-->

Kronik Buku Toggle

Pembelian Hak Cipta Buku tak Selesaikan Soal

Niat pemerintah membeli hak cipta naskah buku pelajaran sebetulnya baik, namun bukan berarti sudah menyelesaikan permasalahan beban biaya buku pelajaran yang dirasakan masyarakat.>>kliping

Tentang Buku Pelajaran Bermutu

”Buku pelajaran yang berkualitas menjadi modal utama peningkatan mutu pendidikan,” kata Alan Cunningworth (1995), pakar pendidikan Inggris. Guru kurang profesional atau kurang pengalaman, asal menggunakan buku yang bermutu, akan dapat mengembangkan kegiatan belajar-mengajar yang unggul dan menarik di kelas.>>esai

Nurel Javissyarqi, Gerilya Penulis Pemberontak

Ia adalah anak muda yang gede nyali bikin penerbit sendiri, Pustaka Pujangga. Ia menerbitkan karya-karyanya meski awalnya stensilan dan dicetak terbatas: 100 sampai 200 eksemplar. Tak cukup itu, ia bergerilya memasarkannya sendiri, dengan motor butut GL-nya, menjelajah dari kota ke kota.>>tokoh

Mizan Luncurkan E-book dan Novel di Seluler

Menyiasati era digital serta konversi media, Mizan Group kini mulai merambah layanan digital, seperti e-book dan novel di telepon seluler. Salah satu buku yang sudah dijual dalam layanan e-book adalah novel laris Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Novel ini bisa diunduh melalui situs Mizan.com. Novel ini juga bisa diunduh lewat ponsel.>>kliping

Hak Cipta Penulis Buku Pelajaran Dibeli Rp 100 Juta-Rp 175 Juta Per Buku

Guna memudahkan akses pemilikan buku pelajaran bagi siswa SD-SLTA, pemerintah menantang para guru untuk mengajukan naskah buku teks pelajaran. Naskah yang dinyatakan lolos Badan Standar Nasional Pendidikan akan dibeli Depdiknas Rp 100 juta-Rp 175 juta per buku.>>kliping

Pajak Kertas Diatur dalam RUU Perbukuan

Kepala Pusat Perbukuan Sugijanto mendukung penuh usul Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) untuk menghapuskan pajak kertas. Namun, hal itu masih harus dikonsultasikan dengan Departemen Perindustrian dan Perdagangan, juga departemen terkait lainnya.>>kliping

Akankah E-Book Menggeser Buku Cetak

Harian Kompas edisi 11 Februari 2008 menurunkan dua laporan tentang posisi buku elektronik (e-book) dalam isu perbukuan kiwari. Dua laporan yang ditulis Palupi Panca Astuti ini mendedah kemungkinan-kemungkinan baru datangnya medium baru dari generasi digital. Dunia sedang berlari. Dan kita akankah hanya melihat dan tak bertindak apa-apa? Artikel “Akankah Menggeser Buku Cetak?” dan “Menyiasati Minat Baca dengan Buku-E” menyusuri beberapa kecenderungan pandangan. Dan juga sikap. (lebih…)

Sindhunata: Mistikus yang Mencintai Ibu

Sindhunata boleh disebut sebagai puncak kecerdasan berbahasa. Sastrawan kelahiran Batu, sejak awal dekade 80-an bermukim di Jogjakarta itu, memang “Man of Letters”. Penulis yang total dan setia membaktikan hidupnya bertekun di semak belukar makna huruf-huruf.>>tokoh

Presiden SBY: Baca Apa Saja!

Dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Semarang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didaulat membaca koran bersama 10 ribu siswa. SBY meminta siswa dan masyarakat umum membaca apa saja.>>kliping

Rumah Buku: Serasa Rumah Kedua

Nyamannya membaca di atas sofa sambil menikmati minuman hangat dan berbagai menu makanan dengan suasana yang tenang, mungkin takkan anda temukan di tempat bacaan manapun kecuali di Rumah Buku.>>kliping

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan