-->

Arsip Tokoh Toggle

Bambang Basuki | Buku Yang Menerangi dalam Gelap | Jakarta

Empat puluh enam tahun lalu, kegelapan menjadi teman Bambang Basuki (63) saat penglihatannya terenggut tiba-tiba. Namun, Bambang tidak menyerah dan bekerja menciptakan ”terang” bagi tunanetra lainnya.

Di balik dinding bangunan di pojok Jalan Gunung Balong, Jakarta Selatan, itu para tunanetra yang haus ilmu menjadi raja. Di kantor Yayasan Mitra Netra itulah tersedia ribuan judul buku dalam huruf braille sehingga dengan rabaan jari, mereka dapat membacanya. (lebih…)

Andi Malewa | Rumah Baca Paguyuban Terminal (Depok)

Empat tahun setelah bergaul dengan anak jalanan di Terminal Depok, Jawa Barat, Andi Malewa (31) mengambil langkah berani. Dia mendirikan rumah baca di titik ekstrem di kawasan itu, di bagian terminal yang sering dihindari orang, kawasan kumuh tempat orang sering mabuk-mabukan. (lebih…)

Jafar Buchari | Penulis Buku Asal Usul Leluhur Kampung Jaton

Islahudin, wartawan situs daring merdeka.com 17 Juli 2013 menurunkan laporan panjang tentang Kampung Jaton, Jawa-Tondano. Sebuah kampung tempat pembuangan pembangkang dari Jawa bernama Kiai Modjo. Kliping laporannya bisa booklovers baca berikut ini: (lebih…)

Donny Dhirgantoro | Menulis Itu Pekerjaan yang Menyenangkan

Impian Donny Dhirgantoro untuk membuat sebuah buku akhirnya tercapai. Buku berjudul 5 Cm, yang ia tulis selama tiga bulan, itu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Novel 5 Cm yang kemudian difilmkan itu menceritakan persahabatan lima muda-mudi, termasuk kisah mereka naik gunung. Novel itu sudah masuk cetakan ke- 30 dan terjual sebanyak 150.000 eksemplar. Dan, walau novel 5 Cm sudah diterbitkan delapan tahun lalu, orang masih terus mencarinya sehingga penerbit buku Grasindo memberi logo ”National Mega Best Seller” di novel itu.

Donny yang sejak kecil punya hobi membaca, menulis, dan membuat puisi itu hanya berbekal nekat. Diimbangi kerja keras dan kuatnya niat untuk membuat sebuah buku, ia memutuskan keluar dari pekerjaannya di sebuah bank swasta nasional. (lebih…)

Ali Minanto | Juara II Pustakawan Berprestasi Nasional

Pegawai Perpustakaan Jurusan Politik dan Pemerintahan (JPP) Fisipol UGM, Ali Munanto keluar sebagai Pemenang II Pustakawan Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2013 yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia belum lama ini di Jakarta. Meraih prestasi juara II Tingkat Nasional, bagi Ali Minanto bukan perjalanan yang mudah.

Semua ia lalui tahap demi tahap, diawali sebagai pemenang 1 “Pemilihan Pustakawan Berprestasi bagi Pustakawan Universitas Gadjah Mada tahun 2013. Keberhasilan meraih juara 1 tersebut, membuka kesempatan baginya untuk mengikuti seleksi level berikutnya berhadapan dengan pustakawan-pustakawan terbaik UGM. “Kemenangan yang kedua inilah yang membawa saya maju mengikuti seleksi Diktendik Berprestasi tahun 2013”, ujar Ali Minanto di Perpustakaan UGM, Kamis (11/7), sebagaimana dikabarkan situs daring ugm.ac.id 11 Juli 2013.

Ali Minanto mengaku senang dengan raihan prestasi ini, karena pertama kali mengikuti langsung menjadi pemenang kedua. Semua penilaian berdasar pemberkasan rekam jejak pekerjaan selama tiga tahun, inovasi dan keunggulan yang dimiliki masing-masing peserta. “Ya tentu senang, rekam jejak pekerjaan saya sejak tahun 2010, 2011 dan 2012 dinilai. Tidak hanya itu inovasi dan keunggulan juga, mungkin karena tulisan-tulisan saya banyak, di beberapa jurnal dan tidak melulu tulisan bertema perpustakaan,” akunya.

Saat pemilihan Diktendik Berprestasi tingkat nasional 2013, Ali Minanto berkompetisi dengan pustakawan dari sebelas Universitas dan tiga politeknik. Mereka berasal dari Universitas Sumatera Utara, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Mataram, Universitas Pendidikan Ganesha, Polteknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Medan, dan Politeknik Negeri Bali.

“Seluruh finalis ada lima belas. Semua adalah insan berprestasi terpilih dalam seleksi tahap pertama (desk evaluation), dan berhak mengikuti seleksi tahap kedua berupa berupa presentasi karya unggulan di Jakarta”, ungkap Ali Minanto, pria kelahiran Pemalang, Jateng 10 Maret 1980.

Saat berlomba di Jakarta, Ali mempresentasikan karya unggulan “Menggagas Ruang Ketiga: Perpustakaan sebagai Akselerator Transformasi Pengetahuan”. Sebuah gagasan menawarkan revitalisasi sebuah perpustakaan sebagai ruang publik, penyedia informasi, dan membangun active database guna mendorong demokrasi informasi.

Sebagai Information Knowledge Center (IKC), menurut Ali perpustakaan mestinya bersinergi dengan akademik, riset, dan publikasi dalam menjalankan fungsinya. Ide tersebut saat ini tengah dalam pengerjaan Tim Information Knowledge Center di Jurusan Politik Pemerintahan FISIPOL UGM.

“Untuk mewujudkan konsep tersebut tentu diperlukan dukungan secara struktural, regulasi, birokrasi, teknis mekanis dan kultural berupa budaya jejaring, inovasi, kolaborasi, dan perlakuan atas database. Jika permasalahan tersebut dapat diatasi satu persatu, tentu revitalisasi inipun segera mewujud”, kata Ali, alumni Diploma 3 Ilmu Perpustakaan UGM dan S2 Kajian Budaya dan Media UGM ini.

Berbagai inovasi pun ia lakukan, diantaranya menggagas dan mengaplikasikan perpustakaan bukan hanya sebagai ruang baca. Perpustakaan bisa pula menjadi forum diskusi, Movie Club dan Knowledge Center. “Knowledge Center inilah yang merupakan aliran sinergis perpustakaan, bagian riset, akademik dan unit publikasi, dan melalui Forum Diskusi Titik Koma yang kami dirikan telah berlangsung beberapa diskusi dalam tema yang bermacam-macam”, imbuhnya.

Ali Minanto menilai UGM memiliki cukup banyak kader untuk berprestasi. Untuk itu, berbagai pemilihan atau seleksi lomba bisa dipersiapkan jauh-jauh hari. “Seperti kemarin ini terbilang singkat,  Bulan Maret seleksi tingkat UGM, Bulan Mei  dan Juni seleksi di Dikti dan di Bulan Juli tingkat nasional. Saya yakin UGM bisa mendeteksi karyawan-karyawannya untuk dipersiapkan mengikuti kompetisi semacam ini, sehingga prestasi yang diraih jauh lebih baik,’ tambahnya.

Shandy Aulia | Segera Merilis Buku Biografi Mini

Artis Shandy Aulia akan segera merilis buku biografi mini berisi tentang perjalanan hidupnya, sejak dalam keluarga hingga meraih sukses karirnya. Kisah kehidupannya saat masa kanak-kanak, di mana dirinya dibesarkan dalam kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis akan juga dikuaknya. (lebih…)

Zaskia Mecca | Luncurkan Buku “Hijab Fascination”

JAKARTA — Merasa belum bisa mengimbangi produktivitas sang suami yang hampir tiap tahun sukses memproduksi film, Zaskia Adya Mecca mencoba menyusun sebuah buku tentang hijab. Di kalangan artis muda, Zaskia termasuk jajaran yang paling awal mengenakan jilbab. Namun, baru saat ini dirinya memberanikan diri untuk membuat sebuah buku tentang hijab. (lebih…)

Alexander Beding | Percetakan Arnoldus, Penerbit Nusa Indah, dan Budaya Baca Ende

Usianya terbilang uzur, 89 tahun lebih. Namun, masih tampak kegairahan Alexander Beding saat berbicara tentang sejarah, toleransi umat, dan pers. Menguasai lima bahasa asing, Alexander Beding cerminan orang Indonesia bagian timur yang berpikiran maju. (lebih…)

Abdul Kohar Ibrahim | Sastrawan Lekra Wafat di Brussel | Obituari

BRUSSEL — Dunia sastra Indonesia berduka. Indonesia kehilangan pengarang dan saksi sejarah paling kelam di Indonesia. Abdul Kohar Ibrahim wafat di Brussel, Belgia, pada 4 Juni 2013. (lebih…)

#RIP | Taufiq Kiemas di Halaman Depan Koran Cetak, 9 Juni 2013

JAKARTA — Taufiq Kiemas meninggal dunia di RS General Hospital Singapura, dengan penyakit komplikasi jantung. Taufik Kiemas wafat 8 Juni 2013, sekira 18.05 WIB. Kesehatan ayahanda Puan Maharani ini menurun usai menghadiri peringatan Hari Pancasila pada 1 Juni 2013 di Ende, Nusa Tenggara Timur. Kabar wafatnya Taufiq Kiemas menghiasi halaman depan koran cetak yang terbit pada 9 Juni. berikut daftarnya: (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan