-->

Arsip Tokoh Toggle

Moenaf Hamid Regar | Menulis Mengasah Memori | Medan

Harian Media Indonesia 16 April 2015 menurunkan profil penulis 13 judul buku, Moenaf Hamid Regar. Menulis sejumlah buku menjadi pilihannya untuk tetap mengasah ilmu akutansi dan membagikannya ke masyarakat. (lebih…)

Eduardo Galeano | Esei-esei Revolusi | Uruguay

Eduardo Galeano wafat pada Senin 13 April 2015 di usia 75 tahun di kota kelahirannya, Montevideo, Uruguay. Di kota itu pula ia lahir pada 3 September 1940 dari keluarga Katholik kelas menengah. Namanya dikenal sebagai penulis yang sangat produktif dengan 36 buku yang telah diterjemahkan ke pelbagai bahasa sepanjang 40-an tahun kariernya sebagai penulis.

Sebagai penulis, Edu, panggilan akrabnya, lebih daripada penulis ortodok (orthodox genre); Edu menggabungkan dokumentasi, fiksi, jurnalisme, analisis sosial, politik, sejarah, mitos, kepercayaan lokal dan kebudayaan.

Edu menganggap dirinya bukanlah ahli sejarah. “I am not historian. I am writer who would like to contribute to the rescue of the kidnapped memory of all America”, dalam kata pengantar triloginya. (lebih…)

Rusli Marzuki Saria | Napas Panjang Sang Penyair | Padang

Harian Media Indonesia edisi 26 Maret 2015 menurunkan profil Rusli Marzuki Saria dalam format satu halaman. Selain merupakan apresiasi, pemuatan ini juga sebagai salah satu cara menghormati sosok yang memberikan hidupnya untuk sastra di Sumatera Barat.

26_03_2015_014_003_002

Rusli, 79, sang penyair, berkarier selama tujuh kali periode presiden Indonesia. Nenekku Pergi Suluk menjadi sajak pertamanya yang ditulis pada 1955 dan dimuat di surat kabar Nyata. Setelah itu, ratusan sajak mengalir dari jiwa kreativitas dan menghiasi media-media lokal maupun nasional.
Sesekali, pria yang betah bermukim di Padang, Sumatra Barat, itu juga membacakan puisi-puisinya di panggung sastra. Bahkan, pertengahan tahun lalu, di usia 78, Papa melepas Magnum Opus, antologi puisi dan esai dengan judul “One by One, Line by Line”. (lebih…)

Myra Sidharta | Ia Yang Tak Berhenti Berkarya | Jakarta

Usia 88 tahun tak menghalangi sinolog Myra Sidharta untuk berkarya. Hingga kini, dia tekun meneliti kebudayaan peranakan Tionghoa di Indonesia.

Tahun 2015 ini, Myra alias Ew Yong Tjhoen Moy, menggelar pesta ulang tahun di sebuah hotel di Jakarta, Sabtu (7/3) lalu. “Ini pertama kali ulang tahun saya dirayakan semeriah ini. Semua keluarga dan sahabat berkumpul. Seharusnya saya dari dulu sering mengadakan pesta ulang tahun,” ujar Moy, sapaan akrab Myra. Hadirin pun tertawa. (lebih…)

Ruth Sahanaya | Garap Buku Perjalanan Karier | Jakarta

Lantaran merasa kurang lihai menulis, Uthe menunjuk sahabatnya, yang juga sesama selebritas, yakni Tamara Geraldine, untuk menuliskan buku biografinya. Uthe dilirik PT Aquarius Musikindo. Album pertamanya ialah Seputih Kasih (1987) langsung meledak di pasaran. Nama Uthe semakin tenar saat membawakan lagu Kaulah Segalanya. Demikian Harian Media Indonesia, 1 Maret 2015, hlm 28, memberitakan. (lebih…)

Sapardi Djoko Damono | Secangkir Teh untuk Stamina | Tangerang Selatan

Harian Media Indonesia edisi 26 Februari 2015 memilih Sapardi Djoko Damono sebagai satu dari 45 tokoh yang menjadi referensi Indonesia. Ini selengkapnya (redaksi) (lebih…)

Haryoto Kunto | Menjaga Arwah Kota dengan Buku | Bandung

Kunto memang tak seterkenal Charles Prosper Wolff Schoemaker—dosen arsitek Belanda dan sekaligus dosen Soekarno sewaktu kuliah di ITB Bandung. Nama Schoemaker sama terkenalnya dengan Herman Thomas Karsten yang tercetak di balik dinding-dinding tua bangunan bersejarah masa silam Indonesia. (lebih…)

Hasan Djafar | Energi dari Lembaran Buku | Depok

Dia mendalami studi epigrafi dan sejarah kuno Indonesia di Instituut Kern, Rijksuniversiteit Leiden, Belanda. Ditulisnya buku tentang arkeologi dan sejarah kerajaan Majapahit. Dia abdikan hidupnya untuk keilmuan yang tak banyak orang mau menyuntukinya. Karena itu dia istimewa. Kenalkan Hasar Djafar. Biografinya diangkat ulang Harian Media Indonesia di halaman 11 sebagai “Referensi Indonesia”. (Redaksi) (lebih…)

Ebbie Vebri Adrian | Sembilan Tahun Bertualang demi Buku Fotografi Indonesia | Jakarta

Siapa bilang menulis buku itu gampang. Tanyalah Ebbie Vebri Adrian. Sembilan tahun dilakoninya berkeliling tanah air dan menjual aset untuk mewujudkan impian: membuat buku fotografi tentang keindahan alam negeri. Buku dengan 1.300 foto itu jadi. Judulnya: “Indonesia A World of Treasure”. Ebbie memberitahu kita mencintai Indonesia dengan buku itu mesti dilalui dengan kerja keras. Tri Mujoko Bayuaji menurunkan kisah Ebbie di Harian Jawa Pos yang dipublikasikan 13 Januari 2015. Simak laporan selengkapnya di bawah ini. (Redaksi) (lebih…)

Sudarnoto Abdul Hakim | Merawat Catatan Mbah-mbah Muhammadiyah | Jakarta

Harian Kompas edisi 13 Januari 2015 menurunkan sosok Sudarnoto Abdul Hakim. Ia adalah perawatan catatan-catatan yang luput dari radar dokumentasi resmi; terutama ormas sebesar Moehammadijah. Usaha pengarsipan dan perawatan naskah sudah menjadi tugas negara. Tapi keterlibatan individu yang sadar juga dibutuhkan ketika tradisi arsip belum menjadi kultur masyarakat. Berikut ini adalah laporan minibiografi Sudarnoto Abdul Hakim yang diturunkan Kompas dan ditulis oleh Imam Prihadiyoko. (Redaksi) (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan