-->

Kronik Buku Toggle

Kabar Resensi Buku | Minggu, 29 November 2015

Setiap Minggu, pers cetak mengeluarkan rubrik resensi buku untuk mengulas buku-buku termutakhir. Kami informasikan kabar resensi dan kabar buku lainnya di #KoranMinggu tersebut. Jika berminat mendapatkan kopi digital atas resensi tersebut, tersedia di bagian arsip kamar koran perpustakaan Gelaran Ibuku, warungarsip.co atau twitter @warungarsip. (lebih…)

Perpustakaan Daerah Kalimantan Barat Menjual Koleksinya ke Penampungan Barang Bekas

PONTIANAK — Empat oknum petugas Perpustakaan Daerah Kalimantan Barat yang menjual ribuan buku koleksi daerah ke penampungan barang bekas akan diadukan ke Kepolisian Resor Kota Pontianak. Keempat orang itu dinilai telah menyalahgunakan wewenang. Saat ini, pimpinan perpustakaan sedang mengumpulkan sejumlah bukti.

Sebelumnya, ribuan buku koleksi Perpustakaan Daerah Kalimantan Barat dijual seorang pegawai negeri sipil eselon empat dan tiga orang honorer yang bertugas di perpustakaan tersebut. Mereka membawa buku itu ke penjual dengan menggunakan mobil perpustakaan keliling. Harga jual buku tersebut Rp 700 per kilogram.

Kepala Unit Pelayanan Perpustakaan Darah Provinsi Kalimantan Barat Untad Dharmawan, Senin (23/11), menuturkan, untuk melaporkan oknum tersebut, ia sedang melengkapi bukti-bukti. (lebih…)

Sofie Dewayani | Buku Anak dan Identitas Indonesia di FBF 2015

PERHELATAN akbar Frankfurt Book Fair (FBF) sudah usai. Lampu sorot yang menerangi panggung utama tempat Indonesia tampil sebagai tamu kehormatan telah dipadamkan. Properti pertunjukan telah dikemas.

Buku-buku yang mendandani penampilan Indonesia di panggung pentas dunia itu kembali ke tempatnya semula di negeri ini. Mereka (buku-buku) meng huni sudut-sudut sunyi.

Kesempatan tampil dan menjadi pusat perhatian di ajang seperti Frankfurt Book Fair ialah kemewahan bagi bukubuku produksi dalam negeri. (lebih…)

FESTIVAL GENENG STREET ART PROJECT 2015; GEMAH RIPAH LOHJINAWI

 

POSTER INDOR

 

Geneng Street Art Project #3 mengambil tajuk GEMAH RIPAH LOHJINAWI yang pernah populer di era lalu, sebagai upaya untuk meninjau kembali mimpi, harapan, dan imajinasi warga kampung dalam melihat lingkungan hidup mereka yang ideal, kualitas hidup yang baik, dan hubungan sosial yang damai nan lestari. Street art atau ‘dinding massa’ akan digunakan sebagai payung untuk melingkupi aksi bersama antara para pelaku street art di Yogyakarta dan sekitarnya dengan warga selaku penghuni kampung. Para pelaku street art memiliki cara tersendiri dalam melihat ruang terbuka di mana warga bertemu, berkumpul, atau melintas di perkampungan. Kebiasaan dalam mengerjakan karya di kota dengan karakter urban dan industrial kembali dicoba untuk lebih jauh lagi menggali potensinya dalam berhadapan dengan kehidupan perkampungan pinggir kota dengan dinamika perubahan dan lingkungan alamnya.

(lebih…)

Kabar Resensi Buku | Minggu, 22 November 2015

Setiap Minggu, pers cetak mengeluarkan rubrik resensi buku untuk mengulas buku-buku termutakhir. Kami informasikan kabar resensi dan kabar buku lainnya di #KoranMinggu tersebut. Jika berminat mendapatkan kopi digital atas resensi tersebut, tersedia di bagian arsip kamar koran perpustakaan Gelaran Ibuku, warungarsip.co atau twitter @warungarsip. (lebih…)

Kabar Sastra | Minggu, 22 November 2015

Hari Minggu adalah hari di mana sastra Indonesia mendapatkan tempat di koran-koran Minggu. Di helai-helai koran Minggu ini kita temukan taman susastra yang terus-menerus ditulis dan diperkenalkan kepada pembaca.

Katalog informasi sastra di koran Minggu ini sekadar merekam nama dan judul, terutama #cerpen, #puisi, dan #esei. Adapun artefak tulisan yang utuh disimpan di Gudang @warungarsip. (lebih…)

24-25 November | PKKH UGM #Jogja | Inilah Jadwal Lengkap Seminar “Politik Kritik Sastra di Indonesia”

Berikut ini adalah jadwal lengkap Seminar “Politik Kritik Sastra di Indonesia” di PKKH UGM, 24-25 November 2015
Hari Pertama. Selasa, 24 November 2015

08.50 – 09.00 WIB Registrasi peserta

09.00 – 09.05 WIB Welcoming note dari MC

09.05 – 09.10 WIB Sambutan dari Manajer PKKH UGM, Aisyah Hilal

09.10 – 09.20 WIB Sambutan dari Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset, Prof. Dr. Ir. Budi Santoso Wignyosukarto, Dip.HE

09.20 – 09.50 WIB Keynote Speech: Goenawan Mohammad (lebih…)

Korrie Layun Rampan: Keteguhan Sang Penyair di Jalan Sepi dan Pesan Kepada Penerbit

Kompas

Kompas

Di laut kebar layar, silhuet gemetar

Di darat tunas tunas tumbuh, tunggul terbakar.

Bianglala, keranda diusung

Duka, bayang bayang murung (Korrie Layun Rampan, 1975)

Sajak “Usia” dari penyair Korrie Layun Rampan itu dinukil dari sajak-sajak Korrie yang dimuat di harian Kompas, Selasa, 14 Oktober 1975. Saat itu, usia Korrie 22 tahun dan karya tersebut menjadi karya pertamanya yang bisa dilacak di arsip harian Kompas.

Karya pertama di Kompas itu bernuansa sedih, yang kiranya masih relevan untuk mengawal kepergian beliau. “Duka, bayang-bayang murung” masih menggelayuti kehidupan Korrie saat membaca tulisan terakhir Korrie di Kompas pada 11 November lalu, atau delapan hari yang lalu sebelum ia berpulang. Maka, “keranda diusung” akan menyertai kepergian sang penyair itu esok hari.

Korrie, kelahiran Samarinda, 17 Agustus 1953, telah meninggalkan kita semua pada Kamis (19/11). Ia merupakan penulis, penyair, dan sastrawan yang pernah tinggal di Jakarta, tapi kemudian memilih menepi ke daerah asal yaitu di Sendawar, Kuta Barat, Kalimantan Timur.

Walaupun ia termasuk penulis produktif, dan pernah menjadi anggota DPRD, namun hidupnya hingga akhir hayatnya selalu sederhana. Jalan hidupnya pantas menjadi renungan kita saat ini, bagaimana seorang Korrie memilih untuk berjuang dari daerah, di tengah berbagai persoalan di daerah. Ia berusaha memperjuangkan haknya atas royalti buku pada penerbit yang pernah menerbitkan buku-bukunya, namun sebagian tak berhasil. (lebih…)

#LIVEBLOG | Sabtu, 14 November (Hari 2) | Borobudur Writers and Cultural Festival | Borobudur, Magelang

Jadwal #BWCF4 Hari 2, Sabtu, 14 November 2015

SEMINAR | 09.00-12.00 | Hotel Manohara, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah

Sesi Pertama
Dr Danny Hilman Natawidjaja, “Piramida Gunung Padang”
Lutfi Yondri, “Gunung Padang: Arkeologi dan Kandungan Nilai Budayanya”
Dr Sutikno Bronto, “Gunung Padang dan Sekitarnya Dipandang secara Geologis”
Moderator: Agus Aris Munandar

Sesi Kedua, 13.00-16.00
Hadi Sidomulyo, “Eksplorasi Gunung Penanggungan, Pusat Rohani Masa Akhir Majapahit”
Prof. Dr Ayu Sutarto, “Orang Tengger dan Gunung”
Dr Hawe Setiawan, “Gunung-gunung di Jawa Barat dan Mitologi di Tatar Pasundan”
M Sudibyo, “Ledakan Gunung Krakatau-Merapi dan Sastra & Sosial”
Moderator: Dr G Budi Subanar

FILM | Ruang Audio Visual, Hotel Manohara, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah

10.00-11.00 | Pemutaran Film “200 Tahun Restorasi Candi Borobudur”
13.00-14.00 | Pemutaran Film Dokumenter Gunung Tambora

PENUTUPAN | 19.00-23.00 | Pelataran Borobudur, Magelang, Jawa Tengah

Penyerahan Sanghyang Kamahayanikan Award, Hadi Sidomulyo (Nigel Bullough)
Pentas Seni: Low Budget Institute

#LiveBlog | 13 November (Hari 1) | Borobudur Writers and Cultural Festival | Borobudur, Magelang

Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) adalah sebuah festival tahunan yang diselenggarakan oleh Samana Foundation. Tahun 2015 adalah tahun keempat pelaksanaannya dengan mengambil tema sentral: “Gunung, Bencana, dan Mitos di Nusantara”. Menurut Direktur BWCF Yoke Darmawan, gunung pernah dan sebagian masih menjadi pusat dari kebudayaan masyarakat di Indonesia. Dengan adanya pemahaman relasi gunung dan manusia di Indonesia, secara langsung juga memahami hakikat dari kebudayaan di Nusantara.

Nah, Anda bisa mengikuti serunya forum-forum BWCF di Hari 1 dengan mengikuti #LiveBlog bersama Radio Buku. Radio kece kebanggaanmu ini sejak BWCF ke-2 menjadi media partner yang mendukung dan menyiarkan LIVE Streaming secara penuh semua prosesi diskusi. Suara-suara pembicara sejak seminar besar “Maritim” (2013) dan “Ratu Adil” diarsipkan Radio Buku secara rapi dan kece. Hehehe.

Sambil menikmati keanggunan puncak Borobudur dari jarak 14 tombak, kami menemani harimu yang bahagia dan teduh untuk menyesapi gizi pikiran bersama para pembicara yang kompeten tentang dunia gunung dan segala kehidupannya.

Jadwal #BWCF4 Hari 1, Jumat, 13 November 2015

SEMINAR | 10.00-13.00 | Hotel Manohara, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah

Drs I Made Geria (arkeolog), “Ledakan Gunung Tambora dan Terkuburnya Tiga Kerajaan”
Dr Indyo Pratomo (geolog), “Kawah Raksasa (Kaldera) Toba, Mula-Jadi, Dampak Erupsi, dan Keistimewaannya”
Sugeng Riyanto (arkeolog), “Peradaban yang Terkubur di Situs Liyangan, Jawa Tengah”

FILM | 10.00-12.00 | Ruang Audio Visual, Hotel Manohara, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
Pemutaran Film “Mbulan-mbulan Gedhe” karya Harisinthu

TRIP | 18.30-21.30 | Panggung Gunung Sumbing, Magelang, Jawa Tengah
Pembaca puisi: Eka Budianta, Gunawan Maryanto, Joko Pinurbo
Penampil Pertunjukan: Komunitas Lima Gunung

 

 

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan