-->

Arsip Esai Toggle

Catatan Redaksi: Inilah Tulisan Yang Diplagiat Anggito Abimanyu!

Penulis anonim “Penulis Ugm” di Kompasiana 15 Februari 2014 menuduh Anggito Abimanyu, Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM dan saat ini tercatat sebagai Direktur Jenderal Haji dan Umroh Kementerian Agama, melakukan plagiat saat menulis artikel “Gagasan Asuransi Bencana” yang dimuat Kompas 10 Februari 2014.

Artikel yang dijiplak Anggito itu, masih menurut penulis anonim di Kompasiana, adalah artikel yang “Menggagas Asuransi Bencana” yang dimuat Kompas pada 21 Juli 2006 dan ditulis Hotbonar Sinaga dan Munawar Kasan. Si “Penulis Ugm” memberi sumber rujukan artikel yang ditulis Hotbonar Sinaga dan Munawar Kasan itu. Di blog milik Munawar Kasan itu dituliskan bahwa artikel Hotbonar Sinaga dan Munawar Kasan dimuat di Harian Kompas Cetak edisi 21 Juli 2006. (lebih…)

Anggito Abimanyu Dituduh Menjiplak Artikel

Di Kompasiana 15 Februari 2014 muncul opini yang ditulis penulis anonim “Penulis Ugm” dengan judul “Anggito Abimanyu Menjiplak Artikel Orang?”. Rujukan tuduhan plagiasi itu bersandar pada opini Anggito yang dimuat di halaman 6, Kompas 10 Februari 2014 dengan judul “Gagasan Asuransi Bencana”.

Adapun artikel yang dituduhkan dijiplak Anggito adalah “Menggagas Asuransi Bencana” yang ditulis Hotbonar Sinaga dan Munawar Kasan. Tulisan itu dimuat di halaman 4, Kompas, 21 Juli 2006 <~ Lihat telusuran kliping Warung Arsip atas artikel ini (lebih…)

Heboh Plagiat Artikel Hotbonar Sinaga-Munawar Kasan | Anggito Abimanyu

Berikut ini adalah dua artikel yang dihebohkan plagiat. Dua-duanya dimuat di Harian Kompas. Yang pertama adalah artikel Anggito Abimanyu berjudul “Gagasan Asuransi Bencana” yang dimuat di Harian Kompas, 10 Februari 2014. Artikel kedua “Menggagas Asuransi Bencana” yang dimuat Kompas pada 21 Juli 2006 dan ditulis Hotbonar Sinaga dan Munawar Kasan. Artikel kedua inilah yang dituduhkan penulis anonim di Kompasiana sebagai artikel yang diplagiat oleh Anggito Abimanyu, Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM dan saat ini tercatat sebagai Direktur Jenderal Haji dan Umroh Kementerian Agama. (lebih…)

Muhidin M Dahlan | Petisi Buku

Perjuangan pencinta buku di Mahkamah Konstitusi (MK) hingga Oktober 2010 memang “sukses” mengubur Undang-Undang Nomor 4/PNPS/1963 tentang Pengamanan Barang-barang Cetakan yang Isinya Dapat Mengganggu Ketertiban Umum dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1969 tentang Pernyataan Berbagai Penetapan Presiden dan Peraturan Presiden Sebagai Undang-Undang.  (lebih…)

Zen RS | Buku-buku yang Terbakar

Kata-kata hanyalah api yang dilukiskan, yang terlihat justru api itu sendiri. (Mark Twain, “A Connecticut Yankee in King Arthur’s Court”)

Kabar buruk pagi ini: kebakaran di Gedung C FISIP UI juga memusnahkan sekitar 3 ribu koleksi buku.

Benarlah apa yang dikatakan oleh Arie Susilo, Dekan FISIP Universitas Indonesia: “Bagi kami dari kalangan akademisi, yang paling kami sayangkan adalah koleksi 3000 buku yang merupakan koleksi dari Iwan Gardono Sujatmiko (Sosiolog UI). Harganya tak ternilai.” (lebih…)

Pedoman Menyediakan Bacaan yang Tepat untuk Anak Anda

Buku dapat menjadi hadiah menarik untuk anak-anak. Namun tidak mudah menemukan materi bacaan yang sesuai dengan ketertarikan, kematangan, atau tahap membaca anak. Sebelum Anda beranjak ke toko buku atau perpustakaan, simak pedoman-pedoman berikut.

(lebih…)

Laire Siwi Mentari | Surat Terbuka

Redaksi: Laire Siwi Mentari adalah puteri dari sastrawan Sitok Srengenge. Konteks surat ini adalah pemberitaan tentang laporan mahasiswi Universitas Indonesia berinisial RW ke Polda Metro Jaya atas kasus yang menimpanya yang dilakukan Sitok Srengenge.

2013 11 30_Buku_Surat Terbuka WEB, Laire Siwi Mentari (Sitok Srengenge)_Sastra, Mesum (lebih…)

Tati D. Wardi | Paradigma Baru Literasi

Pendidikan yang berporos pada kemampuan nalar belakangan menjadi isu yang gencar disuarakan para ahli pendidikan. Prof Iwan Pranoto, guru besar matematika Institut Teknologi Bandung, misalnya, dalam sejumlah tulisannya mengingatkan soal pendidikan bernalar. Kemampuan bernalar dalam konteks ini mencakup daya berpikir logis, keterampilan mengolah informasi dari bacaan, dan kemampuan menyimpulkan dengan pemikiran sendiri.

Dalam disiplin ilmu pendidikan, kemampuan nalar sejatinya bertaut erat dengan literasi. Perlu dicatat, konsep literasi di sini tak lagi dimaknai secara sempit yang terbatas pada kemampuan baca-tulis, tapi juga berkaitan dengan kemampuan memaknai teks, seperti huruf, angka, dan simbol kultural, seperti gambar dan simbol secara kritis. (lebih…)

Dian R Basuki | Kapan Kita Punya Proyek Gutenberg Sendiri?

Naskah kuno yang jadi koleksi Museum Radya Pustaka di Solo kabarnya bakal di-digitalisasi mulai tahun depan. Meskipun terlambat, rencana ini patut disambut baik. Naskah yang ditulis dalam huruf Jawa akan dialihaksarakan ke dalam huruf Latin. Bahasanya pun akan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Alih-aksara dan alih-bahasa itu memang harus dilakukan agar semakin banyak orang bisa membaca isi naskah-naskah tersebut. Jika naskah kuno itu hanya didigitalisasi tapi masih dalam Bahasa Jawa, manfaatnya hanya terbatas karena yang mampu membaca mungkin hanya bertambah sedikit. (lebih…)

#KataKita | Bajingan

Banyak kata yang hilang, banyak yang disalahpahami. #KataKita ditujukan untuk menggali kata-kata, baik secara etimologi maupun pemakaiannya di masyarakat. Inilah #KataKita

1. Selamat datang kembali  di #KataKita. Kali ini booklovers kami ajak menjelajahi kata #Bajingan. Tahukah kamu profesi #Bajingan?

2. Di #KoranMinggu Solo Pos 29 September 2013 kita mendapatkan asal-usul menarik kata #Bajingan ini. Sebutan untuk profesi kusir gerobak tradisional

3. Kalau kemudian #Bajingan bergeser menjadi makian dan umpatan, nah itu bukan salah si kusir pedati

4. Sebelum muncul mesin sbg alat transportasi, gerobak yg ditarik sapilah yg jadi moda angkut hasil bumi atau bepergian ke desa lain #Bajingan

5. Karena jadwal lewat si kusir gerobak sapi alias #Bajingan gak jelas, muncullah umpatan mereka yg tak sabaran

6. “Suwe timen sih tekane bajingan/Lama sekali datangnya bajingan” begitu gerutu penunggu pedati lewat #Bajingan

7. Maka bergeserlah makna kata #Bajingan sbg profesi menjadi umpatan: “Suwe timen sih kayak bajingan”

8. Di masa Revolusi, para #Bajingan ini juga bahu membahu menyokong gerilyawan melawan penjajah

9. Ketika 2013 muncul pelbagai Festival Gerobak di Klaten, Sleman, Boyolali, sejatinya itu reuni budaya para #Bajingan

10. Demikian #KataKita kali ini, #Bajingan, suwe timen!

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan