-->

Arsip Peristiwa Toggle

10 Percetakan Buku Kurikulum 2013 Ingkar

JAKARTA — Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan dan Ke budayaan (Kemendikbud) menemukan 10 dari 31 percetakan pemenang tender pengadaan buku ajar Kurikulum 2013 tidak menjalankan kewajibannya dengan benar. Hal itu memicu keterlambatan distribusi buku tersebut. (lebih…)

Generasi Penulis Terakhir Phai Bui

BANGKA — Tiga lelaki setengah baya sedang sibuk di meja masing-masing. Tangan kanan mereka memegang spidol warna hitam. Ia kemudian menggoreskan tulisan di atas kertas berwarna merah. Tangannya cukup luwes dan cekatan saat menuliskan aksara Tiongkok di kertas berwarna merah itu. (lebih…)

11 Hari setelah Fredy S Mangkat, Buku Psikologi Toge Aprilianto Heboh

Toge Aprilianto menulis buku berjudul “Saatnya Aku Belajar Pacaran”. Buku psikologi terbitan Brilliant ini berisi dunia berpacaran remaja. Termasuk salah satunya terkait dengan hubungan intim. Soal inilah yang menghebohkan media sosial.

Media daring republika.co.id 3 Februari 2015 menurunkan kutipan foto bagian dari buku Toge ‘Pacar Ngajak ML’ yang diunggah pemilik akun Facebook, Teeamtamzir Bugeazt di Komunitas Bisa Menulis di Facebook. Ratusan orang pun menanggapi foto halaman buku tersebut yang sebagian besar mengecamnya.

Seperti bola salju, postingan ini menggelinding dan mendapatkan komentar beragam. Pemilik akun Zul Fadli menulis di dinding akunnya: “Serius nanya. Apakah negara kita punya semacam lembaga filter utk buku2 yg akan terbit? Ini Parah.”

Pemilik akun Nenie Nyun’nyun berkomentar bahwa negara ini sepertinya tidak punya lembaga penyaring untuk penerbitan buku. “Yg pntg bisa nulis n ada uang utk mendistribusikan bukunya d pasaran lgsg terjual bebas. Andai sj ada badan pengawas buat buku yg akan diterbitkan, tentu akan lebih safe.” (lebih…)

Buku Murah di Blok M Square Jakarta

Harian Media Indonesia edisi 26 Januari 2015 menurunkan tiga laporan ihwal buku murah di kios buku bekas di Blok M Square. Kios yang berjejeran di lantai dasar mall ini menjadi oase bagi pemburu buku yang harganya dibanting. Sekaligus tempat ini menjadi halte pertemuan pembaca dan buku-buku khusus yang tak terduga. Berikut ini adalah tiga laporan MI. (Redaksi) (lebih…)

Buku Indie dalam Persaingan di Dunia Penerbitan

Harian Kompas edisi 12 Januari 2015 menurunkan liputan buku dengan narasumber Dani Ardiansyah (Indie Publishing, Depok, Jawa Barat), Rahmah (Nerbitkan Buku, Surabaya), Irwan Bajang (Indie Book Corner, Yogyakarta), Aan Ratmanto (Atap Buku, Yogyakarta), Damar Hutauruk (IKAPI). Mereka berkomentar tentang ceruk persaingan dalam produksi dan penjualan buku indie. Berikut kliping selengkapnya. (Kerani) (lebih…)

Sastra Digital: Rindu Bekerja Tanpa Suara

Harian Kompas edisi 10 Januari 2015 menurunkan kompilasi wawancara dengan penyair Khrisna Pabichara, prosais Djenar Maesa Ayu, Agus Noor, dan Pemimpin Redaksi Majalah Sastra Horison Jamal D Rahman. Keempatnya berbicara tentang situasi dan tantangan “Sastra Digital” masa kini. Berikut ini kronik selengkapnya. (Redaksi)

(lebih…)

Industri Buku yang Berubah

Harian Kompas edisi 9 Januari 2015 menurunkan empat wawancara penulis dan penjaga toko buku dengan pokok soal: Pasar dan Bacaan. Bernard Batubara, Eka Kurniawan, Dewi Ratnasari, Rhenald Kasali berbicara tentang dunia hilir buku: industri! (Redaksi) (lebih…)

Sudah Tepat Dewan Buku Nasional Dibubarkan

JAKARTA — Media Indonesia 8 Januari 2015, menurunkan pendapat-pendapat mengiringi pembubaran Dewan Buku Nasional oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebagai alternatif ketiadaan Dewan Buku itu maka Pemerintah dan DPR perlu menetapkan UU Perbukuan sebagai landasan hukum untuk mendorong sistem perbukuan yang baik dan mendorong minat baca masyarakat. Tugas dan fungsi Dewan Buku Nasional sebagai salah satu lembaga yang dibubarkan nantinya dijalankan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (lebih…)

Sastra Digital dan Menghidupkan Buku Elektronik

JAKARTA — Di Harian Kompas, 8 Januari 2015, diturunkan dua potong berita. Tentang sastra digital dan menghidupkan kembali buku elektronik. Menurut sastrawan Sapardi Djoko Damono, kehadiran sastra digital di tengah masyarakat membuat sastra semakin cair dan terbuka. Karya-karya sastra kian mudah diakses oleh banyak orang dan bentuknya pun lebih beragam. ”Ini membuktikan bahwa teknologi merupakan pendukung perkembangan sastra,” kata SSD. (lebih…)

Buku Pelajaran Sekolah akan Diganti Tablet

JAKARTA — Sebagaimana dikabarkan web daring okezone 7 Januari 2015, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan berencana menggunakan tablet sebagai alat bantu kegiatan belajar mengajar. Buku untuk menulis akan tetap menggunakan kertas, tablet hanya akan dipakai sebagai media penyimpan materi pelajaran. (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan