Category: Literasi dari Sewon

  • Membicarakan Kembali Nh. Dini

    oleh Gilang Andretty Sejarah pada umumnya adalah memori atau rekaman atas suatu peristiwa. Oleh karena kapasitas ingatan ataupun bentukan politik sosial, memori itu bisa berubah atau dirubah. Mengawetkan memori dapat dilakukan dengan banyak cara, paling sederhana dituliskan. Akhirnya terlahir catatan harian, memoar, biografi, autobiografi, bahkan karya sastra. Apa yang dilakukan Nh. Dini (Selanjutnya: Dini) dalam…

  • Memetik Kenangan: Bunga-Bunga Ingatan yang Pertama Mekar

    (Oleh: Chaterine Asima) Saya tidak tahu, apakah semua orang pernah memikirkan ingatan pertamanya? Ingatan yang paling jauh yang bisa dijangkau memori otak itulah ingatan pertama. Saya tidak tahu pula, seberapa sering ingatan itu menghampirinya atau sesekali membuatnya terusik oleh rasa penasaran tentang apa-apa saja yang terjadi sebelumnya sebab tidak terekam dalam kepalanya?  Nh. Dini mengalaminya…

  • Masih Mencari Sang Serigala Betina

    Ester Lianawati membagikan sebagian hidupnya, yakni psikologi dan feminisme dalam buku Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan. Psikologi ia gunakan untuk membaca perilaku manusia, sedang feminisme ia tuliskan sebagai cara untuk memahami diri sebagai seorang perempuan. Kedua pisau analisis itu, yang membuat buku ini terasa unik dan spesial, terus mengeksplorasi area gelap bernama patriarki.…

  • Menghantam Stigma Tentang Perempuan

    oleh Elvira Sundari Membaca Buku Ada Serigala Betina Dalam Diri Setiap Perempuan menyadarkan saya, betapa ilmu psikologi konvensional tidak melihat perempuan sebagai manusia. Jikapun perempuan dipandang, ia tetap dinilai sebagai manusia kelas dua—tentu saja, setelah laki-laki. Perlu saya tegaskan bahwa saya tidak memiliki latar belakang psikologi secara bidang keilmuan, tetapi membaca dan menyimak diskusi seputar penis…

  • Para Perempuan yang Abadi dalam Kekekalan

    Kartini merupakan sosok perempuan yang paling sering disebut lagi digaungkan namanya. Terlebih ia dikenangkan dalam buku-buku sejarah, lisan, hingga lagu wajib nasional. Namanya yang mendapat banyak tempat tersebut, menjadikan sosoknya seolah-olah menjadi perempuan yang paling berkontrubusi dalam sejarah Indonesia. Barangkali demikian pemikiran saya sewaktu belajar di bangku sekolah hingga akhir-akhir menjelang kelulusan sekolah. Kemudian saya…

  • Mengingat yang Sudah Sepantasnya Diingat

    Ingatan soal perempuan dalam sejarah Indonesia selalu ditempatkan pada pinggiran. Bahkan, dalam beberapa hal sudah disingkirkan. Misalnya ketika membahas tentang sejarah penggerakan di Indonesia, atau kala membicarakan sejarah diplomasi politik. Hampir tidak ada nama perempuan yang terdengar. Semuanya disesaki laki-laki, laki-laki, dan laki-laki. Laki-laki sudah mengokupasi habis-habisan posisi perempuan dalam gelanggang sejarah Indonesia. Budaya patriarki…

  • Booklet Klub Baca (Tahun II. No.7): Yang Terlupakan dan Dilupakan

    Banyak perempuan tak tercatat dalam sejarah Indonesia, kendati kiprah dan pengaruh mereka tak kalah pentingnya dengan tokoh-tokoh laki-laki yang tercatat. Antologi “Yang Terlupakan dan Yang Dilupakan” merupakan upaya dari Kolektif Ruang Perempuan dan Tulisan untuk mengabadikan para perempuan penulis yang meninggalkan jejak penting di dunia sastra. Buku terbitan Margin Kiri memuat 10 tulisan dari 10…

  • Booklet Klub Baca (Tahun II. No.6): Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan

    Feminisme adalah sinopsis dari konstruksi besar ketidakadilan. Hanya pada pengalaman perempuanlah seluruh praktik diskriminasi membekas. Seorang perempuan tidak lahir merdeka. Ia lahir dalam stigma: bahwa ia berkedudukan di bawah laki-laki.  Rocky Gerung, di Journal Perempuan. Kumpulan esai karya Ester Lianawati, Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan, merupakan pembacaan feminis terhadap bidang keilmuan yang teori-teori…

  • Booklet Klub Baca (Tahun II. No.5): Seri Cerita Kenangan Nh. Dini

    Sepanjang hidupnya, Nh. Dini menulis seri novel autobiografi yang terbit secara berkala hingga sebanyak 14 jilid. Tiga jilid pertamanya, Sebuah Lorong di Kotaku, Padang Ilalang di Belakang Rumah, serta Langit dan Bumi Sahabat Kami, memberi kita kesempatan untuk mengintip kehidupan masa kecilnya di Semarang, sedari masa penjajahan Belanda, Zaman Jepang, hingga masa revolusi. Tiga buku…

  • Kajian Sastra Sejarah Novel Jentera Lepas

    Kajian Sastra Sejarah Novel Jentera Lepas

    Jentera Lepas adalah cerita tentang keluarga yang memeluk PKI (Partai Komunis Indonesia), atau yang ada hubungannya dengan orang PKI, pada sekitar terjadinya peristiwa G30S/PKI. Orang PKI-nya sendiri tidak dimunculkan. Ashadi terang menyalahkan G30S/PKI. Dia terang menyalahkan aktivis komunis seperti Karsono, suami Mbakyu Sinto, dan bapak Harjito. Mungkin, novel yang dipopkan ini melewatkan banyak dimensi yang…