan. Setiap 21 April. Mari berkicau seputar Kartini. Kultwit kali ini kami beri tajuk #KartiniBerapi > Warisan Gerakan Kiri yang Dipadamkan. Kliping disokong @warungarsip

  • Harri Purnomo, Kolektor 600 Buku Kiri

    Konsistensi Harri Purnomo mendalami literasi “sayap kiri” belum tertandingi di Indonesia. Setidaknya, dia telah mengoleksi serta “menghabiskan” lebih dari 600 “buku kiri” yang dicetak sebelum era 1965. Buku buluk koleksinya menjadi saksi sejarah para pemikir yang terlupakan. HENNY GALLA-AGUNG MARYANA, Jakarta AHAD siang (9/12), Festival Pembaca Indonesia digelar Goodreads Indonesia di Pasar Festival, Kuningan, Jakarta. […]

  • Muhidin M Dahlan | 2 Buku Putih, Satu Kesimpulan: PKI Penjahat!

    Jika ditanya buku apa yang paling berpengaruh di memori publik terkait dengan kisah di seputar gerakan pembunuhan perwira-perwira tinggi Angkatan Darat atau yang dikenal dengan “Gerakan 30 September”, maka jawabannya adalah karya Nugroho Notosusanto, Ismail Saleh, Tragedi Nasional: Percobaan Kup G 30 S/PKI di Indonesia (Jakarta: Intermasa, 1968) dan Gerakan 30 September Pemberontakan Partai Komunis […]

  • Buku G30S/PKI Kalah Laku dari Buku Anak-Anak

    SURABAYA- Peristiwa kelam pemberontakan G30S/PKI sudah berlalu 47 tahun silam. Tak ada lagi film ‘thriller documentary” G30S/PKI yang pada zaman Orde Baru lalu selalu tayang di TVRI setiap malam 30 September. Toh, ingatan akan sejarah berdarah itu masih tersimpan dalam buku-buku sejarah. Ya, meski sejak era reformasi, tidak ada lagi pelajaran tentang G30S/PKI di sekolah-sekolah, […]

  • Aku Marxis? Tidak! Aku Anak Kebudayaan Massa

    Oleh: Muhidin M Dahlan Aku Gitanyali. Ayahku komunis. Di depan rumah terpancang papan besar bertuliskan “Comite Seksi Partai Komunis Indonesia”. Novel dwilogi Blues Merbabu dan 65 ini, seperti paragraf di atas, berkisah tentang anak tokoh teras PKI di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Gitanyali—nama samaran—seperti ribuan anak-anak penggiat PKI atau mereka yang (hanya) dituduh—adalah […]

  • Perlu Payung Hukum Untuk Buka Arsip G30S/PKI

    Bandung – Membuka arsip sejarah negara ini tidak bisa begitu saja, termasuk seputar G30S/PKI. Kepala Arsip Nasional, M Asichin, menuturkan, untuk bisa membuka lagi arsip G30S/PKI itu, perlu payung hukum yang jelas. Indonesia, sampai saat ini, belum memiliki payung hukum itu. “Kan belum ada aturannya, kemudian belum ada undang-undang rahasia negara dan undang-undang keterbukaan arsip,” […]

  • Buku yang Membara

    Oleh Muhidin M Dahlan Sepanjang satu dasawarsa sejak abad alaf ini disambut dengan gegap-gempita, isu penyingkiran buku dari ruang publik begitu mengemuka. Abad yang disebut Marlyn Ferguson sebagai “The Aquarian Conspiracy” ini mengetengahkan perseteruan abadi antara api dan buku. Paling tidak ada dua jenis buku yang selalu jadi sasaran amarah itu: (1) buku-buku yang dikeluarkan […]

  • Politik Selembar Foto

    Oleh Muhidin M Dahlan Foto hitam putih yang sudah kabur dan berbintik itu nyaris ada di semua halaman buku ketika cerita sejarah sampai pada babak “Pemberontakan” Madiun 1948. Enam mayat menggelimpang dalam galian besar yang dangkal. Tambang-tambang putih masih melilit leher dan tangan di belakang. Saling mengait satu dengan lainnya. Dan sesosok algojo yang mirip […]