-->

Arsip Peristiwa Toggle

Penerbitan Indie-penden di Jalur Cepat

Kebebasan, kemandirian, dan finansial adalah kunci utama yang membuat penerbitan indie-penden menjamur dalam jagad perbukuan Indonesia, terutama beberapa kota besar di Indonesia. Lebih spesifik lagi di Yogyakarta. Pertumbuhan itu beririsan dengan perkembangan teknologi cetak dan makin terjangkaunya harga internet. mesin cetak dan internet adalah infrastruktur dasar yang memungkinkan perayaan gagasan indie-penden itu berada di trek yang sudah tepat. Mestinya, kehadiran kultur ini menjadikan pembaca dilayani secara maksimal, kompetitif, dan menyajikan bacaan yang bermutu dan variatif. Eksistensinya tak merusak industri yang sudah ada dan mapan. Sebab, musuh yang lama, yang old, sesungguhnya cermin dan usia mereka sendiri di hadapan kereta cepat kids zaman now.

Berikut ini arsip laporan mendalam (indepth) portal berita VIVA dengan judul “Memilih Mandiri” yang diunggah pada 28 Oktober 2017. (lebih…)

Para Pembajak Buku Makin Dekat dan Makin Ramah dengan Kehidupan Kita

Redaksi portal berita Viva menurunkan laporan mendalam (Indepth Sorot) perihal gelanggang buku kiwari. terutama sekali soal marak dan makin terang-terangannya pembajakan buku di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Malang.¬†Rendahnya usaha dan minat penegakan hukum, lemahnya institusi penerbitan, dan makin permisifnya pelaku perbukuan menyebabkan praktik kejahatan itu makin ‘mendapatkan tempat yang terhormat’.

Berikut ini arsip laporan Viva berjudul “Bajakan Si Pelaris” yang diunggah pada 28 Oktober 2017. (lebih…)

10 Kutipan ‘Kembali Menjadi Penyair’ Menurut Joko Pinurbo

1. Untuk menjadi penyair, mesti terlahir kembali sebagai penyair yang baru dengan cara yang baik dan lebih efisien. Mula-mula, siapkan kamusmu, Penyair. Kamus adalah senjata setiap penyair untuk menimba diksi.

2. Draf pertama naskah adalah sampah, kata Hemingway. Maka kata saya, seni menulis adalah seni mengolah sampah menjadi mutiara. Batu akik, paling tidak.

3. Saya tidak menyoal drafmu, tapi lihatlah koherensinya. Fokus atau tidak. Ide pokoknya apa. Bicara apa.

4. Ambillah jarak dengan sampah Anda ketika menyunting puisi sendiri. Hanya saat draf saja Anda sebagai “aku penyair”.

5. Yang paling berat dalam menyunting puisi adalah membuang sampah kata-kata sendiri. Ada rasa sayang dalam membuang. Jangan pernah mencintai sampah lebih mesra ketimbang mutiara.

6. Menggosok kata itu seperti menggosok akik hingga aura terbit.

7. Suntinglah puisimu hingga tingkat efisien yang maksimal. Kadang semalam suntuk saya hanya bisa menyunting satu baris puisi saya sendiri, menghabiskan bercawan-cawan kopi. Untuk satu puisi yang selesai biasanya saya mengeluarkan modal hingga Rp200.000.

8. Penyair yang bekerja itu penyair yang setiap saat memikirkan kata-kata.

9. Keindahan sebuah puisi ada pada detailnya. Jadilah penyair yang berusaha membaca puisi penyair lain secara detail.

10. Saya lebih percaya menulis puisi itu riset, tidak ada itu namanya ilham yang didapat bertapa tujuh harmal. Meriset kata dengan membuka kamus, menemukan logika dalam kalimatnya. ‘Puisi Kecil’ saya, misalnya, adalah puisi riset.

Sepuluh kutipan itu disampaikan Joko Pinurbo di Kelas Menulis Sewindu Indie Book Corner, 7 September 2017, di Dongeng Kopi, Jl Kranji Serang, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. (gusmuh)

Karena Soal Pajak, Tere Liye Menarik Hak Cetak Seluruh Bukunya dari Gramedia dan Republika Penerbit

“Per 31 Juli 2017, berdasarkan permintaan kami, GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA dan REPUBLIKA Penerbit, efektif menghentikan menerbitkan seluruh buku Tere Liye,” demikian paragraf pembuka pengumuman di fanpage Facebook atas nama Tere Liye.

Tere Liye dikenal sebagai penulis fiksi produktif di Indonesia. Puluhan buku telah ditulisnya. Umumnya, semua buku Tere diterbitkan Gramedia Pustaka Utama dan Republika Penerbit.

Secara mengejutkan di laman fanpage bertitimangsa 5 September 2017, Tere Liye mengumumkan menarik hak terbit bukunya di dua penerbit mayor dengan alasan pajak yang tak berpihak kepada penulis.

Berikut pernyataan lengkap Tere Liye yang dikutip dari fanpage Facebook “Tere Liye”: (lebih…)

Anak di Jerman Lebih Suka Buku Daripada YouTube

Kanal dw.com 10 Agustus 2017 edisi bahasa Indonesia mengunggah artikel menarik soal aktivitas anak-anak di Jerman menghadapi buku dan media sosial di internet, khususnya Youtube. Berikut isi laporan itu:

Nyaris 2/3 anak-anak di bawah umur 13 tahun di Jerman membaca buku hingga beberapa kali dalam seminggu. Hanya 1/3 saja yang beralih mengisi waktu luangnya dengan menonton YouTube, demikian hasil penelitian teranyar.

Di Jerman, tempat kelahiran dunia percetakan, buku memiliki masa depan yang cerah. Berdasarkan penelitian yang dirilis Selasa (8/7) lalu, 61% anak berusia 6 hingga 13 tahun di Jerman membaca buku secara rutin, dan hampir setengah (55%) dari kelompok usia ini yang memilih membaca majalah anak dan komik beberapa kali dalam seminggu. (lebih…)

Begini Ketentuan Kirim Buku Gratis via Pos Indonesia

PT Pos Indonesia (Persero) membebaskan biaya pengiriman buku dengan berat kiriman hingga 10 kg untuk sekali pengiriman bagi pengirim yang merupakan pegiat literasi dan donatur buku yang akan menyumbangkan buku kepada pengelola Taman Bacaan Masyarakat dan Jaringan Pustaka Bergerak Indonesia di seluruh Indonesia. Pengiriman dapat dilakukan di seluruh Kantor Pos kecuali Agen Pos.

Ketentuan:

  1. Tiap donatur hanya dapat mengirim 1 paket donasi berat maximal 10 kg.
  2. Donasi dikirim melalui Kantorpos (kecual Agenpos) di seluruh Indonesia.
  3. Di sampul paket tertulis kata “Bergerak”.
  4. Pastikan tujuan pengiriman untuk komunitas literasi di seluruh Indonesia terdaftar dalam database Pos Indonesia. Lihat daftar penerima buku di sini.

Berbagilah dengan Buku, Reguklah Lima Manfaat Ini

Portal metrotvnews.com, 23 Juni 2017 mengunggah artikel menarik seputar manfaat berbagi, lebih spesifik lagi berbagi buku untuk mencerdaskan anak negeri.

Tak dimungkiri, masih banyak orang yang memiliki pemikiran “milikku adalah milikku” dan enggan berbagi dengan sesama. Ia beranggapan jika membagi apa yang dimilikinya, maka akan kehilangan sebagian dari miliknya tersebut.

Padahal, sejatinya makna berbagi tidaklah demikian. Secara harfiah, berbagi berarti membiarkan orang lain memiliki atau menggunakan bagian dari yang kita punyai. Makna berbagi lebih dari itu. Dengan berbagi, berarti Anda memberikan sedikit kebahagiaan kepada orang lain. Anda memberikan manfaat bagi kehidupan orang lain. Dan tindakan ini tentu saja sangat mulia.

Jika Anda masih ragu untuk berbagi, sebaiknya ubah pemikiran tersebut. Sebab, berbagi memberikan efek positif lho dalam diri Anda. Apa saja manfaatnya? (lebih…)

Tiga Tahun Penjara untuk Penulis Buku Jokowi Undercover

Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Blora, Jawa Tengah, pada 29 Mei 2017 memutuskan vonis penjara 3 tahun untuk terdakwa Bambang Tri Mulyono, pengarang buku “Jokowi Undercover”. Oleh hakim Bambang Tri dinyatakan bersalah karena terbukti melakukan tindak pidana penyebaran rasa kebencian.

“Terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang mengandung unsur pendiskriminasian suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta mengandung fitnah dengan mengaitkan terhadap kelompok masyarakat tertentu,” kata ketua majelis hakim Makmurin Kusumastuti.

Dalam menjatuhkan pidana tersebut, majelis hakim juga mempertimbangkan beberapa hal. Alasan yang memberatkan karena perbuatan terdakwa ditujukan kepada Presiden RI sebagai kepala negara yang seharusnya dihormati.

Bambang ditetapkan sebagai tersangka karena menulis buku ‘Jokowi Undercover’. Buku tersebut dianggap berbau SARA. Bambang menggunakan media sosial untuk mendistribusikan buku itu. Tidak ada toko buku yang menjual hasil karyanya tersebut.

Bambang dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

Demikian dikabarkan detik.com, tempo.co, dan kompas.com.

Ngayogbook 2017: Semua Buku dari Semua Penerbit, Diskon!

Jumat – Minggu
3 – 5 Maret 2017

Togamas Affandi
Jl. Affandi No.5 Gejayan, Yogyakarta (perempatan Condong Catur)

Togamas Kotabaru
Jl. Suroto No.8 Kotabaru, (depan Perpusda Kota Yogyakarta)

0822 2221 6505 | 0888 0614 0008 | 0811256675 (lebih…)

Di Era Gawai Ini Keluarga Berperan Pacu Minat Baca Anak

JAKARTA: Di tengah kegandrungan akan gawai, minat baca pada anak tetap dapat diupayakan. Sejumlah kalangan membuktikannya. Kuncinya, menyediakan bahan-bahan bacaan yang mudah dijangkau dan sesuai dengan minat anak-anak. Ketua Umum Yayasan Gemar Membaca Buku Indonesia Firdaus Oemar, sebagaimana dikabarkan Harian Kompas 27 Desember 2016, menuturkan, dua tahun belakangan yayasan ini mengadakan uji coba di dua desa (jorong) di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Konsepnya mendorong keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak dapat mengembangkan kebiasaan membaca. (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan