-->

Kronik Buku Toggle

12-14 Nov | Borobudur Writers & Cultural Festival 2015 | Yogyakarta – Magelang

BOROBUDUR WRITERS & CULTURAL FESTIVAL 2015

Gunung, Bencana, dan Mitos di Nusantara

Yogyakarta – Magelang, Kamis-Sabtu, 12-14 November 2015

Unduh jadwal acaranya di sini

Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) adalah sebuah festival tahunan yang diselenggarakan oleh Samana Foundation. Festival ini merupakan wahana berupa forum pertemuan bagi para penulis dan pekerja kreatif serta aktivis budaya pada umumnya dalam kerangka dialog lintas batas dan pemahaman interkultural yang berbasis pada pengembangan dan perluasan pengetahuan atas berbagai khazanah sehingga para kreator budaya maupun masyarakat yang hidup dalam budaya-budaya tersebut dapat memanfaatkan segala khazanah yang ada sesuai dengan kebutuhan aktualnya. (lebih…)

Suyadi | Pak Raden, Memori Abadi Generasi “Ini Budi” | Jakarta

Siapa pun yang mengenyam pendidikan sekolah dasar pada periode 1975-1990 pasti ingat gambar-gambar ilustrasi buku pelajaran bahasa Indonesia yang sangat legendaris dengan tokoh-tokoh di dalamnya, seperti Budi, Wati, Ibu Budi, atau Bapak Budi. Pencipta gambar-gambar tersebut ternyata adalah almarhum Suyadi (82), pengisi suara sosok Pak Raden dalam serial Si Unyil yang sangat terkenal pada tahun 1980-1991.

Dua sketsa hitam putih buatan Suyadi pada 1973 dan 1974 terpampang dalam situs web http://pakraden.org/. Sketsa pertama bergambar tiga anak belajar ditemani tiga kelinci dan burung kakatua. Sketsa kedua bergambar tiga anak berpakaian seragam yang siap berangkat sekolah. Keduanya merupakan sampul buku Bahasa Indonesia: Belajar Membaca dan Menulis 2a serta Bahasa Indonesia Bacaan Jilid 4a milik Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (lebih…)

Komunitas | Perputakaan LKiS (Tri Noviana) | Bantul

Tri Noviana, sendirian mengelola Perpustakaan LKiS sejak Juni 2012. Perpustakaan LKiS berdiri sejak 3 September 1993 di Gambiran UH V No 4. Sejak 2002 pindah di Sorowajan Baru, Jl Pura I/01 Yogyakarta. Koleksinya cukup beragam, mulai dari isu gender, Islam, media, budaya, hingga kitab kuning koleksi dari Timur Tengah. Selain itu, perpus ini juga memiliki program “Perpus Desa”, yakni mendirikan perpus dan berbagi buku kepada masyarakat desa. (lebih…)

Inilah Pengumuman Lomba Cipta Puisi “Di Bawah Payung Hitam” Proyek Seni Indonesia Berkabung

YOGYAKARTA — Di laman Fanpage Facebook Proyek Seni Indonesia Berkabung diumumkan hasil akhir lomba cipta puisi  bertajuk “Di Bawah Payung Hitam”. Menurut panitia, sampai pada batas pengiriman karya (30 September 2015) mereka telah menerima 1441 buah puisi yang dikirimkan oleh 313 peserta.

Bagi panitia dan dewan juri yang terdiri dari Prof. Dr. Faruk HT,  Joko Pinurbo, dan Gunawan Maryanto, jumlah jumlah keikutsertaan itu sangat menggembirakan dan menunjukkan bahwa lomba merupakan bagian dari sebuah gerakan bersama untuk membaca dan mengkritisi situasi Indonesia terkini mampu menarik keterlibatan banyak penyair dan masyarakat umum dari berbagai wilayah di Indonesia.

Setelah bekerja untuk membaca dan memilih puisi-puisi tersebut tim juri Lomba Cipta Puisi “Di Bawah Payung Hitam” memutuskan: 39 Puisi Pilihan Kumpulan Puisi “Di Bawah Payung Hitam”.

“Kami menganggap bahwa 39 puisi terpilih ini layak untuk dimasukkan ke dalam kumpulan tersebut. Dengan berat hati kami tidak bisa memenuhi jumlah yang telah ditetapkan oleh panitia yaitu sejumlah 70 puisi,” jelas Dewan Juri.

Puisi Pilihan Di Bawah Payung Hitam adalah sebagai berikut: (lebih…)

Katalog Seni – Kelompok Kesini@n / Teguh Paino (Kulon Progo, Yogyakarta)

Kesinian - Kulonprogo - CopyKelompok Kesini@n yang berasal dari Desa Giripeni-Kulon Progo adalah satu dari tiga komunitas yang mengikuti Equator Festival Biennale Jogja XIII.

1 Komunitas Kesini@n berasal dari Giripeni, Kulon Progo, Yogyakarta. Anggota kelompok ini sekira 10 perupa.

2 Ketua Komunitas Kesini@an adalah Teguh Paino, SSi. Kesini@an terbentuk karena kepedulian terhadap dunia seni rupa di Kulon Progo pada 2009. Kulon Progo selama ini perkembangan seni rupanya belum terbaca dalam peta seni di Yogyakarta. Sebelum bernama Kesini@an, anggota kelompok ini tergabung dalam Sanggar Perupa Beda Gaya.

3 Kesini@an itu bagi Teguh Paino artinya eksistensi bahwa mereka sebagai perupa itu ada. Seni rupa Kulon Progo itu ada. Pada 2009 Kesini@an mengadakan pameran di Wates, dengan tema “Wajah-Wajah 2009”. Pameran itu menandai berdirinya kelompok Kesini@an. (lebih…)

Kesepian di Perpustakaan DPR RI

JAKARTA — Pada 26 Oktober 2015, Harian Umum Media Indonesia menyoroti dua halaman utama kehidupan di Perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta.

Di salah satu artikel di koran itu dilansir data jumlah koleksi di perpustakaan itu mencapai 25.060 yang mencakup 15.078 buku, 1.271 peraturan dan undang-undang, dan 962 referensi. Bahkan ada pula skripsi, tesis, dan disertasi, yang jumlahnya mencapai 133 jilid, serta jurnal sebanyak 73 buah. (lebih…)

Muhidin M Dahlan | Infrastruktur Buku setelah Buchmesse

Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di Harmonie Hall Congress Center Messe Frankfurt memukau ribuan hadirin yang menyaksikan pembukaan Frankfuter Buchmesse, 13 Oktober silam. Menteri Baswedan memampatkan sedemikian rupa wacana penghormatan pada keragaman dan politik bahasa sebagai instrumen mempersatukan bangsa. Indonesia mampu keluar dari momok kebinasaan dan menjadikan keragaman sebagai kekuatan karena “Bahasa Indonesia” diciptakan 27 tahun mendahului terciptanya negara-bangsa. (lebih…)

Inilah Pernyataan Resmi UWRF Terkait Pembatalan Program Terkait “65”

Dalam situs resmi Ubud Writers & Readers Festival, ubudwritersfestival.com, tertanggal 23 Oktober 2015, mengumumkan secara resmi pembatalan beberapa programnya terkait dengan tema “1965”. Berikut adalah isi pernyataannya:

Pada hari ini, Jumat tanggal 23 Oktober 2015, dengan berat hati Ubud Writers & Readers Festival secara resmi mengumumkan beberapa sesi yang dibatalkan. (lebih…)

Linda Christanty di Pekan Raya Buku Frankfurt: Ketegangan Baru di Aceh

FRANKFURT — Perdamaian tahun 2015 di Aceh bukan hal yang diinginkan masyarakat Aceh, tapi perdamaian yang diberikan pemerintah Jakarta untuk meredam gejolak puluhan tahun perang. Pemberian itu berbentuk syariat Islam.

Demikian potongan pendapat Linda Christanty di Paviliun Indonesia, Pekan Raya Buku Frankfurt, siang waktu setempat (16/10).

“Syariat Islam di Aceh itu membangun ketegangan baru di tengah masyarakat. Yang berjalan berduaan yang bukan muhrim ditangkap dan dihukum. Laki-laki yang tidak salat Jumat dikejar. Bahkan ada sekelompok orang yang memperkosa perempuan yang dituduh melanggar syariat Islam. Pemerkosa lolos hukuman syariat, si perempuan yang menerima dua hukuman,” kata penulis buku “Dari Jawa Menuju Atjeh” ini. (lebih…)

Ayu Utami dan Lily Yulianti Farid di Pekan Raya Buku Frankfurt: Dari Semar hingga Bissu

P1060495 - CopyFRANKFURT — Isu seks, tradisi, dan agama menjadi topik pembahasan Ayu Utami dan Lily Yulianti Farid di Paviliun Indonesia di Pekan Raya Buku Frankfurt (15/10).

Dua penulis sastra ini berangkat dari akar kebudayaan berbeda. Ayu Utami lahir di Jawa dan besar di kota metropolitan Jakarta. Sementara Lily Yulianti tumbuh bersama budaya bugis di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dari budaya Jawa, Ayu menemukan sosok Semar yang menurutnya “beyond”. Gendernya laki-laki tapi memiliki payudara. Dari situ kemudian Ayu memahami kode-kode budaya yang maju melihat motif dan kcenderungan seksualitas yang tidak tunggal.

“Pandangan tunggal melihat seksual berdampak pada demonisasi perempuan. Semakin misterius seks, semakin dikontrol oleh kekuasaan,” kata pengarang buku Saman ini. Buku ini hak ciptanya telah dibeli penerbit dalam bahasa Belanda, Inggris, Italia, Perancis, Ceko, Jerman, Korea, dan Ethiopia. (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan