-->

Arsip Resensi Toggle

Kabar Resensi Pekan Keempat Juli 2011

KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Aya Hidayah.

Tak Ada Santo dari Sirkus

Karya Seno Joko Suyono

Resensi ditulis Budi Kleden

Dimuat KOMPAS, 24 Juli 2011

Tak Ada Santo dari Sirkus adalah sebuah gugatan terhadap hilangnya humor dalam agama-agama. Aku, si tokoh utama di dalam novel Seno ini, mengisahkan pengalamannya yang berkaitan dengan sirkus dari dua masa dan di tempat berbeda. Kisah masa kecil yang diceritakan dalam alur mundur yang memepertemukan kita dalam dunia sirkus yang memadukan kejenakaan dan musik. Panduan ini dihadirkan kembali pada masa dewasa sang tokoh utama berkisah tentang petualangannya sebagai seorang tenaga sukarela untuk perdamaian di sebuah kota tanpa nama.

Indonesia/Proses

Karya Goenawan Mohamad

Resensi ditulis Veven SP. Wardhana

Dimuat KORAN TEMPO, 24 Juli 2011

GM tak sebatas bicara perihal kebudayaan melainkan lebih luas dan lebih dalam lagi, yakni “identitas” sebuah bangsa. Sementara itu, bangsa dan identitas yang dipaparkan tak sebatas Indonesia, kendati subjudul buku ini terkesan menyaran pada negeri ini. GM sendiri tak menyebutkan organisasi yang menggunakan atau mengatasnamakan agama ini dalam bukunya. Untuk menunjukkan betapa nation, bangsa itu sebagai sesuatu yang bukan benda mati, berhenti, kedap, utuh, abadi beku, GM memaparkan beberapa contoh di tiap geografi politik yang memiliki pemaknaan yang berlain-lainan.

Sebelas Patriot

Karya Andrea Hirata

Resensi ditulis RR Masyitah

Dimuat  KEDAULATAN RAKYAT, 24 Juli 2011

Pengorbanan seorang ayah, cinta seorang anak, kegigihan mencapai mimpi menjadi seorang pemain sepakbola nasional dan patriotisme, menjadikan novel ini penuh warna. Sekalipun terkesan banyak pesan namun novel ini tidak menjadi indoktrinatif. Berbeda dengan novel Andrea yang lainnya. Novel kali ini tidak bertele-tele ceritanya namun lugas dan sekalipun fiksi namun cukup realistis.

Kritik Budaya Komunikasi

Karya Idi Subandy Ibrahim

Resensi ditulis Sarworo Soeprapto

Dimuat  KEDAULATAN RAKYAT, 24 Juli 2011

Dalam buku ini ada 4 tema besar yang diulas penulis. Selain masalah krisis budaya di ruang publik, hal lain yang disorot adalah fenomena budaya kekerasan dalam masyarakat yang telah menjelma menjadi media kekerasan di ruang publik, budaya politisi yang merebaknya budaya hedonisme dan hadirnya perang budaya citra yang juga tengah berlangsung di ruang publik.

Character Buliding: Menuju Indonesia Lebih Baik

Karya Erie Sudewo

Resensi ditulis Anif Punto Utomo

Dimuat REPUBLIKA, 24 Juli 2011

Keprihatinan terhadap merosotnya karakter bangsa Indonesia merisaukan Erie Sudewo. Kegemasannya untuk memperbaiki karakter itu diwujudkan lewat buku Character Building: Menuju Indonesia Lebih Baik. Sebuah buku yang berbicara tentang bagaimana karakter harus dididik sejak dini sehingga akan melekat terus sampai kapan pun. Dalam buku ini juga dijabarkan karakter dasar dalam diri kita.  Namun ada poin yang sedikit berbeda meskipun pengaruhnya tetap sama. Tiga karakter dasar yang diulas adalah tidak egois, jujur, dan disiplin.

Empat Esai Etika Politik

Karya F. Budi Hardiman | Robertus Robert | A Setyo Wibowo | Thomas Hidya Tjaya

Resensi ditulis Musyfak

Dimuat SUARA MERDEKA, 24 Juli 2011

Kumpulan esai 4 penulis yang tergabung dalam buku Empat Esai Etika Politik ini dihadirkan dalam rangka mengatasi kebangkrutan etika politik. Menilik ulang arah politik secara filosofis guna merumuskan arah politik kebangsaan menuju keadaban yang semestinya. Ikhtiar yang mengintensifkan kesadaran politik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai etis yang dibedakan oleh para filsuf besar Jurgen Habermas, Jacques Ranciere, Albert Camus, dan Emmanuel Levinas.

Madre

Karya Dewi Lestari

Resensi ditulis Redaksi

Dimuat TRIBUN JOGJA, 24 Juli 2011

Kisah dalam novel Madre diawali kedatangan Tansen  seorang pemuda dengan pekerjaan tidak tetap. Ia hidup di Bali lalu ke Jakarta. Kedatangannya di kota tersebut didorong rasa penasaran akibat ditunjuk menjadi ahli waris seorang bernama Tan. Kedatangan Tansen kemudian dijawab oleh Madre, toko roti tua yang nyaris reot, beserta sederet peralatan memasak usang di dalamnya. Ia juga bertemu dengan Pak Hadi dan hal-hal lain yang dianggapnya sebuah lelucon yang tak masuk akal. Tansen pun menolak menjadi ahli waris dan merelakan Pak Hadi, selaku pengasuh toko yang untuk menjual Madre. Kisah berliku dialami Tansen, hingga kemudian bertemu seorang gadis bernama Mei. (Aya Hidayah/IBOEKOE)

Sepekan Resensi Blog Buku Pekan Kedua Juli 2011

Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah blog buku di Indonesia. Kabar Resensi ini disusun kontributor blog dari Bandung, HERNADI TANZIL dan dibacakan Ardyan M Erlangga.

The Miracle Endorphin

Karya: Dr. Sheigo Haruyama

Dimuat di blog : REVIEW http://trulyrudiono.blogspot.com/

Diposkan 10 Juli 2011

Setiap manusia tentunya ingin hidup sehat dan menikmati hidup dengan lebih lama. Dr. Sheigo Haruyama dalam buku ini mengemukakan bahwa rahasia hidup sehat dan berumur panjang adalah dengan menjaga keremajaan otak dengan cara terus memproduksi “hormon kebahagiaan (endorphin)” sebanyak mungkin melalui pikiran positif. Hormon kebahagiaan berkhasiat memperkuat daya tahan tubuh, menjaga sel otak tetap muda, melawan penuaan, menurunkan agresivitas dalam relasi antar manusia, meningkatkan semangat, daya tahan & kreativitas. Buku yang telah terjual 5 juta kopi di Jepang ini terdiri dari beberapa bagian. Bagian pembukaan mengupas mengenai penanganan medis pada titik pertemuan pengobatan ala timur dan barat. Bagian pertama membahas bukti medis manfaat dari berpikir positif. Bagian kedua mengenai mereka yang memperkuat otot, tak akan jatuh sakit. Bagian ketiga mengenai pola makan yang membuat otak awet muda. Bagian keempat membahas bagaimana otak senantiasa muda, usia bisa mencapai 125 tahun. Setiap bagian memberikan tips yang mudah diikuti.

Politik Infrastruktur Indonesia

Karya: Endi Rohendi Biaro

Dimuat di blog: Opini dan Resensi Buku http://opinibuku.wordpress.com/

Dopiskan tgl 9 Juli 2011

Alam mengamuk, negeri ini nyaris remuk. Sisi terjelas akibat natural dissaster (gangguan alam) itu adalah infrastruktur yang luluh lantak. Meninggalkan beban besar untuk semua pihak. Namun bukan berarti segalanya tamat. Justru kerusakan infrastruktur adalah pelajaran berharga. Dunia mencatat dengan detil, ketika Amerika Serikat, Eropa, dan paruh lain di berbagai belahan dunia hancur akibat perang, justru “proyek” pembangunan infrastruktur menjadi penyelamat. Indonesia, dengan segenap potensi yang meruah, dan juga pengalaman pahit akibat gempa-tsunami-banjir bisa bangkit dengan cara mengucurkan APBN dalam proporsi besar untuk proyek infrastruktur, memangkas rantai birokrasi yang terlalu panjang, memetakan tata ruang yang tepat, mengundang sebayak-banyaknya investasi asing, dan merangkul partisipasi publik di dalamnya. Buku ini dengan terperinci mengulas poin-poin tersebut.

The Prince and the Pauper

Karya: Mark Twain

Dimuat di blog Ulasan Buku Anak http://bacabukuanak.wordpress.com/

Diposkan tgl 9 juli 2011

Buku ini bercerita tentang dua anak berbeda nasib yang bertukar peran.Tom Canty, anak miskin yang lintang pukang mencari uang dan sering mengalami kekerasan di rumah dengan Pangeran Edward Tudor. Tom Canty, yang menjadi pangeran, dikira gila oleh seisi istana dan harus menekan ucapannya yang tidak mencerminkan jati diri seorang putra mahkota selain kemampuan berbahasa Latin yang baik. Di lain pihak,Pangeran adalah sosok istimewa. Ia tidak senang melihat rakyat diperlakukan kasar. Pangeran yang dikira pengemis gara-gara pakaiannya itu dihadapkan pada kenyataan bahwa rakyat masih banyak yang menderita. Tak seperti kebanyakan fiksi klasik, alur The Prince and the Pauper tergolong cepat. Mendebarkan juga, sehingga cocok untuk penggemar bacaan berbau petualangan.

The Heretic’s Daughter

Karya: Kathleen Kent

Dimuat di blog Surgabukuku http://surgabukuku.wordpress.com/

Diposkan tgl 09 Juli 2011

Tahun 1692 menandai salah satu episode terburuk dalam sejarah Amerika: insiden yang dikenal dengan istilah pengadilan penyihir Salem, terjadi di Massachusetts, Amerika Serikat. Insiden ini mengakibatkan ratusan lelaki, perempuan, dan anak-anak dituduh sebagai penyihir dan dipenjarakan, dan 20 orang dari mereka dihukum mati, sebagian besar dengan cara digantung. Buku yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan apik oleh Leinovar Bahfein ini secara brilian mencatat bagian sejarah kelam yang terjadi di Desa Salem tahun 1692. Berawal dari kelakuan aneh beberapa gadis yang mengaku bahwa mereka telah disihir, yang ditanggapi secara salah dan fatal oleh kaum Puritan, ditambah dengan pengadilan yang berat sebelah dan irasional, menghasilkan tragedi kemanusiaan yang menelan banyak jiwa tak bersalah.

A Little Princess

Karya: Frances Hodgson Burnett

Dimuat di blog Rak Buku Uphiet http://rakbukuuphiet.blogspot.com/

Diposkan tgl 8 juli 2011

Sara Crewe, gadis kecil punya segalanya. Tapi Sara bukan gadis kecil yang manja dan sombong. Sara adalah pribadi yang baik hati, keibuan, pantang menyerah, dan penuh semangat. Sara hanya hidup berdua dengan sang ayah di India. Untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik untuk putrinya, Captain Crewe membawa Sara ke sebuah sekolah asrama di Inggris. Hidup berlalu begitu sempurna, sampai kabar mengejutkan datang di hari ulang tahunnya. Ayahnya meninggal dunia dalam keadaan bangkrut dan tidak mewariskan apapun untuk Sara. Jalan cerita buku ini bagus dan banyak hal-hal baik yang disampaikan. Meskipun karakter Sara terlalu sempurna dan nyaris tanpa cela.

Robinson Crusoe

Karya Daniel Defoe

Dimuat di blog Review Buku http://hurufbuku.blogspot.com/

Diposkan tgl 8 Juli 2011

Robinson Crusoe benar lahir di sebuah keluarga yang mapan, jiwa petualangannya memanggilnya untuk mengembara – sesuatu yang tidak disetujui oleh ayahnya. Crusoe lalu melarikan diri dari rumah ayahnya dan bergabung dengan pelaut. Namun, kapal yang mereka tumpangi tenggelam, membunuh semua penumpang kecuali Crusoe yang selamat walau terdampar di sebuah pulau kosong. Robinson Crusoe bukan cerita mengenai bagaimana seseorang bertualang di laut melainkan tentang bagaimana seseorang harus bertahan hidup di kondisi yang paling sulit. Novel ini ditulis dengan gaya penulisan buku diary. Karena itu, alurnya sangat lambat,tidak terlalu banyak dialog di novel ini.  Perkembangan karakter Crusoe, dari yang mulanya labil menjadi jauh lebih matang, terungkap dalam potongan-potongan peristiwa yang dialaminya. Jika kita sabar membaca kalimat demi kalimat dalam novel ini, tanpa sadar akan mengendap dalam benak kita bagaimana seharusnya manusia menjalani hidup. Apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia agar memiliki karakter yang baik.

Berburu Misteri Alkemi

Dimuat di blog Buku Bermutu http://novalmaliki.blogspot.com/

Diposkan tgl 6 Juli 2011

Scott Mariani dalam buku ini berkisah tentang mantan pasukan elite Inggris, yang kemudian menjadi spesialis menemukan orang hilang bernama Ben Hope. Namun, kini ia dihadapkan pada tugas yang tidak biasa, mencari manuskrip alkemi atas permintaan seorang pengusaha tua dengan dalih untuk menyelamatkan cucu sang pengusaha bernama Ruth. Formula alkemi tersebut konon mampu memperpanjang usia manusia selain mengubah timah menjadi emas. Maka, dimulailah pencarian itu. Meski pada awalnya, Hope sendiri tidak percaya dengan segala hal yang berhubungan dengan Alkemi, namun melihat banyaknya pihak yang tertarik, sedikit demi sedikit ia mulai meyakini keberadaannya. (Tanzil/IBOEKOE)

Kabar Resensi Pekan Kedua Juli 2011

KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Aya Hidayah.

Model Demokrasi Lokal: Jawa Timur, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, dan Bali

Karya Siti Zuhro | Eko Prasojo | Tommi Legowo | Wenny Pahlemy

Resensi ditulis Made Leo Wiratma

Dimuat KOMPAS, 10 Juli 2011

Buku ini berusaha menjelaskan karakter demokrasi lokal melalui tiga faktor dari banyaknya faktor yang berpengaruh dalam perkembangan demokrasi. Tiga faktor itu adalah nilai politik lokal, peran aktor, dan fungsi kelembagaan. Melalui proses penelitian yang cukup panjang, sekitar tiga tahun buku ini menjadi penanda  empat model demokrasi lokal yang masing-masing mencerminkan karakter demokrasi atau demokrasi di keempat daerah tersebut.

masa-depan-tuhanMasa Depan Tuhan: Sanggahan Terhadap Fundamentalisme dan Ateisme

Karya Karen Armstrong

Resensi ditulis Wildani Hefni

Dimuat KORAN TEMPO, 10 Juli 2011

Pada bagian pertama buku ini Armstrong menjelaskan nilai subtantif ajaran agama yang sering kali dipahami oleh sekelompok orang yang mencoba memahami Tuhan dari pelbagai prespektif. Dalam bagian kedua, Armstorng tampak menelusuri kebangkitan Tuhan modern yang menggulingkan banyak persangkaan pada agama tradisional. Buku ini memberikan prespektif baru agar kita melihat masalah-masalah tentang Tuhan dan agama secara lebih bijak agar kita tak terjerumus dalam sikap kekerasan yang tidak toleran khususnya dalam dunia religiositas yang sedang marak saat ini.

Monggo Dipun Badhog

Karya Dukut Imam Widodo

Resensi ditulis Sol Amrida

Dimuat JAWA POS, 10 Juli 2011

Membaca Judul buku ini, sebagian orang mungkin akan mengira bahwa penulis tak mengindahkan etika atau norma di masyarakat Surabaya. Kata Badhog (dibaca: mbadog) yang digunakan untuk judul buku ini, bagi sebagian besar masyarakat Surabaya atau di tanah Jawa umumnya, adalah respresentasi kata yang kasar, tak sopan. Tapi, bagi penulis kata badhog sungguh sangat beralasan. Dengan membandingkan kata-kata yang ada, kata badhog sangat tepat untuk mempresentasikan berbagai jenis makanan yang merupakan kesukaan masyarakat Kota Pahlawan. Buku ini berisi penjelasan mengenai lebih dari 80 jenis makanan, minuman, serta jajanan lama. Berbagai jenis makanan dan minuman diperinci satu persatu disertai gambaran sejarah dan kondisi sosial serta ‘filosofi’ nama-nama badhongan.

Ujian Nasional: Kelulusan vs Kejujuran

Karya Syafbrani bin Zainoeddin

Resensi ditulis Hendra Sugiantoro

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 10 Juli 2011

Ujian Nasional (Unas) tak pernah sepi dari permasalahan. Unas telah menjadi masalah bersama. Bukan hanya persoalan pemerintah, guru maupun dinas pendidikan, tapi juga masyarakat. Unas sebagai bentuk evaluasi tak selalu berbuah keberhasilan. Benar apa yang diutarakan penulis pada buku ini, jika ingin pemetaan pendidikannya berjalan baik, maka berilah gambaran yang sesuai dengan reaitasnya.

Mengapa Saya Memilih Negara Islam

Karya Dewi Triana

Resensi ditulis Benni Setiawan

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 10 Juli 2011

Buku ini lahir berdasarkan fakta dan pengungkapan data berdasarkan wawancara mendalam (indept interview) yang dilakukan sekitar enam bulan. Buku ini memuat bagaimana seseorang dapat menjadi bagian NII, mulai dari bujukan saudara kandung, teman dekat sugesti teman kuliah, kenalan baru yang simpatik, sandiwara kakak kelas. Lebih lanjut Dewi juga mengungkapkan beberapa faktor yang turut mempengaruhi seseorang dapat terjerumus dalam NII KW 9.

Corporate Social Responsibility: Kunci Meraih Kemulian bisnis

Karaya Joko Prastowo dan Miftachul Huda

Resensi ditulis Tommy Setiawan

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 10 Juli 2011

Buku ini merupakan sebuah penyadaran perusahaan atau korupsi-korupsi yang lama ini kurang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Jalal dalam kata pengantarnya menuliskan bahwa CSR menurutnya adalah suatu bisnis yang bermula tercela menuju bisnis yang terpuji. Mengapa demikian? Karena selama ini perusahaan atau korporasi yang hanya mengejar keuntungan dan mendapatkan ‘celaan’ dari masyarakat sekitarnya.

Cerita Azra: Biografi Cebdekiawan Muslim Azyumardi Azra

Karaya Andina Dwifatma

Resensi ditulis Susie Evidia Y

Dimuat REPUBLIKA, 10 Juli 2011

Buku ‘Cerita Azra’ tidak ada kaitannya dengan ide-ide dan pemikiran cemerlang Azyumardi Azra. Buku ini tampil beda, mengungkap sisi lain kehidupan Azyumardi Azra yang belum diketahui publik. Mulai masa kecilnya yang keras didaerah terpencil Lubuk Alung, Sumatra Barat, sampai hijrah kuliah di IAIN Jakarta. Ia menjadi mahasiswa aktivis yang rajin demonstrsi, pernah juga sampai babak belur. Juga tentang perjalanan dan kisah menarik selama di Amerika hasil meraih beasiswa ke beasiswa.

Jangan Tulis Kami Teroris

Karya Linda Christanty

Resensi ditulis Ahmad Khotim Muzakka

Dimuat SUARA MERDEKA, 10 Juli 2011

Dalam tulisan bertajuk “Jangan Tulis Kami Teroris”, yang dijadikan judul buku ini, Linda mengisahkan perjalanan menuju Darul Mujahiddin Bireuen. Oleh pemuda bernam Mustafa, Linda diberi tahu syarat untuk bisa memasuki dayah itu: “harus pakai jilbab. Tidak boleh pakai celana. Harus pakai Rok atau sarung.” Bermula dari peristiwa kecil ini, diskusi dibuka. Ia mengajukan pelbagai pertanyaan, argumentasi dan sanggahan. Buku ini tak hanya menyajikan hal-hal yang dogmatis. Tidak juga membenamkan ideologi secara anarkis . Linda mengajak kita menghidupkan nalar dan kritis.

Naga Kuning (The Yellow Dragon)

Karya Yusiana Basuki

Resensi ditulis Ulani Yunus

Dimuat TRIBUN JOGJA, 10 Juli 2011

Cerita dimulai dengan kehidupan gadis cantik nan cerdas, Lily Kho. Pada saat tragedi kerusuhan Mei 1998 di Jakarta, Lily Kho, putri tunggal pewaris seluruh kekayaan orangtuanya, pemilik grup perusahaan Naga Kuning, diperkosa oleh sejumlah oknum tak dikenal. Tarauma yang begitu mendalam, membuat Lily kehilangan ingatan. Beban paling berat yang harus melekat pada diri Lily adalah kehamilannya dari benih salah seorang pemerkosanya. Benih itu dibiarkan berkembang dalam rahim Lily dan lahir sebagai anak perempuan yang cantik dan berambut ikal. Lika-liku perjalanan Lily dalam proses penyembuhan dari traumanya menjadimenarik karena penulis menguraikannya melalui tempat-tempat yang paling diinginkan untuk dikunjungi semua orang di dunia ini. Novel ini semula ditulis dalam bahasa Inggris. Kemudian diterjemahkan kebahasa Indonesia oleh Valentina Sirait. (Aya Hidayah/IBOEKOE)

Sepekan Resensi Blog Buku Pekan Pertama Juli 2011

Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah blog buku di Indonesia. Kabar Resensi ini disusun kontributor blog dari Bandung, HERNADI TANZIL dan dibacakan Ardyan M Erlangga.

Dan Hujan pun berhenti
Karya: Farida Susanty
Dimuat di blog : It’s time to Read http://miss-bibliophile.blogspot.com/
Diposkan tgl 4 Juli 2011

Bagaimana jadinya jika orang-orang yang seharusnya kamu percayai berkhianat kepadamu?Mengkhianati seluruh kepercayaan yang kamu bangun dan menelantarkannya hingga membuatmu terpuruk? Begitulah setidaknya yang dialami Leostrada, blasteran Indonesia-Jepang yang menjadi kisah novel ini. Alur ceritanya yang kelam dan kompleks tapi terjalin rapi hingga akhir. Alur cerita yang tidak biasa dan menjadi terobosan yang mencengangkan di antara kerumunan teenlit yang menawarkan cerita cinta. Hal itu juga itu tidak dipungkiri mengingat penulis ini tampaknya mengadakan riset panjang, termasuk untuk pendalaman karakter Leo,dan juga menciptakan rangka cerita yang tidak terkesan dangkal.

Theodore Boone: The Abduction (Penculikan)
Kayra: John Grisham
Dimuat di blog “Lemari Bukuku” http://lemari-buku-ku.blogspot.com/
Diposkan tgl 4 Juli 2011

Theodore Boone atau Theo kembali disibukkan dengan sebuah peristiwa hukum yang kali ini melibatkan sahabatnya sendiri. Di buku sebelumnya, sudah diceritakan bahwa Theo bersahabat dengan April Finnmore. Dan pada suatu hari April menghilang, diduga diculik oleh orang yang ia kenal. Ada petunjuk bahwa April sering berkirim surat dengan sepupu jauhnya, seorang pelarian tahanan bernama Jack Lepper. Tuduhan utama pun tertuju pada Jack Lepper. Theo lalu mengerahkan teman-temannya, membentuk regu pencarian April. berkat kecanggihan teknologi, kepintaran Theo, akhirnya ia berhasil mendapatkan sebuah titik terang tentang kemungkinan di mana April berada. Di buku ini, pembaca bisa merasakan emosi Theodore Boone. Tapi, cerita tentang Theo yang jadi ‘pengacara’ yang berurusan dengan Pengadilan Hewan, rasanya gak perlu diulang lagi di buku kedua ini. Karena kesannya hanya sebagai ‘sisipan’. Kenapa gak diceritain Theo yang berusaha ‘memecahkan’ kasus yang lebih ‘menantang’.

Anak Kos Dodol Tamat
Karya: Dewi “Dedew” Rieka
Dimuat di blog Dear Readers “http://floriayasmin.blogspot.com/
Diposkan: 2 Juli 2011

Salah satu buku ‘dodol’ yang menarik perhatian dari remaja sampai orang kantoran adalah Anak Kos Dodol (AKD). Ditengah maraknya buku bergenre serupa, AKD tetap mempunyai tempat tersendiri dihati pembacanya.
Sama seperti AKD-AKD sebelumnya, Dedew masih menggunakan gaya penceritaan yang khas. Tidak baku, tetapi santai khas anak muda. Ia menuturkan kisah yang dialaminya sewaktu masih kuliah di Yogya. Di Yogya, ia ngekos bareng anak-anak dodol lainnya di Puri Cantika 2. Di sinilah Dedew menemukan ‘jati dirinya’ yang awalnya kurang pede menjadi narsis.

kicau-kacauKicau Kacau: Curahan Hati Penulis Galau
Karya: Indra Herlambang
Dimuat di blog Nania Mini Library http://nanniaminilibrary.blogspot.com/
Diposkan: 2 Juli 2011

Di buku ini Indra ‘berkicau’ tentang bermacam hal dengan bahasa anak muda yang renyah tapi ternyata selain mampu mebuat tersenyum, tertawa juga menyentil,menyentuh emosi dan mengingatkan pembacanya.
Buku ini dibagi dalam 4 kelompok yaitu Kicauan Tentang Gaya Hidup, Hidup Gaya, dan Hidup enggak ya,
Kicauan tentang Single, In Relationship, atau It’ Complicated, Kicauan Tentang jakarta, Indonesia, dan Kesehatan Jiwa, Kicauan tentang Keluarga. Semua tulisan diawali dengan Status Twitter, ada yang mengena, ada yang lucu, ada juga yang tidak nyambung, dan ditutup dengan kata-kata yang membuat kita terharu,berpikir, merenung atau biasa saja.

Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia
karya Henk Schulte Nordholt, Bambang Purwanto, Ratna Saptari
Dimuat di blog Fans Berat Buku http://fansberatbuku.blogspot.com/
Diposkan: 1 Juli 2011

Cukup sering bukan kita mendengar frase Alex Haley yang menulis “Sejarah adalah milik mereka yang menang (History is written by the winners)”? Hampir selalu malah terdengar ini di forum pembahasan mengenai sejarah. Historiografi Indonesia adalah salah satunya. Saat rezim berganti semua berebut menyatakan kebenaran. Kontestasi menuju siapa yang menang dan berhak menulis sejarah pasti seru untuk diamati. Hilmar Farid misalnya, menulis tentang peranan Pramoedya dalam mendekonstruksi sejarah bangsa lewat novel-novelnya. Harry Poeze mengangkat persoalan lain yang semangatnya sama: menggugat sejarah yang sudah dituliskan saat ini. Atau kita sedang mengamini perkataan David McCullough untuk menjadi bangsa pelupa.

Room

Karya Emma Donoghue
Dimuat di blog My Book Review Corner http://annisaanggiana.wordpress.com/
Diposkan: 3 Juli 2011

Seorang remaja perempuan diculik ketika berumur 19 tahun. Pria penculik tersebut mengurung dirinya di sebuah kamar yang berada di ruangan bawah tanah. Kamar tersebut dilengkapi dengan pintu yang hanya bisa dibuka dengan password sang penculik. Di tahun kedua penahanannya perampuan tersebut melahirkan anak, di ruangan bawah tanah tersebut, sendirian. Anak itu dinamainya Jack. Lima tahun kemudian melalui mata Jack-lah cerita ini dinarasikan. Dalam dunia Jack hanya ada dirinya dan Ma. Jack sama sekali tidak mengetahui apa pun di luar dunia yang mereka namakan Room. Walaupun Room dilengkapi dengan TV namun Ma mengatakan bahwa segala sesuatu yang mereka lihat di TV hanyalah gambar dan tidak nyata. Di luar Room hanya ada Outerspace. Yang istimewa dari buku ini adalah bagaimana Emma Donoghue menceritakannya dari sudut pandang seorang anak berusia 5 tahun. Jack yang lovable. Narasinya begitu nyata dan khas anak kecil.

Incognito
Karya: Windy Puspitadhewi
Dimuat di Blog: Story Eaters Tales http://junareanto.com/
Diposkan: 1 Juli 2011

Erik dan Sisca tak pernah membayangkan mereka bisa berpetualang seperti cerita di buku-buku yang mereka baca. Sejak pertemuan mereka dengan Carl, cowok berkebangsaan Belanda dari masa lampau, yang secara mendadak muncul dan menyeret mereka secara tak sengaja dalam petualangan waktu–Carl memiliki mesin waktu berbentuk jam. Namun sayangnya, mereka tidak bisa memilih dimana dan kapan mereka bisa “melompat”. Mereka bertemu tokoh-tokoh terkenal. Bertemu Archimedes Huckleberry Finn, Charles Darwin hingga Musashi yang hendak melakukan pertarungan bersejarahnya. Termasuk ketika Erik nyaris terhapus dari sejarah karena secara tak sengaja Carl ikut campur dalam proses percintaan orang tuanya.
Booklovers, ini adalah novel teenlit Indonesia yang masuk daftar atas novel yang pantas difavoritkan. Namun ada beberapa hal yang cukup mengganggu. Pertama, kurangnya porsi dari ceritanya. Terlalu cepat sekali waktu melompatnya dari satu tempat ke tempat yang lain. Kedua, pembaca hanya disuguhi sebuah bacaan ‘penglihatan’ bukan bacaan ‘yang dirasakan’. Ketiga, sifat tegas Erik. Sifat Erik yang simple, tegas dan langsung kesasaran merupakan daya tarik tersendiri di novel ini. Ke-4, bahasa-bahasa yang digunakan oleh penulisnya. (Tanzil/IBOEKOE)

Kabar Resensi Pekan Pertama Juli 2011

KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Ayah Hidayah.

berkahBerkah Kehidupan: 32 Kisah Inspiratif tentang Orangtua

Karya Baskara T Wardaya

Resensi ditulis J Sumardianta

Dimuat KOMPAS, 3 Juli 2011

Buku ini membahas antologi pengalaman orangtua dari 32 tokoh penggiat masalah publik dengan latar belakang berbeda: budayawan, tokoh agama, mantan tapol, sejarawan, seniman antropolog, rektor, intelektual, peneliti, sosiolog dan wartawan. Para tokoh itu menunjukan betapa keteladanan orangtua membuat hidup anak-anak memiliki visi dan nilai yang terbimbing. Antologi ini terkesan berat dan elitis. Belum memberi ruang berbagi kearifan orang biasa dalam mendidik keluarga mereka. Kendati demikian, testimoni pendidikan karakter dalam wajah paling manusiawi yang digarap sejarawan Baskar T Wardaya ini merupakan pionir.

Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

Karya Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup

Resensi ditulis Abd. Basid

Dimuat JAWA POS, 3 Juli 2011

Buku ini terdiri atas dua bagian. Bagian pertama tentang buku surat dan bagian kedua tentang perpustakaan. Bagian pertama berisi tulisan-tulisan surat sepasang adik-kakak sepupuan, Berit Boyum dan Nils Boyum Torgersen. Berit Boyum dan Nils Boyum Torgersen menggunakan buku surat itu untuk berkomunikasi satu dan yang lainnya. Sampai waktu yang lama pun seluruh arsip catatan tetap tersimpan rapi dan runtut. Sejak awal pembaca akan dibuat penasaran terhadap berbagai pengalaman yang mereka tulis. Apalagi keduanya menambahkan dugaan-dugaan teori, imajinasi, serta fantasi mereka masing-masing untuk mendapatkan titik terang semua misteri yang mereka hadapi. Sedangkan bagian kedua diceritakan saat-saat di mana keduanya akhirnya berkumpul kembali untuk memecahkan misteri itu. Hingga akhirnya mereka berhasil memasuki perpustakaan bawah tanah milik Bibbi Bokken.

Republika Rimba

Karya Ryan Sugiarto

Resensi ditulis Mochammad Said

Dimuat JAWA POS, 3 Juli 2011

Tak ada yang disebut dengan keadilan moral apalagi keberpihakan untuk si miskin atau si kecil karena hukum yang berlaku adalah persaingan bebas. Barang siapa yang tidak mampu bersaing, ia harus siap tersingkir dan terpinggirkan. Realitas kehidupan alam rimba itulah yang didedah dalam fabel Republik Rimba karya Ryan Sugiarto. Fabel ini adalah sebentuk metafor satiris dari tafsir pengarangnya atas kondisi republik ini.

Metodologi 6 Sigma

Karya Salahudin Muis

Resensi ditulis Hamimie

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 3 Juli 2011

Buku ini lebih pas di sebut sebagai buku pegangan kuliah manajemen. Karena konsep 6 Sigma yang diperkenalkan oleh perusahan kelas dunia Motorola ini merupakan metodologi meningkatkan kualitas produksi yang akhirnya mampu menghemat biaya produksi. Dan memahami isi materi 6 Sigma serta bagaimana menerapkannya secara tepat.

Putra Salju

Karya Salman el-Bahry

Resensi ditulis RR Masyithah

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 3 Juli 2011

Novel ini mengisahkan bocah yang bernama Mohammad Jusuf yang mempunyai nama kesayangan dari ibunya. Ia bergelar Putra Salju karena jasanya menyelamatkan arsip desa kala banjir. Dan aliran banjir bandang besar menjadi kisah yang mengawali novel ini. Dan sejak itu nama Putra menenggelamkan nama aslinya. Di sinilah perjalanan bocah Putra Salju itu dikemas dan kemudian ternyata menjadi ustad yang bertekad tidak akan berpoligami.

Jakarta Panduan Wisata Tanpa Mal

Karya Ade Mulyani dan Wieke Dwiharti

Resensi ditulis Susie Evidia Y

Dimuat REPUBLIKA, 3 Juli 2011

Ade dan Wieke memberikan judul pada buku mereka ini Jakarta Panduan Wisata Tanpa Mal. Bukannya mereka menjadi aliansi pembenci mal. Karena mal seolah sudah menjadi darah daging kehidupan warga Ibu Kota. Maka bagi Ade dan Wieke tempat wisata modern  itu sudah tidak perlu dijelaskan atau diperkenakan lagi. Sebelum mengupas tentang tempat wisata alternatif selain mal itu, buku ini diawali dengan sejarah berdirinya Jakarta. Dilengkapi dengan foto-foto Jakarta tempo jadul yang memikat.

The Becak Way, Ngudoroso Inspiratif di Jalan Becak

Karya Harry Van Yogya

Resensi ditulis T Nugroho Angkasa

Dimuat SUARA MERDEKA,  3 Juli 2011

Buku ini memuat kearifan hidup yang dilakoni Harry Van Yogya (HVY). Ia meyakini bahwa profesi yang digelutinya sejak 1990 merupakan ujung tombak pariwisata Jogja. Harry bukan sastrawan, akademis atau penulis profesional. Ia tukang becak yang sehari-hari mangkal di kawasan Kampung Turis, Prawirotaman, Yogyakarta. The Becak Way lebih merupakan kumpulan esai yang terdiri atas 10 bab. Buku ini layak menjadi bahan refleksi kita. Ternyata keterbatasan finansial bukan halangan bagi siapa saja yang tak kenal putus asa.

Takhta untuk Rakyat: Celah-Celah Kehidupan Sultan Hamengkubuwono IX

Karya Mohamad Roem | Mochtar Lubis |Kustiniyati Mochtar | S. Maimoen

Resensi ditulis Tea

Dimuat TRIBUN JOGJA, 3 Juli 2011

Buku ini mengisahkan seluruh perjalanan kehidupan Sultan HB IX, sejak dilahirkan di Keraton. Berjuang pada zaman kolonial Belanda, masa pendudukan Jepang, perang kemerdekaan, Orde lama, Orde Baru sampai kemudian dimakamkan diperbukitan Imogiri, pantai selatan Pulau Jawa. Peredaran yang luas bagi buku ini mencerminkan pengaruh Sultan Yogyakarta itu selama masa pengabdiannya, bukan hanya sebagai raja di wilayah kekuasaannya, melainkan juga sebagai pemimpin politik nasional dalam berbagai jabatan negara sejak masa awal kemerdekaan. (Ayah Hidayah/IBOEKOE)

Sepekan Resensi Blog Buku Pekan Keempat Juni 2011

Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah blog buku di Indonesia. Kabar Resensi ini disusun kontributor blog dari Bandung, HERNADI TANZIL.

Berjuanglah, Bunda Tak Sendiri

Karya: Qonita Musa & Naqqiyah Syam

Dimuat di Blog “Jendelaku Menatap Dunia” http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/

Diposkan, 21 Juni 2011

Semua kisah mengalirkan cerita betapa perjuangan para bunda untuk melahirkan. Buku yang dibagi babnya sesuai dengan kelahiran anak yang keberapa ini bukanlah bertujuan untuk membuat pembacanya, terutama kaum perempuan, untuk takut dengan proses hamil hingga melahirkan. Rangkaian kisah para bunda tersebut malah menjadi hamburan motivasi bahwa ketika mereka bisa melaluinya. Berbagai permasalahan ketika melahirkan, seperti terlilit tali pusar, farises, retro, sungsang, dsb, seringkali membuat para dokter kandungan dengan “mudah”nya menyarankan untuk operasi caesar sebelum ada upaya lebih lanjut. Lewat kisah-kisah para Bunda, kondisi yang “menyusahkan” tersebut ternyata berhasil dilalui dengan kelahiran normal. Tips-tips seputar hamil dan melahirkan terlampir pada bagian akhir buku yang berisi 21 kisah ini.

Nyai Dasima

Karya: S.M Ardan

Dimuat di Blog “Blog Buku Helvy” http://blogbukuhelvry.blogspot.com/

Diposkan, 22 Juni 2011

Nyai Dasima dalam cerita SM Ardan ini tidak digambarkan secerdas Nyai Ontosoroh. Ny Dasima bersuamikan Tuan William dan memiliki seorang putri yang bernama Nancy. Selama 7 tahun Nyai Dasima tidak pernah pulang ke kampung halamannya di Bogor. Selama itu pula ia tidak pernah bergaul dengan teman sebangsa, dan ia tidak pernah dilibatkan dalam pertemuan-pertemuan keluarga Eropa di Batavia. Hidup Nyai Dasima akhirnya harus berakhir di tangan Bang Puase, orang suruhan Samiun. Samiun adalah seorang Kusir yang tinggal bersama isteri dan ibunya di kawasan Kwitang. Ia depresi lantaran istrinya sepertinya tidak mencintainya dan selalu bersenang-senang. Samiun menaruh hati pada Nyai Dasima, yang adalah “bini piare” Tuan William di daerah Pejambon. Ia berusaha dengan keras agar dapat memperistri Nyai. Ketika Samiun ingin memperistri Nyai Dasima terjadi benturan nilai etika.

The Old Man and The Sea (Lelaki Tua dan Laut)

Karya: Ernest Hemingwak

Dimuat di Blog “Mari Membaca” http://www.althesiakoyongian.co.cc/

Diposkan : 24 Juni 2011

Lelaki tua dan laut menceritakan kehidupan seorang nelayan tua asal kuba yang bernama Santiago. Setelah mencoba dan gagal menangkap ikan selama 84 hari, Santiago tidak putus asa. Bahkan setelah satu-satunya teman berlayarnya, Manolin, meninggalkannya sendirian atas permintaan orang tuanya, Santiago tetap berangkat disaat hari masih gelap, mengembangkan layarnya dan mengarungi lautan. Kisah Santiago adalah cerminan perjuangan seorang manusia. Apapun profesi Anda, kisah nelayan ini akan membuat Anda berkaca. Jangan menyepelekan Santiago karena ia hanya seorang nelayan, karena nelayan pun harus menghadapi badai dan gelombang bukan? Santiago tidak menyerah, bahkan ketika ia mulai kehabisan tenaga, tangan dan punggungnya mulai terluka, ia tidak mau kalah. Di novel ini Hemingway juga ingin menampilkan sisi persahabatan yang juga dibutuhkan manusia dalam hidup.

Orang Jawa Jadi Teroris

Karya: M. Bambang Pranowo

Dimuat di Blog “Buku Bermutu” http://novalmaliki.blogspot.com/

Diposkan : 24 Juni 2011

Kekerasan berbaju agama kembali mendera Indonesia, hal yang menarik bahwa kasus-kasus tersebut justru terjadi di Pulau Jawa dengan pelaku kebanyakan dari suku Jawa, sebuah suku mayoritas di Indonesia yang selama ini dikenal dengan keramah-tamahan dan sopan santunnya. Secara keseluruhan sikap dan tutur kata orang Jawa sangat lembut, akomodatif, dan mudah bersahabat dengan siapa pun. Namun, di sisi lain orang Jawa juga memiliki filosofi hidup tiga nga yang dalam kondisi tertentu sering muncul, yaitu ngalah, ngalih, dan ngamuk. Karakter ngalah biasanya digunakan untuk tujuan jangka panjang yang menguntungkan. Tapi jika lawannya masih keras, orang Jawa akan ngalih, meminggirkan dirinya dan mencari strategi lain untuk menang. Namun jika terus didesak dan diinjak terus menerus, orang Jawa akan ngamuk. Buku setebal dua ratus lima puluh lima halaman ini merupakan kumpulan empat puluh satu tulisan Bambang Pranowo yang tersebar di berbagai media.

The Moneyless Man: Kisah Nyata Setahun Hidup Tanpa Uang

Karya: Mark Boyle

Dimuat di Blog “Etalase Buku” http://etalasebuku.blogspot.com/

Diposkan : 26 Juni 2011

Mana mungkin orang bisa hidup tanpa uang? Di zaman modern seperti sekarang ini, rasanya mustahil. Tapi, pandangan itu ternyata mampu dipatahkan oleh Mark Boyle. Kisah nyata kehidupannya yang dijalaninya tanpa uang ini tidak saja membuktikan bahwa ia bisa hidup tanpa uang tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa uang itu tidak lebih sebagai alat tukar. Uang bukan sebagai tujuan hidup. Pertama, Mark telah “mengajarkan hidup” dengan elegan bahwa uang bukan segala-galanya. Maka, salah jika kebahagiaan itu ditentukan oleh uang. Kedua, jangan sampai dengan uang, “persahabatan” justru hancur lantaran uang membangun sekat berdasarkan perbedaan status sosial (kaya dan miskin). Ketiga, kisah Mark yang hidup tanpa uang telah mengajarkan eksistensi sebuah nilai sejati segala sesuatu yang ada. Keempat, meski pembaca tak harus meniru menjalani hidup tanpa uang sebagaimana yang dipraktekkan Mark, minimal dari kisah hidup Mark ini pembaca akan memetik pelajaran untuk bisa berhemat. Hidup berdasarkan pada kebutuhan.

Kenali Kepribadian menurut Tulisan Tangan

Karya: Arfan Achyar

Dimuat di Blog “Review Buku” http://trulyrudiono.blogspot.com/

Diposkan: 25 Juni 2011

Menulis merupakan sebuah kegiatan yang dikoordinasi oleh otak. Setiap gerakan alat tulis bukan hanya mencerminkan sikap yang kita miliki terhadap diri, melainkan juga memperkuat sikap kita. Semakin sering kita menulis dengan cara tertentu, semakin dalam sikap itu tergores dalam jiwa kita. Sang penulis buku, Vamala Rodgers membutuhkan tiga puluh tahun untuk melakukan riset, merancang dan memperbaharui upaya menciptakan Abjad Vimala Alphabet. Sistem ini merupakan sebuah sistem penulisan yang menggunakan tulisan tangan bukan hanya sebagai alat komunikasi melainkan sebagai alat pembangunan karakter karena bentuk setiap huruf menguatkan kembali kualitas-kualitas paling mulia si penulis.

Lee Raven Boy Thief

Lee RavenKarya: Zizou Corder

Dimuat di Blog “Baca Buku Fanda” http://bukufanda.blogspot.com/

Diposkan : 27 Juni 2011

Buku ini tentang seorang remaja berusia sekitar 15 tahun memutuskan untuk mencopet dompet milik seorang wanita kaya. Untuk menghindar dari kejaran petugas keamanan si wanita kaya, kedua kakinya membawa Lee ke pintu belakang sebuah rumah. Sang pemilik rumah yang penuh buku itu adalah Mr. Maggs, seorang penjual buku antic. Tak sengaja Lee menemukan sebuah buku tua di dalam sebuah kotak penyimpan barang berharga. Dari pencopet dompet, Lee tiba-tiba menjadi pencuri buku. Namun anehnya, buku yang terbawa olehnya itu yang justru lebih diburu orang daripada dompet milik wanita kaya yang penuh uang tunai. Buku apa sebenarnya yang dibawa oleh Lee? Dan mengapa gara-gara buku itu, pemilik sebenarnya buku itu sampai dibunuh? Jawabannya tentu saja terletak pada dan di dalam buku itu sendiri. Maka dimulailah petualangan Lee yang malang, bersama dengan buku itu, yang ternyata memang bukan buku biasa. (Tanzil/IBOEKOE)

Kabar Resensi di Media Cetak Pekan Ketiga Juni 2011

KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia. Disusun oleh Aya Hidayah dan dibacakan Ardyan M Erlangga:

Bercermin di Layar, Realita Antar Cerita

Karya Rohmad Hadiwijoyo

Resensi ditulis Ono Sarwono

Dimuat MEDIA INDONESIA, 25 Juni 2011

Buku setebal 212 yang berisi 34 wayang ini, isinya ringan dan bahasanya pun sederhana. Secara umum buku ini berisi pasemon-pasemon. Dalam budaya Jawa, pasemon adalah cara yang paling beradab ketika seseorang menyindir atau mengkritik orang lain. Mengapa demikian, karena kritik terbuka dinilai tidak sopan. Dengan pasemon, orang yang diharapkan akan sadar tanpa merasa diserang, digurui atau disalahkan. Selain itu dalam buku ini juga dilengkapi gambar tokoh-tokoh wayang yang terkait dalam ceritanya.

AzraCerita Azra, Biografi Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra

Karya Andina Dwifatma

Resensi ditulis Amirullah

Dimuat KORAN TEMPO, 26 Juni 2011

Buku dengan gaya bertutur ini banyak mengungkap kisah Azra yang belum banyak diketahui orang. Saat kecil, pakar sejarah dan peradaban Islam ini ternyata tidak hanya doyan membaca, iya juga punya hobi nonton film. Cerita-cerita masa kecilnya bertebaran dalam buku ini. Ada kisah Azra telat masuk sekolah. Gara-garanya dia dianggap belum cukup umur. Azra tidak bisa menjangkau ujung telinganya. Ada pula tingkah naif yang biasa dilakukan dikala sakit. Jika terkena migran, kepalanya diikat dengan sapu tangan atau ikat pinggang. Sosok cendekiawan Muslim itu tidak cuma disegani di Indonesia, tapi juga di dunia internasional.

Mozaik Ingatan

Karya Agus Budiawan dkk

Resensi ditulis Risang Anom Pujayanto

Dimuat JAWA POS, 26 Juni 2011

Buku kumpulan cerita pendek (cerpen) Mozaik Ingatan merupakan salah satu wujud sanggahan kematian dunia prosa Surabaya. Buku ini memuat 14 cerpen yang pernah terpublikasi di media masa lokal maupun nasional beberapa karya dipilih dengan pertimbangan pernah meraih penghargaan pada festival tulis-menulis di tingkat lokal dan nasional. selain itu juga menghadirkan satu tulisan khusus, yakni naskah kritik. Kritik empat belas cerpen, lebih tepatnya. Bramantio salah seorang pemenang Sayembara Telaah Sastra DKJ 2007 dan Sayembara Telaah Sastra DKJ 2009, didaulat menelaah keseluruhan karya Mozaik Ingatan.

Sejarah Teror: Jalan Panjang Menuju 11 September

Karya Lawrence Wright

Resensi ditulis Imam S Arizal

Dimuat JAWA POS, 26 Juni 2011

Buku tentang sejarah teror terdahsyat sepanjang abad 21 itu didasarkan pada penelitian selama lima tahun dan ratusan wawancara yang dilakukan di Mesir, Arab Saudi, Pakistan,Afganistan, Sudan, Inggris, Prancis, Spanyol, Jerman, dan Amerika Serikat. Lawrence Wright melakukan penelaahan mengenai sejumlah pribadi dan gagasan mereka, berbagai rencana teroris, serta kegagalan intelijen Barat yang berujung pada serangan terhadap Amerika.

Super Brain Memory: Teknik Cepat Menghafal Luar Kepala

Karya Prapti Hartiningsih SPt

Resensi ditulis Ulfah Nurhidayah

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 26 Juni 2011

Buku ini membantu melatih menajamkan otak dalam menyimpan memori atau menghafal. Tidak hanya memori jangka pendek, namun juga jangka panjang. Memang metode hafal yang ditawarkan dalam buku ini dirancang dengan banyak melibatkan aktivitas otak kanan, terutama imajinasi, namun tidak berarti aktivitas otak kiri dinegasikan begitu saja. Di akhir buku ini dituturkan pula Brain Performance Enhancement Guide (PEG). Yaitu informasi menjaga kesehatan otak, termaksud makanan, minuman dan musik yang baik bagi otak.

Excuse Moi

Karya Margareta Astaman

Resensi ditulis Chairil Anwar ZM

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 26 Juni 2011

Dalam buku ini penulis berulang kali mengkritik tentang negara dengan kebobrokan sistem yang memojokkan kaum minoritas, tentang perlakuan orang pribumi yang kurang ramah kepada orang-orang China dan tentang stereotipe yang keliru bahkan yang salah kaprah ihwal orang China dan kebudayaannya. Di buku ini Margie memberi batasan yang tegas bahwa China di Indonesia bukanlah bangsa tapi adalah sebuah suku seperti halnya Jawa, Sunda, Batak dan lain-lain, sementara Indonesia sebagai sebuah Negara.

Cinta Suci Zahrana

Karya Habiburrahman El Shirazy

Resensi ditulis Irwan Kelana

Dimuat REPUBLIKA, 26 Juni 2011

Perjuangan berliku seorang wanita karier berusia kepala tiga dalam mencari dan menemukan jodoh sejatinya, inilah tema novel terbaru karya Habiburrahman El Shirazy. Sesuai dengan judulnya Cinta Suci Zahrana, novel yang mengambil latar di Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga negeri Cina itu. Mengisahkan seorang wanita karier tepatnya dosen yang baru menyadari pentingnya pernikahan ketika usianya sudah beranjak tua untuk ukuran seorang wanita. Selama ini ia sibuk mengejar mimpinya, menjadi seorang dosen yang berprestasi, sehingga ia menolak lamaran sejumlah pria yang ingin menyuntingnya.

Antara Daerah dan Negara: Indonesia Tahun 1950-an

Penyunting Sita van Bemmelen | Remco Reben

Resensi ditulis Bandung Mawardi

Dimuat SUARA MERDEKA, 26 Juni 2011

Buku ini mengingatkan kita pada babak-babak menegangkan, sentimen kedaerahan, nafsu pemberontakan, dan politik disintegratif. Eksistensi negara pada tahun 1950-an memang rentan oleh kritik dan resistensi. Pemberlakuan gagasan demokrasi liberal memunculkan tafsir yang berseberangan, gugatan legitimasi, dan euforia politis.

9 Summers 10 Autumns: dari Kota Apel ke The Apple

Karya Iwan Setiawan

Resensi ditulis Redaksi

Dimuat TRIBUN JOGJA, 26 Juni 2011

Penggalan sinopsis dari buku ini sudah jelas mengenai kondisi Iwan Setiawan kecil yang masih harus berjuang demi keluarganya. Di sini Iwan memaparkan kehidupannya yang malang selama dibesarkan orang tuanya di Kota Batu Malang. Di bab-bab pertengahan Iwan lebih banyak berkisah tentang kehidupan yang dijalaninya selama di New York. Perjalanan demi perjalanan yang dilakukan Iwan hampir selama 10 tahun di New York City ia tuangkan semua dalam buku ini. (Aya/IBOEKOE)

Sepekan Resensi di Blog Buku (Pekan Kedua dan Ketiga Juni 2011)

Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah blog buku di Indonesia. Kabar Resensi ini disusun kontributor blog dari Bandung, HERNADI TANZIL.

Ways to Live Forever | Gramedia | 2008
Karya: Sally Nichols
Dimuat di Blog “Cow and Her Book” http://bukunyasapi.blogspot.com/
Diposkan, 18 Juni 2011

Ways To Live Forever adalah buku harian Sam yang berisi daftar-daftar, cerita-cerita, foto-foto, berbagai pertanyaan dan fakta yang dikumpulkannya selama minggu-minggu terakhir kehidupannya. Sam, yang mengidap leukimia, bercerita melalui buku hariannya tentang kehidupannya, keluarganya, teman-temannya, dan tentang penyakitnya juga.
Sam adalah seorang anak lelaki kecil, dengan jiwa yang amat besar. Ia tidak tahu mati itu seperti apa, rasanya bagaimana, atau setelah ia mati, ia akan pergi kemana. Sam sama tidak tahunya seperti saya. Namun, seperti tertulis di buku hariannya, Sam sama sekali tak pernah mengeluhkan apapun. Mungkin ia merasa takut juga, tapi ia mengatasi ketakutannya dengan cara menghadapinya. Karena, sekali lagi, kematian adalah hal yang tak terhindarkan.
Saya menobatkan buku ini sebagai buku tentang kematian pertama yang saya sukai, dibandingkan dengan beberapa buku yang telah saya baca sebelumnya. Buku ini mengajarkan pada saya betapa tidak bergunanya rasa takut saya pada kematian kalau saya tidak melakukan apa-apa untuk mengatasinya.

OeiTragis Oei Hui Lan: Putri Terkaya di Indonesia | intibook | 2011
Karya: Agnes Davonar
Dimuat di Blog “Its Time To Read” http://miss-bibliophile.blogspot.com/
Diposkan, 18 Juni 2011

Novel semi autobiografi ini menggambarkan permulaan masa kecil dari Oei Hui Lan hingga ia dewasa. Masa kecil yang dimulai dari kehidupannya yang penuh limpahan harta karena ayahnya,Oei Tiong Ham adalah seorang raja gula yang dinobatkan sebagai orang terkaya se Asia Tenggara. Hui Lan sendiri tidak mengetahui fakta itu sampai usianya menginjak 15 tahun.
Oei Hui Lan merupakan anak kedua dari istri sah Oei Tiong Ham dan bertempat tinggal di Semarang,Jawa Tengah. Ia dan keluarga menghuni rumah mewah layaknya istana dengan luas mencapai 9,2 hektar dengan 40 pembantu, 50 tukang kebun,berikut tambahan guru les privat dan koki terkenal dari China,Melayu,maupun Eropa.
Dari novel ini kita dapat mengambil hikmah bahwa gelimangan harta dan ketenaran bukan segala-galanya. Rasa cinta, syukur, memberi adalah kunci kebahagian abadi.

Setanggi Timur
Karya: Amir Hamzah
Dimuat di Blog “Fans Berat Buku” http://fansberatbuku.blogspot.com/
Diposkan, 17 Juni 2011

Setanggi Timur dikumpulkan oleh Amir Hamzah. Berisi puisi dan cerita dari lima bagian yakni: Ajam, Hindi, Tiongkok, Jepun, Turki.
Di buku ini terdapat sajak haiku. Barangkali ini jejak penerjemahan haiku tertua adalah dalam buku Setanggi Timur ini. Sebagaimana dijelaskan Amir Hamzah, haiku adalah “nama sajak yang sependek-pendeknya dalam sastera Jepang, terbentuk dari 17 patah kata, terkandung dalam tiga baris.

Membaca Pikiran Orang Lewat Bahasa Tubuh | Kaifa | 2010
Karya: Dianata Eka Putra
Dimuat di Blog “Etalase Buku” http://etalasebuku.blogspot.com
Diposkan, 17 Juni 2011

Buku ini membahas bahasa tubuh untuk bisa membaca pikiran orang, buku ini pun mengenalkan pada pembaca akan keragaman bahasa lain, seperti memahami dan membaca orang jatuh cinta, kecewa, marah, bahkan bahasa orang yang sok berkuasa. Lebih jauh, bahkan penulis mengungkap bahasa tubuh khas dari penjuru dunia. Buku ini pun, tak bisa disangkal, akan mengantarkan pembaca memiliki setangkup pengetahuan dan bisa dipraktekkan untuk membaca komunikasi baik secara oral maupun non verbal lewat bahasa tubuh
Dengan bekal itulah, pembaca tak saja akan bertambah wawasan, karena buku ini mengantarkan pembaca pada keragaman bahasa lain–selain bahasa yang terucap dari mulut. Tak salah, jika buku ini pun bisa membekali pembaca untuk bisa sukses menjalin hubungan dengan orang lain dalam pergaulan yang harmonis. Dan dengan menguasai bahasa tubuh itu, pembaca ibarat memiliki kunci (bisa) membaca pikiran orang lain.

Mitologi China | Oncor Semesta Ilmu | 2011
Karya: Irene Dea Collier
Dimuat di Blog “My Milky Way” http://mymilkyway.blogdetik.com/
Diposkan, 16 Juni 2011

Buku ini cukup menarik dan bisa menjadi referensi tambahan untuk berbagai bacaan mitologi cina. Menurut saya pribadi, buku yang ditulis oleh Irene Dea Collier ini seperti perpaduan jurnal dan kumpulan dongeng. Mitologi-mitologi China yang dibahas dalam buku ini ada 10: Panku Menciptakan Dunia, Nuwa Menciptakan Manusia, Fushi Mengajari Manusia, Perang Air, Yu Membangun Kembali Bumi, Yi Sang Pemanah Hebat, Dewi Bulan, Ramalan Unicorn, Raja Kera, dan Perjalanan ke Barat.
Buku ini diberi kata pengantar yang disusun dengan sangat baik agar pembaca dapat memahami latar belakang budaya cina secara umum. Bahkan juga dilengkapi dengan dua buah tabel: raja-raja legendaris Cina, dan urutan periode kejayaan dinasti-dinasti Cina. Sayangnya, penerbit tidak memberi keterangan mengenai siapakah sebenarnya si penulis. Padahal, dalam menyampaikan suatu sejarah dan mitologi, harus ada jaminan mengenai kredibilitas penulisnya.

Remember When | Gagas Media | 2011
Karya: Winna Efendi
Dimuat di Blog “Mia Membaca” http://miamembaca.wordpress.com
Diposkan, 14 Juni 2011

Adrian pemain basket, tokoh populer di SMA, Gia, gadis cantik, terkenal, favorit guru-guru dan banyak teman. Moses, lelaki tinggi, serius, pintar. Freya, a girl next door, sederhana dan pintar. Adrian berteman dekat dengan Moses. Gia yang berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Freya bisa menjadi sahabat karib. Adrian berpacaran dengan Gia, dan Freya sang kutu buku berpacaran dengan Moses, siswa teladan sekolah. Perfect. Sempurna, sampai Adrian tersadar kalau hanya Freya yang bisa mengerti hatinya yang paling dalam.
Buku ketiga Winna Efendi yang sukses membius setelah Ai dan Refrain, sekali lagi saya tenggelam dalam dunia melankolis yang Winna ciptakan. Saya seakan kembali ke masa SMA dan ikut bergaul dan kenal dengan Moses, Freya, Gia dan Adrian, 4 tokoh utama Remember When.

Dear John | GPU | 2010
Karya: Nicholas Spark
Dimuat di Blog “Lemari Bukuku” http:// lemari-buku-ku.blogspot.com
Diposkan, 13 Juni 2011

Hidup berdua dengan ayahnya, tidak menjadikan John Thryee dekat dengan ayahnya. Hubungan mereka berdua cenderung aneh, masing-masing hidup dalam diam dan sibuk sendiri. Ayahnya adalah petugas pengantar barang, yang seperti punya kehidupan dan rutinitas sendiri. Setiap hari, mudah ditebak apa saja yang akan ia lakukan, bahkan perkataan yang akan diucapkan. Mulai dari sarapan sampai makan malam. Satu-satunya yang membuatnya lebih hidup ketika ia berkutat dengan koleksi koin-koinnya. saat kecil, John masih betah mendengar dan ikut ayahnya mencari koin-koin baru. Tapi, beranjak dewasa, John mulai ‘gerah’. Ia pun ‘melarikan diri’ dan masuk sekolah angkatan darat, hingga kemudian ditugaskan di Jerman.
Saat cuti,dan kembali ke kampong halamannya John berkenalan dengan seorang gadis, bernama Savannah. Meskipun kebersamaan mereka singkat, dan John harus kembali bertugas, janji-janji manis pun dibuat. Namun, mimpi dan janji yang mereka buat tak mudah untuk dipenuhi. Kejadian 11 September 2001, memudarkan semua mimpi indah itu. Jiwa patriotisme membuat John memperpanjang masa tugasnya.
Ini adalah salah satu cerita roman yang mengharu biru, tapi tidak membuat saya terkesan. Di novel ini saya menangkap sosok pria tua yang kesepian, dan seorang anak yang bingung dengan sikap ayahnya yang selalu datar.

Berguru Pada Pesohor: Panduan Wajib Menulis Resensi Buku | dbuku & i:boekoe | 2011
Karya: Diana AV. Sasa & Muhidin M. Dahlan
Dimuat di Blog “Surgabukuku” http://surgabukuku.wordpress.com/
Diposkan, 12 Juni 2011

Buku ini sebenarnya diperuntukkan bagi mereka yang ingin menekuni resensi buku secara serius, dan arahnya lebih ke media cetak (koran berskala nasional atau daerah) ketimbang dunia maya. Resensi-resensi yang dimuat sebagai contoh dalam buku ini pun kebanyakan adalah resensi buku-buku “kelas berat”, misalnya buku-buku Pramoedya Ananta Toer dan Goenawan Mohamad. Belum lagi berbagai buku non fiksi yang judulnya berbunyi seperti, “Abad Prahara, Ramalan Kehancuran Ekonomi Dunia Abad ke-21”, “Utang dan Korupsi Racun Pendidikan”, “Sosialisme Religius: Suatu Jalan Keempat”.
Teknik-teknik dan tips menulis resensi yang dijabarkan dalam buku ini benar-benar membantu mereka yang ingin belajar menulis resensi buku dengan baik dan benar. Walaupun (mungkin) tak ada niat untuk terjun dalam dunia resensi buku di media cetak, buku ini memberikan tambahan ilmu berharga bagi para pecinta buku yang suka menulis resensi.
Kritik tentang fisik buku ini, bahan kertas covernya terlalu tipis, sehingga jadi mudah rusak. Judul bab yang ada di bagian kanan atas halaman kadang-kadang hurufnya tidak tercetak dengan benar (loncat). Juga ada beberapa foto yang dimuat di buku ini beresolusi rendah, jadi kurang enak dilihat, apalagi dalam warna hitam putih.

Kuantar ke Gerbang | Bentang Pustaka | 2011
Karya: Ramadhan KH
Dimuat di Blog “Buku Yang Kubaca” http://bukuygkubaca.blogspot.com/
Diposkan, 09 Juni 2011

Dibanding  istri-istri Soekarno, Inggit Ganarsih termasuk istri yang kurang dikenal. Masyarakat  umumnya lebih mengenal Fatmawati, atau  Dewi Soekarno dibanding Inggit Ganarsih. Tak banyak memang yang menulis tentang Inggit Ganarsih, dalam buku teks sejarah-sejarah resmi namanya ditulis selewat saja. Karenanya kita patut bersyukur karena penggalan kehidupan Inggit Ganarsih ketika masih bersama Bung Karno sempat dituliskan oleh Ramadhan KH dalam novel “Kuantar ke Gerbang” (Kisah cinta Ibu Inggit dengan Bung Karno)
Dalam novel ini kita akan mendapatkan kisah kehidupan seorang wanita Sunda yang menjadi pendamping Bung Karno saat ia menimba ilmu di ITB Bandung sambil merintis jalannya di bidang politik, masa-masa sulit ketika Bung Karno dipenjara dan diasingkan, hingga kepindahannya ke jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta beberapa bulan sebelum Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh bung Karno.

Kabar Resensi Pekan Kedua Juni 2011

Berikut ini adalah KABAR BUKU Edisi Khusus RESENSI yang disiarkan RADIO BUKU bekerjasama dengan portal berita www.indonesiabuku.com. Kabar sepekan resensi buku di sejumlah media di Indonesia.

SukarnoSukarno dan Modernisme Islam

Karya Muhammad Ridwan Lubis

Resensi ditulis David Tobing

Dimuat MEDIA INDONESIA, 18 Juni 2011

Memahami pemikiran Sukarno tentang Islam tidak dapat dilepaskan dari konteks zaman yang memengaruhinya. Pada masa Bung Karno ada dua arus utama pemikiran yang membicarakan agama dan nasionalisme. Arus itu adalah pemikiran nasionalisme sekuler yang melihat antara agama dan nasionalisme harus terpisah. Pada kutub lain, arus utama kedua, adalah pemikiran nasionalisme Islami yang melihat agama dan nasionalisme senyawa. Dalam kaca mata Ridwan, Sukarno merupakan sosok yang tidak sederhana. Bapak bangsa itu bisa dilihat dalam tiga wajah, sebagai negarawan, pelaku politik, dan pribadi.

Sastra Indonesia Awal: Kontribusi Orang Tionghoa

Karya Claudine Salmon

Resensi ditulis Bandung Mawardi

Dimuat KOMPAS, 19 Juni 2011

Dua puluh esai dalam buku ini memunculkan pikat untuk pembayangan atas perkembangan sastra dari zaman ke zaman. Claudine Salmon menengarai, perkembangan usaha penerbitan dalam bahasa Belanda dan Melayu Tionghoa pada 1880-an merupakan momentum penting dalam sejarah kesusteraan Melayu di Jawa. Buku ini pantas menjadi sandaran untuk merenungi kronik sastra  dan pemahaman publik terhadap kontribusi kaum Tionghoa peranakan dalam pertumbuhan kesusteraan di Indonesia.

Evolusi: dari Teori ke Fakta

Karya Ernst Mayr

Resensi ditulis Dian R Basuki

Dimuat KORAN TEMPO, 19 Juni 2011

Ernst Mayr, salah satu pewaris ide Darwinian, dalam buku ini memetakan perjalanan gagasan evolusi sejak sebelum masa Darwin (Jean-Baptiste de Lamarck menerbitkan publikasinya 50 tahun lebih awal dari On the Origin). Namun, Darwinlah yang memasukkan cara berpikir populasi ke dalam sains. Mayr mengajak kita memasuki wilayah yang paling kontroversial: evolusi manusia. Manusia selalu dianggap sepenuhnya berbeda dari makhluk ciptaan lain. Mayr menguraikan tahapan-tahapan di mana manusia menjadi makin berbeda dari kera (bukan monyet) leluhurnya hingga kemudian menunjukan ciri-ciri khas manusia. Salah satu yang paling penting adalah perkembangan otak manusia. Mayr juga menunjukan sumber-sumber kesalahpahaman. Misalnya, orang hanya sering memperhatikan  satu penyebab atas suatu gejala evolusi.

Polisi Zaman Hindia Belanda, dari Kepedulian dan Ketakutan

Karya Marieke Blombergen

Resensi ditulis Wildani Hefni

Dimuat JAWA POS, 19 Juni 2011

Marieke Bombergen, dosen sejarah Universitas Amsterdam yang bertugas melakukan penelitian arkeologi Indonesia itu mengupas tuntas  sejarah kepolisian zaman Hindia Belanda. Mulai awal pembentukannya pada 1987 sampai keruntuhan negara kolonial pada 1942, yang merupakan cikal bakal polri. Blombergen menengarai bahwa kinerja buram polisi bermula pada awal pembentukan pertama.

Umat Bergerak: Mobilisasi Damai Kaum Islamis di Indonesia, Malaysia, dan Turki

Karya Julie Chernov Hwang

Dimuat JAWA POS, 19 Juni 2011

Resensi ditulis Muhammad Sholichin

Dalam buku ini, Julie Chernov Hwang  mengajukan tiga negara  besar yang mayoritas penduduknya Muslim dan pemerintah memberi ruang yang luas bagi mereka untuk melakukan partisipasi. Pergerakan-pergerakan itu menjadi aktor positif yang mampu menyediakan akses politik serta barang dan layanan publik, negara-negara tersebut adalah Turki, Indonesia, dan Malaysia. Buku ini patut dibaca untuk menerjemahkan ulang hubungan negara dan gerakan Islam.

Toeologi Kerukunan

Karya Prof  Dr Syahrin Harapan MA

Resensi ditulis Wawan Hariyanto

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 19 Juni 2011

Buku yang ditulis pemikir Islam ini patut diberi apresiasi yang tinggi. Karena di tengah-tengah suasana dan keadaan bangsa yang genting  dengan berbagai macam kerusuhan di sana sini penulis mencoba memberikan pencerahan kepada pembaca bahwa seharusnya hal itu terjadi tidak terjadi apalagi mengatasnamakan agama. Antar pemeluk agama tidak perlu saling berbantah-bantahan dan bermusuhan, melainkan saling menghormati dengan sesamanya.

Melejitkan Karir Guru dengan Menulis

Karya Sudaryanto

Resensi ditulis  Hendra Sugiantoro

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 19 Juni 2011

Guru, marilah menulis! Itulah esensi yang disampaikan buku ini. Siapapun guru sebenarnya memiliki potensi menulis, namun belum teraktualisasikan. Maka lewat buku ini penulis mencoba membangun motivasi sekaligus ingin menggiatkan budaya menulis di kalangn guru. Buku ini menjelaskan  seluk-beluk  menulis artikel ilmiah populer, menulis artikel ilmiah jurnal, menulis makalah seminar, menulis buku pengayaan siswa, dan perihal penulisan karya tulis ilmiah guru versi Tim Penilai Penetapan Angka kredit (PAK) Kemendiknas RI

Kamus Ilmiah Kontemporer, Indonesia-Arab

Karya Sarwanih SS Msi

Resensi ditulis Irawan Fuadi

Dimuat KEDAULATAN RAKYAT, 19 Juni 2011

Buku berjudul Kamus Ilmiah Kontemporer, Indonesia-Arab merupakan salah satu karya untuk menjawab kegelisahan- kegelisahan para pelajar maupun mahasiswa yang seringkali kesulitan mencari padanan kosakata Bahasa Arab jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Kamus ini semakin sempurna dilengkapi dengan bahasa gaul yang digunakan untuk percakapan sehari-hari. Juga singkatan-singkatan umum, nama-nama negara, bintang-bintang, organisasi-organisasi Islam, gelar akademik, serta nama  tokoh dan ilmuan non Arab yang terkadang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.

Cara Mudah Menuju Mekah

Karya Firmansyah Dimmy

Reensi ditulis Priyantono Oemar

Dimuat REPUBLIKA, 19 Juni 2011

Dalam buku ini Firman memberi beberapa contoh orang-orang yang diberi kemudahan berhaji meski memiliki keterbatasan biaya. Dalam buku yang tebalnya 180 halaman ini Firman juga menyebutkan perhitungan-perhitungan investasi untuk mendapatkan biaya haji. Tema buku ini dianggap berbeda dengan buku-buku haji lainnya yang lebih banyak bicara soal fikih haji maupun pengalaman berhaji.

Bayang-Bayang Tuhan: Agama dan Imajinasi

Karya Yasraf Amir Piliang

Resensi ditulis M Najibur Rohman

Dimuat SUARA MERDEKA

Dalam buku ini penulis menyatakan imajinasi tak selalu melawan kehendak Tuhan. Imajinasi dan kreativitas, justru menjadi bagian paling intim dalam agama. Oleh karena itu umat beragama harus didorong untuk berimajinasi. Namun, imajinasi di sini lebih bersifat subtantif, bukan imajinasi populer yang tampil melalui simbol-simbol bersifat permukaan. Buku ini membawa pesan kepada umat  beragama agar tak terjerumus pada imajinasi artifisial yang berpotensi menghancurkan diri sendiri (self destruction). Popularisme yang menjauhkan agama dari makna hakikinya. Buku ini tidak menempatkan manusia seperti mesin yang tanpa imajinasi dan hasrat.

Kicau Kacau (Curahan Hati Penulis yang Galau)

Karya Indra Herlambang

Resensi ditulis Redaksi

Dimuat TRIBUN JOGJA, 19 Juni 2011

Buku ini mengumpulkan kicauan Indra Herlambang  soal gaya hidup, cinta, Jakarta, Indonesia, dan keluarga. Di awal bab, Indra banyak berkicau tentang gaya hidup. Indra menggambarkan kehidupan sekarang yang dikepung dengan teknologi. Demi sebuah gaya hidup harus ada orang yang rela menunggu gadget yang terbaru, bahkan dia juga membandingkan dengan orang yang sudah 5 tahun memakai handphone dengan jenis yang sama. Indra juga bercerita tentang kisahnya yang harus menemani seorang temannya yang putus cinta, untuk pergi ke klab malam menemani minum vodka green tea. Indra membungkus tulisannya dengan gaya bertutur yang santai, bercerita dengan detil, dan lugas dengan bahasa sehari-hari yang diselipkan juga bahasa prokem. (Aya/IBOEKOE)

Panduan Wisata Parijs van Java ala Her Suganda

Jakarta – Bandung selalu menarik dikunjungi. Bukan hanya karena aneka jajanannya yang lezat, ada pula ratusan gerai factory outlet yang membuat kota sejuk itu menjadi tempat belanja mode yang mengasyikkan. Bandung, dengan panorama yang indah di kaki Gunung Tangkubanparahu, memiliki kekayaan wisata yang amat mengasyikkan, seperti Lembang, Maribaya, pemandian air panas Ciater, atau daerah seperti Cihideung dan Cisarua.

Bagi yang ingin mendapatkan keuntungan dobel: wisata sekaligus menimba ilmu, ibu kota Jawa Barat ini adalah sentralnya. Di Lembang, Anda bisa mengamati keajaiban antariksa dengan mendatangi Bosscha atau  jika sedikit keluar dari Kota Bandung ke daerah Padalarang, Anda bisa mempelajari zaman prasejarah dengan melihat tiga manusia prasejarah yang masih utuh berada dalam Gua Pawon.

Bagi yang menyukai wisata sejarah dan ingin menyelusuri bangunan-bangunan bersejarah, seperti Gedung Sate, Gedung Merdeka, dan Museum Pos, buku ini bisa dijadikan panduan. Beberapa bagunan di kota Bandung juga menjadi saksi perjalanan hidup Proklamator RI Bung Karno. Mulai dari sel no. 5 Penjara Banceuy yang kini berada di tengah-tengah area pertokoan, gedung Landraad (Gedung Indonesia Menggugat), penjara Sukamiskin, Institut Teknologi Bandung, serta rumah bersejarah Inggit Ganarsih di belakang terminal Abdul Muis atau Kebon Kalapa.

Khusus mengenai rumah-rumah rancangan Bung Karno, Her Suganda yang pernah menjadi wartawan Kompas, mencatat ada 11 rumah yang hingga kini masih berdiri dengan kokoh. Salah satu ciri khas hasil rancangan Bung Karno ada pada bagian atas bangunan, yaitu hiasan berupa gada, senjata yang biasa digunakan oleh tokoh wayang Bima. Hiasan tersebut merupakan bagian dari pengaruh dunia pewayangan yang banyak mempengaruhi pikiran Bung Karno.

Di buku setebal 334 halaman ini, Her Suganda berusaha memenuhi rasa ingin tahu pembaca yang ingin berkunjung ke Bandung. Ia menguraikan panduan lengkap aneka destinasi wisata Bandung dan sekitarnya. Mengungkap secara terperinci sisi-sisi Kota Kembang dan sejarahnya yang jarang terungkap dalam buku-buku panduan wisata lain. Ratusan foto yang dicetak secara tajam dan tata letaknya yang dinamis juga membuat buku ini menjadi lebih informatif.

ISTIQOMATUL HAYATI

image.tempointeraktif.comJudul: Wisata Parijs van Java: Sejarah, Peradaban, Seni, Kuliner, dan Belanja
Penulis: Her Suganda
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
Edisi: Januari 2011
Tebal: x + 334 halaman

*) Tempointeraktif, 14 Juni 2011

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan