Category: Tokoh

  • Siti Maryam | Penekun Naskah Kuno dari Bima | Nusa Tenggara Barat

    Soekarno menasihati istri Sultan tentang pentingnya pendidikan buat lelaki dan perempuan. Kepada Soekarno, Sultan Bima dan istri menjanjikan untuk kembali menyekolahkan Maryam. Begitu Soekarno pergi, gantian Maryam dimarahi habis-habisan oleh ibundanya karena dianggap mempermalukan orangtua. Namun, Maryam tidak kapok. Esok harinya, sebelum berpidato di lapangan Kota Bima, Soekarno memanggil Siti Maryam dan bertanya,” Nduk, saya…

  • Taufiq Ismail | “Dengan Puisi Aku…”

    Penyair Taufiq Ismail genap berusia 80 tahun pada 25 Juni. Ia tetap resah dan hirau dengan apa yang terjadi di negerinya. Ia tetap ”mengutuk zaman yang busuk”. Semua tertuang dalam puisi sesuai kredo kepenyairannya, ”Dengan puisi aku bernyanyi sampai senja umurku nanti….” Seorang ibu melahirkan bayi laki-laki di Pekalongan, Jawa Tengah. Ia dinamai Taufiq Ismail.…

  • Moenaf Hamid Regar | Menulis Mengasah Memori | Medan

    Harian Media Indonesia 16 April 2015 menurunkan profil penulis 13 judul buku, Moenaf Hamid Regar. Menulis sejumlah buku menjadi pilihannya untuk tetap mengasah ilmu akutansi dan membagikannya ke masyarakat.

  • Eduardo Galeano | Esei-esei Revolusi | Uruguay

    Eduardo Galeano wafat pada Senin 13 April 2015 di usia 75 tahun di kota kelahirannya, Montevideo, Uruguay. Di kota itu pula ia lahir pada 3 September 1940 dari keluarga Katholik kelas menengah. Namanya dikenal sebagai penulis yang sangat produktif dengan 36 buku yang telah diterjemahkan ke pelbagai bahasa sepanjang 40-an tahun kariernya sebagai penulis. Sebagai penulis, Edu, panggilan…

  • Rusli Marzuki Saria | Napas Panjang Sang Penyair | Padang

    Harian Media Indonesia edisi 26 Maret 2015 menurunkan profil Rusli Marzuki Saria dalam format satu halaman. Selain merupakan apresiasi, pemuatan ini juga sebagai salah satu cara menghormati sosok yang memberikan hidupnya untuk sastra di Sumatera Barat. Rusli, 79, sang penyair, berkarier selama tujuh kali periode presiden Indonesia. Nenekku Pergi Suluk menjadi sajak pertamanya yang ditulis…

  • Myra Sidharta | Ia Yang Tak Berhenti Berkarya | Jakarta

    Usia 88 tahun tak menghalangi sinolog Myra Sidharta untuk berkarya. Hingga kini, dia tekun meneliti kebudayaan peranakan Tionghoa di Indonesia. Tahun 2015 ini, Myra alias Ew Yong Tjhoen Moy, menggelar pesta ulang tahun di sebuah hotel di Jakarta, Sabtu (7/3) lalu. “Ini pertama kali ulang tahun saya dirayakan semeriah ini. Semua keluarga dan sahabat berkumpul.…

  • Ruth Sahanaya | Garap Buku Perjalanan Karier | Jakarta

    Lantaran merasa kurang lihai menulis, Uthe menunjuk sahabatnya, yang juga sesama selebritas, yakni Tamara Geraldine, untuk menuliskan buku biografinya. Uthe dilirik PT Aquarius Musikindo. Album pertamanya ialah Seputih Kasih (1987) langsung meledak di pasaran. Nama Uthe semakin tenar saat membawakan lagu Kaulah Segalanya. Demikian Harian Media Indonesia, 1 Maret 2015, hlm 28, memberitakan.

  • Sapardi Djoko Damono | Secangkir Teh untuk Stamina | Tangerang Selatan

    Harian Media Indonesia edisi 26 Februari 2015 memilih Sapardi Djoko Damono sebagai satu dari 45 tokoh yang menjadi referensi Indonesia. Ini selengkapnya (redaksi)

  • Haryoto Kunto | Menjaga Arwah Kota dengan Buku | Bandung

    Kunto memang tak seterkenal Charles Prosper Wolff Schoemaker—dosen arsitek Belanda dan sekaligus dosen Soekarno sewaktu kuliah di ITB Bandung. Nama Schoemaker sama terkenalnya dengan Herman Thomas Karsten yang tercetak di balik dinding-dinding tua bangunan bersejarah masa silam Indonesia.

  • Hasan Djafar | Energi dari Lembaran Buku | Depok

    Dia mendalami studi epigrafi dan sejarah kuno Indonesia di Instituut Kern, Rijksuniversiteit Leiden, Belanda. Ditulisnya buku tentang arkeologi dan sejarah kerajaan Majapahit. Dia abdikan hidupnya untuk keilmuan yang tak banyak orang mau menyuntukinya. Karena itu dia istimewa. Kenalkan Hasar Djafar. Biografinya diangkat ulang Harian Media Indonesia di halaman 11 sebagai “Referensi Indonesia”. (Redaksi)