-->

Kronik Buku Toggle

Seratus Buku Sastra: Pencarian Penyair (5 dari 20)

Jika Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam sering dirujuk sebagai perwujudan elan vital dan elan mortal pada titik paling ekstrem, Dan Kematian Makin Akrab, Atheis, duka-mu abadi, Ziarah, Sajak-sajak 33, Sebuah Radio, Kumatikan, dan Gairah untuk Hidup dan Gairah untuk Mati melakukan “pendalaman” pada ruang di antara kehidupan dan kematian. >> esei

Tujuh Pertaruhan Esei

Zen RS adalah penulis esei muda yang cekatan. Lihai berdebat di koran-koran dan pelbagai ruang internet serta trampil mengurai gagasan dengan struktur kalimat yang memikat. Kini ia akan berbagi pengalaman dengan Anda. >>tips

Komik Porno Beredar di Kalangan Pelajar Mataram

Komik atau buku cerita bergambar porno beredar di kalangan pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang disewakan pengelola taman bacaan. >>berita

Seratus Buku Sastra: Riuh Di Masa Jepang (4 dari 20)

Pagar Kawat Berduri dan Pulang adalah dua karya utama yang bercorak romantisisme revolusioner. Walaupun keduanya secara emosional menggambarkan peperangan itu sebagai perang yang syah dan secara keseluruhan merupakan glorifikasi terhadap periode penuh peluru dan pembunuhan itu, namun mereka punya asumsi-asumsi ideal masing-masing. >>esei

Dikabarkan Hilang, Alquran Huruf Jawa Ditemukan

Tiga jilid Alquran huruf Jawa koleksi perpustakaan Museum Radya Pustaka Solo yang dipinjam oleh Museum Ronggowarsito dan sekarang berada di perpustakaan Masjid Jawa Tengah di Semarang, kini tengah diurus untuk dikembalikan ke Museum Radyapustaka. >>berita

Dapatkan Tempat Menulis Favoritmu

Banyak orang menganggap tempat ini mesum. Sering jadi bahan olok-olok karena menyediakan’cewek’ bispak dan sering buat short time. >>tips

Bisakah "Hidup" dengan Menulis? Bisakah Hidup "Tanpa" Menulis?

Pertama-tama, saya mengasumsikan menjadi penulis penuh waktu berarti enggan untuk hidup di ruang dan waktu tertentu (bekerja di kantor dari pukul 9 sampai 5 sore). Sering saya mendengar keluhan teman-teman (yang masih ngantor) bahwa mereka, “Tak punya waktu memadai untuk menulis.” >>tips

Bisakah “Hidup” dengan Menulis? Bisakah Hidup “Tanpa” Menulis?

Pertama-tama, saya mengasumsikan menjadi penulis penuh waktu berarti enggan untuk hidup di ruang dan waktu tertentu (bekerja di kantor dari pukul 9 sampai 5 sore). Sering saya mendengar keluhan teman-teman (yang masih ngantor) bahwa mereka, “Tak punya waktu memadai untuk menulis.” >>tips

Agenda World Book Day 2009 di Jakarta

World Book Day 2009 yang berlangsung sejak 23 April hingga 17 Mei 2009 di Jakarta memiliki agenda acara yang padat. Jika berkunjung, bisa dicatat susunan acaranya. WBD 2009 ini digerakkan oleh Forum Indonesia Membaca. >>berita

Yogya Kota Pelajar, Perpustakaannya Kurang Buku

Yogyakarta: Perpustakaan milik pemerintah kota Yogyakarta masih kekurangan banyak buku. Di perpustakaan tersebut hanya ada 8.553 judul buku, padahal idealnya 15 ribu judul. Untuk menambah koleksinya, pihak pemerintah mengadakan bulan buku pada Mei 2009.

“Dari 14.373 eksemplar buku yang ada, baru ada 8.553 judul, idealnya 15 ribu judul, setiap judul minimal 10 eksemplar,” kata Sri Sulastri, Kepala Kantor Arsip Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kota Yogyakarta saat jumpa wartawan pada program Bulan Buku Kota Yogyakarta, Kamis (23/4).

Ia menyatakan, kekurangan buku di perpustakaan karena anggaran yang kecil untuk pembelian dan penambahan koleksi buku yang diterima oleh kantor Arpusda tiap tahunnya.

Dari total anggaran Rp1,7 milliar yang diterima pada 2009, alokasi untuk pembelian koleksi buku hanya Rp200 juta. Sedangkan anggaran lainnya untuk pengembangan fisik perpustakaan dan kepentingan lainnya. Pada 2009 ini juga dianggarkan Rp 300 juta untuk pengembangan teknologi informasi.

“Perpustakaan belum dilengkapi komputer bagi pengunjung dan hot spot,” kata dia. Perpustakaan dengan bangunan lama yang unik tersebut berada di Jalan Suroto nomor 9 Kotabaru.

Menurut Syarif Tholib, ketua Ikatan Penerbit Indonesia setiap bulan di Yogyakarta ada buku senilai Rp 2,5 miliar dari 35 penerbit dicetak dan siap diedarkan. Dengan adanya bulan buku, maka bisa meningkatkan industri penerbitan buku serta biro iklan.

“Karena di Yogyakarta banyak pelajar, mahasiswa dan masyarakat pecinta buku, maka kebutuhan buku sangat tinggi,” kata Syarif.

Menurut Mulyadi Adhisupo, Ketua Ikatan Pusatakawan Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam UU nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, alokasi anggaran untuk perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi adalah lima persen dari seluruh biaya operasional sekolah dan perguruan tinggi.

“Pemerintah daerah/kota banyak yang belum melaksanakan undang-undang tersebut. Atau mungkin banyak yang tidak mengetahui aturan tersebut,” kata Adhisupo.

Bulan Buku 2009 yang akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang menggandeng sejumlah percetakan, penerbit, Taman Baca Masyarakat (TBM).

Sholeh, Koordinator Book Gathering menjelaskan pelaksanaan Bulan Buku Kota Yogyakarta 2009 akan dimulai dari 2 Mei 2009. Bertempat di Jogja Fish Market, Giwangan.

Beberapa kegiatan dan lomba dipersiapkan untuk memeriahkan kegiatan bulan buku tahun ini, seperti Parade Buku yang mengangkat tema budaya dan tradisi, lomba ibu bercerita, serta lomba menggambar yang dilaksanakan di Kantor Arpusda Kota Yogyakarta.

MUH SYAIFULLAH

*) Dikronik dari Tempointeraktif 23 April 2009

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan