-->

Arsip Peristiwa Toggle

Ke Masjid Salman, Aher Belikan Anak-Ayahnya Buku

BANDUNG — Di acara santainya pada Sabtu (12/1), Gubernur Jabar Ahmad Heryawan bersama dua puteranya menyempatkan diri mencari buku di halaman Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) Jalan Ganesa. Di warung buku milik Wagino, Aher membeli 5 buah buku seharga Rp5.150.000. Salah satunya berjudul Di bawah Bendera Revolusi jilid 1 dan 2 karangan mantan Presiden RI Soekarno. Kelima buku itu diperuntukkan bagi putera ke empatnya Halim dan putra bungsu atau keenamnya Abdul Hadi serta untuk ayahandanya. Demikian dikabarkan situs daring inilah.com, 12 Januari 2013. (lebih…)

Warga Desa Gemawang Punya Perpustakaan

TEMANGGUNG – Warga Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung membangun perpustakaan ‘Jaga Yasa’ sebagai wahana pembelajaran  masyarakat sehingga menambah wawasan pengetahuan dan meningkatkan kecerdasan. (lebih…)

Sempat Setop Produksi 2 Tahun, Kertas Leces Akhirnya Dapat Orderan 600 Miliar

JAKARTA –– Setelah berhenti beroperasi sejak 2 tahun silam, PT Kertas Leces (Persero) kembali beroperasi. Kali ini BUMN kertas ini akan memasok dan memproduksi kertas jenis HVS kepada Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) sebanyak 70.000 ton. (lebih…)

Peluncuran Buku Mochtar Naim

PADANG — Sosiolog Dr Mochtar Naim, Kamis (10/1/2013), menghadiri peluncuran buku berjudul Mochtar Naim Merantau Sepanjang Masa di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Kota Padang. Buku itu merupakan persembahan sejumlah mahasiswa Mochtar Naim di masa lalu sekaligus sebagai peringatan 80 tahun usia sosiolog tersebut. (lebih…)

Buku Diduga Bom, Kapolres Bima Minta Maaf

BIMA — Kepala Kepolisian Resor Bima Kota, Nusa Tenggara Barat, Ajun Komisaris Besar Kumbul KS, menyatakan permintaan maaf karena mengkaitkan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) dalam kasus paket buku yang diduga bom. “Ini hanya masalah missed-komunikasi,” katanya ketika menerima kedatangan pengurus JAT di ruang pertemuan Polres, sebagaimana diwartakan situs daring tempo.co, 10 Januari 2013. (lebih…)

Selamat Ulang Tahun Tintin!

Herge membuat tokoh ini terinspirasi dari tokoh komik yang diciptakan oleh Benjamin Rabier , Tintin Lutin yang muncul pertama kali pada tahun 1897. (lebih…)

Buku KH. Ushfuri Anshor Menghukumi Afiliasi Politik Warga NU

PURBALINGGA  – DPP PKB menerbitkan sebuah buku kontroversial yang ditulis oleh KH. Ushfuri Anshor yang berjudul “Belum Terlambat Sebelum Kiamat.” Buku tersebut terbilang kontroversial dan tendensius karena menghukumi orang-orang NU (Nahdlatul Ulama) yang tidak mencoblos Partai PKB jika wafat tidak akan masuk surga. (lebih…)

PaperTab, Si Tablet Setipis Kertas!

CAMBRIDGE — Lupakan saja tablet-tablet buatan Samsung ataupun Apple. Saat ini, sudah ada tablet bernama PaperTab yang tebalnya hanya setipis kertas. Seperti yang dilansir oleh Information Week (8/1), tablet ini memang ukurannya hanya setipis kertas. Meskipun begitu, PaperTab bisa digunakan layaknya sebuah tablet biasa. (lebih…)

OBITUARI | J Soedjati Djiwandono

Jakarta – Pengamat internasional J Soedjati Djiwandono (79) meninggal dunia, Rabu (9/1), di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta, karena komplikasi berbagai macam penyakit. Jenazah kakak mantan Gubernur Bank Indonesia Soedradjat Djiwandono itu disemayamkan di rumah duka Rumah Sakit St Carolus, dan menurut rencana akan dikebumikan pada hari Sabtu di TPU Pondok Rangon.

Soedjati dirawat di Rumah Sakit St Carolus pada 8 Desember 2012. Oleh karena kondisinya membaik, pada 18 Desember 2012 ia kembali ke rumah. Namun, pada tanggal 29 Desember 2012 ia kembali dirawat karena mengalami komplikasi gagal ginjal, pembesaran jantung, tekanan darah tinggi, dan alzheimer.

Rabu, sekitar pukul 15.00, kondisinya terus menurun, dan mengembuskan napas terakhir pukul 17.30. Ia meninggalkan seorang istri, Vonny Djiwandono, dua anak, dan tiga cucu.

Ahli Rusia

Komentar dan tulisan Soedjati Djiwandono kerap menghiasi sejumlah surat kabar pada saat Perang Dingin, antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, masih berlangsung. Pada saat itu, ia dianggap sebagai salah seorang ahli Uni Soviet (kini Rusia) yang dimiliki Indonesia.

Itu tidak mengherankan karena pria kelahiran Yogyakarta, 13 Oktober 1933, ini memperoleh gelar bachelor of arts dari Political Science and Russian Faculty of Arts, University of Otago, Selandia Baru, pada tahun 1965.

Soedjati kemudian meraih gelar doktor dalam hubungan internasional dari The London School of Economics and Political Science, 19 Januari 1983.

Soedjati juga merupakan salah seorang pendiri dan mantan Direktur Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Meskipun dikenal sebagai salah seorang ahli Uni Soviet, tetapi Soedjati sesungguhnya juga mendalami masalah-masalah internasional lainnya, seperti ASEAN, Indochina, dan Asia Pasifik.(cal/ong)

*)Kompas, 10 Januari 2013

Buku ‘Laskar Pelangi’ Versi Vietnam Dicetak Ulang

JAKARTA — Batch pertama Laskar Pelangi versi bahasa Vietnam sebanyak 2.000 buku terjual habis hingga akhir 2012. Melihat animo pasar di Vietnam, buku tersebut kini dicetak ulang. (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan