-->

Kronik Buku Toggle

Muhammad Fauzi | Pustaka Sang Penjual Jamu | Sidoarjo, Jawa Timur

Di antara semua tukang jamu yang berkeliling menjajakan dagangannya, mungkin hanya Muhammad Fauzi yang menyediakan ”menu jamu” komplet. Ia menjual bermacam jamu untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus menawarkan buku untuk menyegarkan pikiran.

Muhammad Fauzi (34) atau yang akrab dipanggil Fauzi Baim bisa ditemui hampir setiap pagi di Jalan Gatot Subroto, Desa Karangbong, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Senin (14/11) pagi itu, ia mangkal di depan sebuah pabrik pengolahan udang untuk menunggu para buruh yang menjadi pelanggan setianya. Mereka biasa membeli jamu beras kencur, kunyit asam, sinom, dan pinang yang dijual Rp 2.500 per gelas. (lebih…)

Gubuk Baca Gang Tato | Jabung, Malang, Jawa Timur

Buruh tani, pengamen, sopir, dan kuli, membangun gubuk baca. Mereka, kaum muda Gang Tato, ingin menggeser ruang yang selama ini digunakan warga untuk bermabuk-mabukan. Tujuannya satu, ingin memutus mata rantai kemiskinan dan stigma negatif yang sudah mengungkung kampung itu selama empat generasi. (lebih…)

Harya Suraminata “Hasmi” | Komikus Gundala Putera Petir | Yogyakarta

Harya Suraminata atau Hasmi (69), komikus dan dramawan asal Yogyakarta, meninggal dunia, Minggu (6/11), pukul 12.30, di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta. Kepergian penulis komik serial Gundala Putra Petir ini meninggalkan mata rantai sejarah tentang sastra komik di Indonesia. Sebagaimana dikabarkan Harian Kompas, Hasmi meninggal setelah menjalani operasi gangguan usus dan beberapa hari dirawat. Pemakaman pria kelahiran Yogyakarta, 25 Desember 1946, ini dilangsungkan pada hari Senin (7/11), di makam seniman Imogiri, DI Yogyakarta. (lebih…)

Taman Baca | Taman OI, Ciputat Tangerang Selatan

Setiap hari, di tengah hiruk-pikuk kolong jalan layang di depan Pasar Ciputat yang senantiasa macet itu, beberapa petugas kebersihan terlihat beristirahat di pos bertuliskan “Taman Baca”. Ada yang tidur di bangku panjang, di bawah rak-rak buku yang digantung di atasnya. Ada juga yang duduk di taman, membersihkan pos, atau membersihkan area itu dari sampah. (lebih…)

Di Era Gawai Ini Keluarga Berperan Pacu Minat Baca Anak

JAKARTA: Di tengah kegandrungan akan gawai, minat baca pada anak tetap dapat diupayakan. Sejumlah kalangan membuktikannya. Kuncinya, menyediakan bahan-bahan bacaan yang mudah dijangkau dan sesuai dengan minat anak-anak. Ketua Umum Yayasan Gemar Membaca Buku Indonesia Firdaus Oemar, sebagaimana dikabarkan Harian Kompas 27 Desember 2016, menuturkan, dua tahun belakangan yayasan ini mengadakan uji coba di dua desa (jorong) di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Konsepnya mendorong keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak dapat mengembangkan kebiasaan membaca. (lebih…)

Sosialisasi Perpustakaan “Al Qolam” ala Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah 1 Yogyakarta

YOGYAKARTA: Sebagai upaya membangkitkan budaya literasi, Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah 1 Yogyakarta menggelar Sosialisasi Perpustakaan “Al Qolam” dan Pelatihan Minat Baca kepada seluruh civitas madrasah, Rabu (4/1). Sebagai narasumber Dr Hj Sri Rohyanti Zulaikha SAg SIP MSi, dosen Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (lebih…)

Masyarakat Diimbau Serahkan Buku Jokowi Undercover ke Polisi

Polri mengimbau masyarakat yang terlanjur memiliki buku Jokowi Undercover menyerahkan karya Bambang Tri Mulyono tersebut kepada aparat. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan buku itu bakal dikumpulkan sebagai barang bukti. (lebih…)

Radya Pustaka Tarik 20 Naskah Kuno

Sebanyak 20 naskah kuno tulisan tangan yang saat ini tersimpan di perpustakaan Unversitas Indonesia (UI) Jakarta diminta untuk dikembalikan ke asalnya di Museum Radya Pustaka. Sementara 45 arca yang tersimpan di kediaman almarhum Go Tik Swan (KRT Hardjonagoro) juga akan dipindahkan ke nDalem Joyokusuman. (lebih…)

Buku Jokowi Undercover Dicetak ala Indie: 300 Eksemplar

Bambang Tri Mulyono mengaku mencetak buku Jokowi Undercover sebanyak 300 eksemplar. Penerbit buku tersebut belum diketahui karena tidak tercantum dalam buku. Kapolri Jenderal Tito Karnavian, sebagaimana dikabarkan Metrotvnews.com (6/1/2017), mengatakan buku Jokowi Undercover bukan karya akademik. Bambang diduga bekerja sendiri, menganalisis hingga mencetak buku. “Buku akademik itu jelas ada penerbit, editor, otobiografi penulis, substansinya mengalir dari satu bab ke bab lain. Kami tak melihat itu,” kata Tito di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. (lebih…)

Bahkan, Peserta Bedah Buku “Jokowi Undercover” pun Diperiksa Bareskrim

Bareskrim Mabes Polri memeriksa sebanyak empat warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sebagai peserta diskusi dan bedah buku “Jokowi Undercover” bersama penulisnya Bambang Tri Mulyono di Aula Kecamatan Muntilan beberapa waktu lalu. (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan