-->

Arsip Twitter Toggle

#23Tweets | Komunitas: Bintang Al-Ikhlas | BMI Hong Kong

Sejumlah Buruh Migran Indonesia menggerakkan literasi di Hong Kong. Dan memang sudah jamak bahwa istilah “sastra buruh migran” memang lahir dari BMI Hong Kong ini. Tak hanya berkumpul tiap akhir pekan di Victoria Park, mereka pun membangun kantong komunitas penulisan sastra dan jaringan literasi di kampung halaman mereka di Indonesia. (lebih…)

#23TWEETS | KATALOG SENI: FESTIVAL TEATER REMAJA NUSANTARA (ISI YOGYAKARTA)

Davi Yolan, Firman, Kristo, adalah tiga mahasiswa yang masih menuntut ilmu di Institut Seni Indonesia. Ketiganya merupakan mahasiswa ilmu teater di ISI dan bagian dari penyelenggara Festival Teater 2013.
Festival Teater Remaja ini merupakan acara tahunan yang diadakan mahasiswa jurusan teater di ISI SEJAK 2009. Untuk tahun 2013 ini akan diadakan lagi dengan tema nusantara yang membuka pendaftaran bagi pelajar seluruh nusantara.
Berikut adalah perbincangan tentang #FTRN2013 yang akan segera diselenggarakan ini Booklovers.

(lebih…)

#23TWEETS | kOMUNITAS: TBM JUASIKA & TBM EKSPRESI (Wiwik Dwi Retnowati) | SAMARINDA, KALTIM

Wiwik Dwi Retnowati pengelola dua TBM, TBM Juasika dan TBM Ekspresi. Dua TBM ini banyak memfasilitasi remaja di Kalimantan Timur dalam melakukan aktivitas kreatif. Misalnya pada majalah remaja Ekspresi. Remaja dibimbing untuk menulis dan mengurusi penerbitan majalah dar awal hingga pendistribusiannya. Majalah ini dikomersilkan tetapi akan kembali pada kreativitas remaja juga. Dari sanalah banyak program kreatif terus dilancarkan.
Selain itu, dua TBM ini juga terus berupaya memberikan kesadaran pada masyarakat tentang arti penting membaca. Maka lahirlah “Kapal Pintar” yang berkeliling setiap hari untuk memberikan suplay bacaan pada masyarakat. Nah, Booklovers, inilah hasil obrolan kami dengan pengelolanya, Wiwik Dwi Retnowati.

(lebih…)

#23TWEETS | ANGKRINGAN BUKU: HARAM KELILING DUNIA (NUR FEBRIANI WARDI) | Jakarta

Sebagaimana kebanyakan orang, berdoa di tanah suci Makkah menjadi idaman muslim seluruh dunia. Di sana ada beberapa tempat yang mustajab untuk memanjatkan doa. Begitu pula dengan Nur Febriani Wardi. Ia berdoa di sana agar bisa S2 di Eropa. Dua tahun kemudian, doanya terkabul. Ia mendapat beasiswa sekolah S2 di Eropa. Tak hanya belajar, ia memanfaatkan waktunya untuk menjelajah lapiran negeri di benua itu. Dalam 15 bulan, ia sudah mengunjungi 13 negara. Dan jadilah buku Haram Keliling Dunia yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. (lebih…)

#23Tweets | Buku Pertamaku – Sylvia Tiwon | California, USA

Sylvia Tiwon adalah pengajar di University of California, Berkeley. Perempuan yang mengahabiskan hidupnya dengan belajar sastra dan membaca ini adalah seorang warga Indonesia yang berpindah dari Indonesia menuju Amerika untuk mencari akses terhadap informasi dan buku.

Terlibat dalam penulisan buku Breaking the Spell: Colonialism and Literary Renaissance in Indonesia (1999), Sylvia berkutat dalam studi gender, literatur, dan budaya Asia Tenggara.

Inilah perbincangan singkat dengan Sylvia Tiwon yang bercerita tentang pengalamannya dengan buku di dalam dan luar negeri. (lebih…)

#23Tweets | Angkringan Buku: Mengawini Ibu, Trilogi Sepatu Dahlan, (Khrisna Pabichara) | Bogor

Datang dari Makassar, tepatnya Jeneponto. Mengadu(h) nasib di Jakarta dan kemudian terdampar di Bogor. Penulis cum penyair yang datang dari suramnya masa depan jagat kepenulisannya. Di Program “Buku Pertamaku” Khrisna Pabichara sudah berbicara apa arti perih dan derita. Di Program Angkringan Buku ia berkisah tentang kelahiran sejumlah karyanya yang menurutnya pantas diingat, paling tidak buat dirinya sendiri, seperti Mengawini Ibu: Senarai Kisah (Cerpen) dan Trilogi Sepatu Dahlan. (lebih…)

#23Tweets | Komunitas – Suka Membaca Manokwari | Papua Barat

Komunitas Suka Membaca adalah komunitas literasi yang dibangun dan berkembang di Manokwari, Papua Barat. Komunitas ini diprakarsai David Pasaribu yang sebelumnya sempat menimba ilmu di Universitas Diponegoro semarang dan melanjutkan S2 di Magister Perencanaan Kota dan Daerah Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Setelah mengikuti klub buku goodreads di Jogja, David membawa pulang bukunya untuk akhirnya dikelola dan membuka sekretariat sekaligus rumah baca di rumahnya. Setelah mencoba mengenalkannya pada mahasiswa dan masyarakat, komunitas yang lahir awal tahun 2013 ini mulai berkembang. Dengan fokus pada gerakan literasi di tanah Papua, komunitas ini bergerak menuju masyarakat yang lebih dalam. (lebih…)

#23Tweets | Buku Pertamaku – Hasta Indriyana | Cimahi (Jawa Barat)

Hasta Indriyana lahir di Gunungkidul, Yogyakarta, 31 Januari 1977. Buku puisinya berjudul Rumah Kita Penuh Cinta (2004), dan yang segera terbit adalah Di Sebuah Pertemuan.

Saat ini sudah tiga  tahun lebih tidak di Jogja karena sudah menetap di Cimahi Jawa Barat denagn rutinitasnya sebagai penulis sajak dan guru juga dalam berbagai program budaya. Berikut Booklovers perbincangan singkat dengan Hasta Aryana tentang buku dan buku pertamanya. (lebih…)

#23Tweets | Angkringan Buku – Valharald (Adi Toha) | Bandung-Pekalongan

Adi Toha adalah seorang pria yang banyak bergerak di bidang literasi. Pekerjaan lalunya adalah seorang editor setelah sempat menjual buku di halaman depan UNPAD. Sekarang, beliau sibuk dengan pekerjaannya sebagai penerjemah dan editor lepas serta menulis.

Salah satu karyanya adalah novel fantasi berjudul Valharald. Buku ini berkisah mengenai gonjang-ganjing yang akan terjadi di tanah VarchLand jika tidak dicegah sesegera mungkin.  Seperti juga buku fantasi umumnya, kejahatan digambarkan akan mengganggu kebaikan, maka dalam buku ini dikisahkan akan ada sebuah kekuatan hitam  dalam wujud Bangsa Vomorion yang akan menghancurkan VarchLand. Mereka ingin membalas dendam atas kekalahan mereka beberapa ratus tahun yang lalu. (lebih…)

#23Tweets | Katalog Seni – Dollanan #2 (Cahyo Basuki – Ugo Untoro – Alie Gopal – Bambang Toko – Ali Umar – Titus Baru) | Yogyakarta

Dollanan #2 adalah pameran seni rupa yang digelar Museum dan Tanah Liat di Jogja National Museum (JNM) pada 28 September – 4 Oktober 2013. Dollanan (bs. jawa, dolan=anak) yang kemudian menjadi tema pameran — bahkan pameran serial yang kedua — awalnya adalah permainan yang bermetamorfosis menjadi hasrat berkreasi sebagaimana hasrat yang tertanam dalam diri anak-anak.

Karena itu, Dollanan, barangkali bukan pameran mainan anak-anak, tapi semangat kreatif tanpa batas yang dipunyai anak-anaklah yang melatari proses berkarya ke-68 seniman yang ikut dalam pameran yang dikuratori Bambang “Toko” Witjaksono ini.

Demikianlah enam mantan anak, Cahyo Basuki “Yopi”, Ugo Untoro, Alie Gopal, Bambang Toko, Ali Umar, Titus Baru, membincangkan Dollanan dengan bebas sebebas mereka sebagai (mantan) anak-anak dalam berkarya. (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan