Rekomendasi Buku “Gus Dur: Jejak Bijak Sang Guru Bangsa”

Gus Dur pernah berkata “Keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kemampuan mereka dalam mensejahterakan umat yang mereka pimpin”. Gus Dur merupakan salah satu tokoh nasional yang memiliki peranan penting dalam perubahan Indonesia. Sosok Gus Dur merupakan guru bangsa yang mengajari banyak hal mengenai arti toleransi. Kebijakan-kebijakan Gus Dur buat memberikan banyak perubahan bagi Indonesia walaupun terkadang memunculkan kontroversi. Gus Dur pernah membuat kebijakan mengenai perayaan imlek serta kebebasan dalam memeluk agama Konghucu. Etnis Tionghoa yang biasanya disampingkan tetapi zaman Presiden Gus Dur diberikan kebebasan. Padahal, bisa saja saat itu Gus Dur berada dalam zona nyaman karena didukung umat islam dimana umat mayoitas di Indonesia. 

Buku mengenai “Gus Dur: Jejak Bijak Sang Guru Bangsa” sangat saya rekomendasikan untuk dibaca. Buku ini sangat cocok bagi pemuda-pemuda Nahdlatul Ulama (NU). Dimana buku biografi ini memperkenalkan lebih dekat kepada kita sosok KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Tokoh intelektual yang memiliki cakrawala luas. Selain itu, bagi orang yang ingin mengetahui mengenai pluralisme. Pluralisme bisa diartikan sebagai pemahaman akan keberagaman. Hal inilah yang menjadikan Gus Dur memperhatikan seluruh golongan masyarakat di Indonesia. Bahkan, Gus Dur sering melakukan dialog-dialog antar agama, Beliau juga banyak menerima banyak penghargaan internasional. 

Tulisan Anom Whani Wicaksana mengenai Biografi Gus Dur memberikan gambaran mengenai kebijaksanaan Gus Dur dalam memimpin. Beliau berani keluar dari kenyamanan untuk membela hak-hak orang lain. Seharusnya pemimpin saat ini juga melakukan tersebut ketika membuat kebijakan. Sekecil apapun hak masyarakat harus diberikan. Hal ini bertentangan dengan pemimpin saat ini yang takut memberikan kebijakan adil karena dorongan partai politik yang membela. Gus Dur akan dikenang selama-lamanya karena bagian dari sejarah Indonesia. Pemimpin yang sederhana, rendah hati, logis, dan berani berbeda. Gus Dur tidak pernah takut kehilangan kekuasan hanya karena takut dengan kaum elit. Yang paling penting beliau sama seperti kita masyarakat Indonesia yang suka akan sepak bola.


Posted

in

by