-->

Arsip 23Tweets Toggle

#23TWEETS | ANGKRINGAN BUKU – SUSANA FEBRYANTY | YOGYAKARTA

Susana Febryanty adalah seorang penulis wanita kelahiran Jayapura yang merupakan mantan jurnalis dan saat ini beraktivitas sebagai penulis paruh waktu serta pekerja sosial di Yogyakarta. Perempuan Bergema ditulis dari kegundahan penentuan jalan hidup penulis dan dunia perempuan yang ia jumpai di sekitar. Novel ini merupakan mini novel pertama penulis yang dipersembahkan untuk perempuan-perempuan hebat.

Perempuan Bergema menceritakan beberapa fase kritis yang tokoh-tokohnya untuk memilih jalan yang  harus dilalui. Selama ini, perempuan dipandang sebagai mahluk lemah, namun dibalik itu ada kekuatan jiwa yang bisa mengalahkan semua persoalan. Susana Febryanty berharap minat baca akan terus meningkat dan pula minat untuk berekpresi dan berkarya melalui tulisan.

(lebih…)

#23TWEETS | BUKU PERTAMAKU – Heri Lentho (Malang)

Heri Lentho – adalah seniman berjiwa pemberontak.
Sejak diperdengarkan kisah peperangan oleh pamannya, telah tumbuh semangat perlawanan dalam diri Heri Lentho.
Buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer kemudian kian menguatkan sifatnya yang suka memberontak.
Berlatar pendidikan seni tari, Heri Lentho pun melahirkan gagasan berupa demo tari sebagai bentuk perlawanannya terhadap pemerintahan Orde Baru.
Ia memadukan gerakan demonstrasi di jalan dengan seni tari.
Sebagai seniman tari, karyanya saat ini lebih banyak terinspirasi oleh cerita-cerita Majapahit.
Berawal dari buku Candra Kirana karya Ajip Rosidi, Heri Lentho juga memiliki ketertarikan pada kisah panji.
Oleh karenanya, ia mendirikan konservasi budaya panji untuk menghidupkan dan mengembangkan kesenian ini.

(lebih…)

#23TWEETS | BUKU PERTAMAKU – Deasy Tirayoh (Kendari)

Berawal dari tak sengaja, kini menulis skenario menjadi semacam kebiasaan dan hobi bagi Deasy Tirayoh. Selain itu ia juga giat menulis cerpen dan puisi. Deasy berasal dari Manado dan sekarang tinggal di Kendari, Sulawesi Tenggara. Membaca sudah menjadi bagian dari kebiasaan keluarganya. Dari sang Ibu, Deasy mengenal buku pertama yang berkesan baginya yaitu Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Di radio buku ia juga membagi buku-buku berpengaruh baginya dan proses kreatif penulisan skenario.

(lebih…)

#23TWEETS | BUKU PERTAMAKU – Syafiatudina (Yogyakarta)

Syafiatudina atau yang biasa dipanggil dina adalah alumnus jurusan ilmu komunikasi UGM yang saat ini bekerja sebagai kurator dan penulis di lembaga KUNCI (Cultural Studies Center).
Kegiatan sehari-harinya menekankan pada kolaborasi antara partisipan dengan audien. Salah satu proyek yang pernah dijalankannya yakni menginisiasi proyek sejarah komunitas dari komunitas india di Jogjakarta. Dalam proyek riset tersebut, ia bekerja dengan seniman dan peneliti untuk meneliti sejarah keluarga dan sejarah komunitas india di jogja yang hasil akhirnya nanti menerbitkan booklet dan membuat pameran bersama.

Saat ini dina sedang tertarik untuk mengulik tentang ekonomi/tentang cara-cara manusia pada umumnya untuk menghidupi diri namun selain melalui/dengan uang atau bagaimana cara kita mendapatkan uang, tapi cara kita berbagi satu sama lain, berbagi waktu, saling bertukar keahlian, dina ingin melihat bentuk-bentuk ekonomi selain yang berbasis uang.

(lebih…)

#23TWEETS | BUKU PERTAMAKU – BUDHISATWATI (JAKARTA)

Budhisatwati wanita kelahiran kota Yogyakarta memiliki kegemaran membaca sejak kecil. lahir di lingkungan yang sarat akan budaya jawa dan adat istiadatnya. wanita dengan hobi jalan-jalan ini juga menyukai kegiatan berbelanja di pasar.
Selain jalan-jalan dan berbelanja beliau juga gemar berkumpul dengan teman-temannya membahas beberapa isu terkait sosial politik, kemanusian, ekonomi, dan lain-lain. kegemaran membaca budhisatwati tak hanya sewaktu kecil saja, namun juga merambat sampai dewasa tetap gemar membaca. Karya kesukaannya pun bermacam, dari mulai sastra klasik, politik, dongeng, bahkan novel fiksi pun ia baca. Budhisatwati pernah mengunjungi negara di Eropa yaitu Prancis, juga Cina ia pernah tinggal beberapa lama disana. Jadi sedikit banyak tau seluk beluk Negara tersebut dan menjadi tolak ukur bangsa Indonesia.
Dengan membaca banyak karya penulis menjadikan Budhisatwati kaya akan wawasan dan pengetahuan. Juga dari membaca juga dapat mengetahui tentang cara penulisan dan gaya tulis yang berbeda-beda ditiap penulisnya.
Budhisatwati menjelaskan urgensi membaca dimasala lau untuk membangun peradaban bangsa Indonesia. Perjuangan membaca dimasa lalu tidak semudah sekarang karena keterbatasan fasilitas buku, namun orang-orang dulu selalu berusaha untuk belajar membaca tiap harinya. Karena membaca buku itu sangat penting agar kita dapat melihat persoalan yang ada, mendapatkan informasi, hiburan dan lain-lain.

(lebih…)

#23TWEETS | BUKU PERTAMAKU – PIPIT MAIZIER (JAYAPURA)

Pipit Maizier merupakan penerjemah buku berbahasa asing dengan latar belakang pendidikan jurusan Bahasa Perancis di Universitas Padjajaran. Setelah lulus dari Unpad, Pipit melanjutkan studinya ke ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) yang sekarang menjadi STSI Bandung. Pipit sering banyak membantu teman-temannya dari jurusan teater menerjemahkan naskah asing untuk dipentaskan. Secara kebetulan, Pipit bertemu dengan Taufik. saat sedang membantu Pak Endo Suanda mengurus perpustakaan. Pipit mulai diajak bergabung untuk menerjemahkan banyak buku berbahasa asing bergenre sastra dan filsafat. Buku-buku favorit Pipit sejak kecil adalah Irene Gadis Indian, Pangeran Kecil dan Kawan Bergelut. Setelah pindah ke Jayapura, Pipit bekerja sebagai auditor sebuah perusahaan internasional selama 10 tahun dan setelah lama tidak bergelut dengan dunia literatur, Pipit mulai mengingat dan mengenang kembali buku-buku favoritnya sejak
kecil hingga sekarang.

(lebih…)

#23Tweets | Katalog Seni – Fieldtrip Performing Art (Bantul)

Fieldtrip Performing Art merupakan kelompok teater yang berfokus pada puppet theatre dan berlokasi di dusun Sewon, RT03, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Kelompok teater yang merupakan pembaharuan dari Sanggar Anak Muda Bicara Teater ini, menonjolkan ciri khasnya pada art theatre, puppet theatre, serta pengemasan pertunjukan dalam konsep magic theatre/ teater sulap dan shadow theatre.
Kelompok teater yang mampu membiayai seluruh kebutuhan pementasannya secara mandiri ini, telah melakukan beberapa kali pementasan, baik dalam wilayah regional maupun internasional. Sejumlah jadwal pementasan internasional pada tahun ini seperti di Malaysia, Filipina, dan Jepang, sudah dimiliki oleh kelompok ini.
(lebih…)

#23Tweets | Komunitas – Komunitas Lembah Pring | Jombang

Komunitas @lembahpring didirikan di Jombang pada 29 Agustus 2007 oleh Alm. Fahrudin Nasrullah selaku founding father bersama Jabbar Abdullah yang didapuk sebagai Lurah. Komunitas lembah Pring fokus pada kajian sastra yang dikemas dalam sebuah acara bernama “Geladak Sastra” yang hingga saat ini masih dijaga nyala kerjanya. Sepeninggal Fahrudin, Komunitas Lembah Pring masih menerapkan bahwa sebuah komunitas perlu dan sangat dibutuhkan yang namanya kerja keterlibatan.
Jabbar Abdullah yang juga beraktivitas Kehumasan Ludruk Karya Budaya berusaha terus melakukan pembaruan-pembaruan dalam menyelenggarakan “Geladak Sastra” agar tidak monoton meski nilai-nilai keterlibatan khususnya dengan komunitas tetangga tetap harus dipegang. (lebih…)

#23Tweets | Katalog Seni – TMT Indonesia | Yogyakarta

Halo, sekarang waktunya Anda dengarkan Katalog Seni. Acara bincang dg berbagai komunitas Seni Rupa Kali ini, kita akan ngobrol santai dg TMT Indonesia yg bergerak di seni mural.

1. TMT Indonesia Garage Shop berdiri tahun 2012. Alex, co-founder, mulai kenal grafiti sejak 2009. #TMT
2. Waktu itu, Alex terinspirasi tekuni grafiti setelah ikut Bennale X yang dengan mas Samuel Indratma sebagai director. #TMT
3. TMT adalah semacam temapt interaksi komunitas. Pernah berganti-ganti nama dan personil. Namun, passion di visual art membuat Alex tetap berkarya. #TMT
4.TMT Indonesia didirikan di Sewon pada tahun 2014. Tepatnya di Bangunharjo. #tmtgarageshop
5. Kenapa dinamai TMT Indonesia Garage Shop? Karena didirikan sbg toko di garasi rumah. Sederhana. #TMT (lebih…)

#23Tweets | Buku Pertamaku – M. Dwi Marianto | Yogyakarta

M. Dwi Marianto dulu studi di seni grafis. Sekarang ia mengajar seni murni di program pasca sarjana di ISI Jogja dan UGM, serta di ISI Surakarta. Ia juga seorang kurator seni. Pameran seni yang pernah dikuratori olehnya adalah pameran tunggal V.A. Sudiro dan Heri Dono. Hobi dan mimpinya adalah menulis.

(lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan