-->

Arsip Literasi dari Sewon Toggle

Buku-Buku yang Paling Menjengkelkan

Yang Beruntung Dapat “6buku6orang” Pekan Pertama April “Buku Menjengkelkan”:
(1) Wahyudi Akmaliah @Wah_AM (2) Agus Priyo W @NazilKH (3) Azia Azmi @zhya_azmee (4) Indri ‘Juwono’ @miss_almayra (5) Gh Arief Wijaya @gh_arya (6) Desta Wasesa @HutanKapas

#KadoBuku 6 Orang 6 Buku. Foto model: Faiz Ahsoul

#KadoBuku 6 Orang 6 Buku. Foto model: Faiz Ahsoul

Buku adalah jendela dunia. Pepatah petitih itu nyaris klasik ketika buku masih menduduki tempat terhormat sebagai medium persebaran pengetahuan manusia. Tapi tak semua jendela itu bagus, tak semua buku itu baik. Ada yang terpuji, ada yang terkutuk. Ada yang tak terlupakan karena memberi haru dan keajaiban dalam hidup; ada pula yang tak terlupakan karena menjengkelkan dan bahkan isinya brengsek.

Sundal Ngarep Omahmu yang berakun @pitoist di twitter misalnya. Ia cinta buku, ia sayang buku. Pengakuannya begitu. Kecuali “buku2 motivasi, tentang MLM & buku agama yg ngerasa paling bener sendiri,” akunya dalam tagar pengakuan #kadobuku yang diselenggarakan @radiobuku untuk ulang tahun Indonesia Buku (IBOEKOE) ke 6, 2006-2012.

#Kadobuku pekan pertama April (3-7) ini mengangkat tema “Buku Yang Bikin Kamu Jengkel”. Diikuti 30-an pemilik akun twitter, bahkan ada yang beberapa kali melontarkan buah khuldi kejengkelan.

Tak semua secara spesifik menyebut judul. Ada yang jengkel–dan mungkin trauma–hanya dengan tema buku-buku itu. Ada yang bahkan mengutuk “Buku Nikah” yang begitu tipis, tapi sangat mahal untuk mendapatkannya (pengalaman @zenrs). Beberapa menyebut “Buku Tabungan” yang tak bersahahabat dan hanya menabung kesengsaraan.

Ada yang lupa judul, ingat nama penulis, tapi tetap merasa dizalimi buku itu karena terjemahan kacau (@pradewitch)

Yang lain-lain bersikap normal. Menyebut judul–bahkan penulis– dengan alasan-alasan yang selama ini tersembunyi.

Tapi tak semua menjengkelkan karena isi buku. Ada yang jengkel karena berkali-kali buku itu dipakai untuk menggaet hati perempuan, tapi selalu ditolak (pengalaman @Wah_AM). Sebut saja buku ingkar janji.
Beberapa booklovers menyukai (isi) buku itu, tapi ciut melihat tebal bukunya, seperti pengalaman @hahnsaja dan

Dan masih banyak lagi alasan-alasan mengapa buku-buku itu menjengkelkan, seperti trauma dengan buku-buku saat sekolah, seperti yang dialami @miss_almayra dan @irwanbajang.

Inilah buku-buku yang paling menjengkelkan versi booklovers:

DestaWasesa @HutanKapas
@radiobuku The Swordles Samurai. Karena mendompleng sejarah untuk penyebaran motivasi. JD lebih terkesan buku motivasi #KadoBuku

Andreas Hery Saputro @bebekandre
buat saya gak ada buku yg ngebosenin. Klo kurang cocok dg isinya, saya kasihkan org lain/ disumbangkan. Mungkin lebih berguna… dan buku yg paling banyak saya sumbangkan adl ttg motivasi diri. @radiobuku #KadoBuku

indri ‘juwono’ @miss_almayra
(1) buku menyebalkan: buku penataran P4, GBHN, Tap MPR no II/1978. SMP, SMA, Kuliah nggak ngerti gunanya apa. (2) (2) “Twilight series”. Ketipu baca vampir e, ternyata romance. Cuma baca karena ditantangin. #KadoBuku

Irwan Bajang @Irwanbajang
Buku yg bikin sy sebel: buku pelajaran matematika sy gak pernah paham untuk apa bljr sin, cos, tan &aljabar! #kadobuku

Sahad Bayu @sahadbayu
@radiobuku Oke! Buku yg paling menjijikkan adalah buku yang ditulis sama ghostwriter! #kadobuku *siap-siap ditikam ghostwriter sedunia*

Sundal Ngarep Omahmu @pitoist
@radiobuku gw ga pernah jijik ama buku, kecuali buku2 motivasi, tentang MLM & buku agama yg ngerasa paling bener sendiri #kadobuku

kaka qiqieyou @qiqieyou
@radiobuku “Kamus Bahasa Perancis” apalagi deng! Jengkelin, gk mampu dbc smlman. bikin pusing +ngantuk ciinnn.!! S(????)?

Sundal Ngarep Omahmu @pitoist
(1) gw ga pernah jijik ama buku, kecuali buku2 motivasi, tentang MLM & buku agama yg ngerasa paling bener sendiri. (2) buku terjemahan yg penyampaiannya jelek sekali rasanya gw pen ketemu penerjemah & editornya & ngulang nerjemahin bareng. (3) buku apapun yg ditulis & diterbitkan demi ego tanpa pertimbangan kaidah penulisan yg baik dgn bahasa berantakan & typo #kadobuku

Tomy son of Saleh @T0MSAL
@radiobuku buku novel terjemahan dgn setting andalusia wkt zmn Islam. “Pembawa Kabar dari Andalusia”, Ali Al Ghareem. Syaamil. sebal dgn data tahun/abad yg tdk akurat/kontradiktif. jd gak asik.

Edy Firmansyah @semut_nungging
“Genealogi Moral”-nya Nietzsche. aku tak pernah paham apa isinya sampek skrg. Mungkin aku yg o’on ato emang ribet isinya? @radiobuku #kadobuku

Dika Prasetyo W @Dika_Prasetyo
@radiobuku “Putri Cina”-Sindhunata. Alurnya gak jelas, tapi sangat bagus penggambaran tokohnya ūüėÄ

@mapoenk
“SelaputDaraLastri”, cumak 2 cerpen dri 15 yg aku suka #KadoBuku

fahri salam @fahrisalam
@radiobuku “Cala Ibi” mbak Nukila Amal, selalu gagal selesai mbaca. *bukan pembaca prosa interior*

Famega Syavira Putri @cyapila
“Mereka yang Dilumpuhkan” Bikin bosen tapi pengen baca, tapi tetep bosen sampai akhir.

pradewi tri chatami @pradewitch
(1) tau ga judul buku terjemahan Heidegger yg tipis gitu. Buku itu nyebelin: udah mah konsepnya susah, terjemahannya jelek. (2) “Buku Catatan Hutang”. Harusnya gue gak punya buku macam begitu #KadoBuku

agungdeha @agungdeha
buku yg plng nyebelin adlh buku yg udh dipesn tapi blm byr. Buku pesnan yang byrny murah bngt. buku byrn yg upahnya dimakan tmn.

Gh Arief Wijaya @gh_arya
“The Great Gatsby” Murakami yg jelek. jika tidak ada nama Fritzgerald & karena “rekomendasi” Murakami, ngga akan saya baca 3x. Isine biasa ae. #kadobuku

felicia @felicia_hana
@radiobuku buku “5 cm”. Bner2 bukan novel, isinya cuma gabungan lirik2 lagu sm kutipan puisi n film. Ngebosenin #radiobuku.

ratna ariani @mb_ratna
Buku tabungan, ga nambah2

Zen RS @zenrs
“Buku Nikah”. Segitu aja tapi praproduksi dan produksinya mahal sekali.

ary cahya @lalathijau
buku paling menyebalkan: “autumn of patriarch”, ga ada paragrafnya, masa kudu dibaca sedudukan? #KadoBuku (ditambahkan @fahrisalam: Gabo lagi renang kali ya pas nulis “musim gugur patriark”. Rumput kata, anak-anak kalimat, sungai mahabesar paragraf)

d*uz @d_uz
@radiobuku “TheJudge/SangHakim”, utk sekelas filsuf&laureat Nobel,novel EllieWiesel ini ga beda dgn novel2 detektif popular. #KadoBuku

azia azmi @zhya_azmee
@radiobuku “my name is red” – orhan pamuk, engga ngerti2 ceritanya.Udh baca ulang 3x, slalu brhenti di tgh2.Trus bukunya aku swap ūüėÄ #KadoBuku

Yayas @AnindraS
@radiobuku “Foucault’s Pendulum”-nya Umberto Eco. Merasa autis saat membacanya, krn hrs mojok spy bs konsentrasi&butuh;waktu berhari-hari pula,ha2 #KadoBuku

Catastrova Prima @pima96
“Chicken Soup For The Soul”, wacana yg terlalu memanjakan hati #KadoBuku

Agus Priyo W @NazilKH
Menyebalkan? Emm, buku “HARUS BISA!” Alasannya? Emm, ada pada cover Om. Emm entahlah.. :)) #KadoBuku

Dimas Eka M.N @dmsNugraha
@radiobuku buku “Madilog”nya Tan Malaka pusing bacanya agak sulit dimengerti #KadoBuku

Wahyudi Akmaliah @Wah_AM
(1) “Perempuan Al-Qur’an”, Quraish Sihab. Sering jd kado buat dekatin ukhti, tp 3 kali kasih pd ukhti berbeda ditolak. (2) cara jadi penulis. Dah punya 6 buku spt ini, trmasuk “Aku,Buku,sepotong SajakCinta”.Tetap g bisa nulis n jd penulis. (3) Buku-buku karya Muhidin M.Dahlan yg terkini. Selain tebal,jg bisa buat ngelempar maling.Habiskan waktu buat bacanya he2. (4) Buku karyaku sendiri, “Islah di Tanjung Priok”.Aku yg nulis,aku yg baca, eh aku yang beli juga buat dikasih teman. #KadoBuku @radiobuku

hahn @hahnsaja
@radiobuku buku “Tetralogi Buru”. alasannya, ga bosen bacanya, tapi bukunya tebel beud ūüėÄ #KadoBuku

Nonton Bersama Film ‚ÄėStatus‚Äô | Bambang C Irawan

statusDiputar ulang di Indonesia Buku pada hari Sabtu, 7 April 2012, pukul 19.00 ‚Äď selesai. Selepas nonton bersama, akan diadakan diskusi seputar film tersebut. Sebelumnya, pukul 16.00 ‚Äď 18.00 akan diadakan diskusi draft kumpulan cerita pendek Kumis Penyaring Kopi karya Pinto Anugrah.

Tidak mudah membuat film pendek yang mampu menampung visi secara komprehensif. Tapi film berdurasi 15 menit berjudul ‚ÄėStatus‚Äô ini mampu melakukannya dengan baik. Tidak mengherankan jika film ini memperoleh tiga penghargaan, salah satunya adalah AIMFest.

Film garapan sutradara muda Bambang C Irawan ini menarik perhatian saya ‚Äďterutama‚ÄĒkarena tokoh utamanya, Sugeng, diperankan oleh teman Mathole‚Äô kita, Burhan Fanani. Dia adalah santri PMH Putra, bersekolah di Mathole‚Äô selama 3 tahun dan belum pernah merasakan nikmatnya naik kelas, hihihi‚Ķ (Pisss bro kalau you baca ini).

Karakter Sugeng dalam film ini menjadi simbol ‚Äėkorban ketidakadilan‚Äô sistem pendidikan negeri ini yang kapitalistis. Sebagai guru honorer Sugeng tidak memperoleh penghargaan (baca: gaji) yang layak dari negara. Beberapa kali Sugeng berjuang agar statusnya bisa ditingkatkan menjadi PNS. Tapi prosedur yang rumit bin mbulet selalu menjadi penghalang. Alhasil, Sugeng tetap menjadi orang melarat dan akhirnya, karena keadaan terpaksa, ia ‚Äėnilep‚Äô ‚Äďatau dalam bahasa tokoh Sugeng; meminjam‚Äď uang sekolah untuk membiayai kelahiran puterinya.

‚ÄúDan aku, Gita Pertiwi, aku lahir dari hasil korupsi,‚ÄĚ begitu pernyataan liris sang narator film dalam ending cerita.

Secara umum film ini memang gud marsogud alias jos marijos, mampu menyerap problem ekonomi guru honorer dalam 15 menit bercerita. Teknik penggarapannya pun cukup cermat. Perpindahan satu scene kepada scane berikutnya dilakukan dengan sangat efektif (sesuai kebutuhan film pendek). Dibuka dengan adegan pengenalan karakter Sugeng sebagai guru yang pekerja keras. Yakni dengan menampilkan suasana subuh, kamera menyorot Sugeng yang tertidur dalam posisi duduk dengan meletakkan kedua tangan dan kepala di meja (persis dulu ketika Burhan Fanani tidur di bangku Mathole’, hihihi…), dan di sebelah kepala Sugeng tergeletak sebuah buku. Adegan yang berlangsung sekitar 5 detik ini sudah cukup memberikan kesan bahwa Sugeng tertidur di meja, bukan sengaja tidur. Dan kesan tertidur dengan sendirinya meningkatkan kesan kalau Sugeng pekerja keras.

Pada scane-scane berikutnya malah ada satu adegan yang mengesankan, yakni ketika tokoh Sugeng mau meminjam uang sekolah untuk biaya kelahiran puterinya. Adegan yang menggambarkan problem ekonomi Sugeng itu cukup digambarkan melalui gerak tangan dengan teknik sudut pandang (point of view) dan dalam posisi kamera zoom in. Cukup beberapa detik. Tapi kesan yang menghampiri imajinasi pemirsa sangat komprehensif.

Awalnya saya memang sempat kecewa dengan adanya narator bersuara perempuan yang kerap kali menyeling adegan. Keberadaan narator itu telah mengganggu kenikmatan saya. Tapi ketika sampai ending cerita, kesimpulan saya berbalik arah ketika secara tak terduga tampil sebuah adegan yang menunjukkan si narator ternyata salah satu tokoh dalam film itu sendiri, yakni Gita Pertiwi (diperankan Nita Diah Sulistiowati), anak perempuan Sugeng.

Di sini imajinasi pemirsa dibuat¬† melompat ke belakang. Pemirsa yang semenjak awal adegan menganggap film ini bercerita dengan alur maju, ketika tokoh Gita Pertiwi muncul, pemirsa akan memperoleh kejutan dengan memiliki imajinasi baru bahwa film ini menggunakan alur flash back. Di sinilah menurut saya salah satu kekuatan fim ini; mampu membuat imajinasi pemirsa melompat-lompat. Dan jujur, teknik ini memberikan pelajaran penting ‚Äďjustru‚Äď untuk proses kreatifitas kepenulisan saya.

Jika ada yang membuat saya bertanya-tanya selama menonton film ini, yakni kenapa dalam beberapa scene yang sebenarnya cukup signifikan tapi posisi kamera malah mengambil wajah Sugeng dalam posisi zoom out. Seperti ketika Sugeng didatangi orang yang menagih hutang. Saya tidak tahu kenapa pada saat itu kamera justru ‚Äėtidak mau‚Äô mengeksplorasi kesedihan Sugeng dengan menyorot zoom in wajahnya. Dugaan saya, kemera yang digunakan mungkin saja termasuk kamera genit, yang enggan menyorot zoom in wajah pas-pasan milik tokoh Sugeng ini (xixixiixi..pisss bro..).

Bagaimanapun film seperti ‚ÄėStatus‚Äô, yang mengusung visi kuat, patut dijadikan inspirasi agar ke depan film Indonesia tidak dihiasi adegan paha dan buah dada. Dan catatan saya ini, tidak lebih dari sekedar catatan tentang film dari orang yang nggak ngerti film, qiqiiqiqi‚Ķ Dan saya menulis catatan ini untuk tujuan bergaya saja, biar terkesan paham film, hahahaha‚Ķ

Selebihnya silahkan teman-teman nonton sendiri film itu dan klik di sini

Sumber tulisan: Facebook Muhammad Agung F. Aziz

Reading Group Kitab Primbon Betaljemur Adammakna (#4)

Reading Group dari Gelaran Indonesia Buku menampilkan karya leluhur Jawa-Mataram, Betaljemur Adammakna. Kitab Primbon ini ditampilkan setiap dua pekan di hari Jumahat. Kitab Primbon ini terdiri dari 8 jilid. Karena itu disebut Heksalogi Primbon.

Pada Reading Group #4, Kitab Primbon Betaljemur Attasadhur Adammakna dimulai dari kaca 16 hingga 24. Dari nasehat ke 4 hingga ke delapan. Booklovers, terimakasih atas atensi dan terutama kehadirannya di momen Reading Group Kitab Primbon yang diselenggarakan CahaYA NusaNTaRA (Yantra) dan Indonesia buku (IBOEKOE).

File Suara Satu

File Suara Dua

File Suara Tiga

File Suara Empat

File Suara Lima

2012 02 17_Buku_Kitab Primbon (ke 4)1 web(1)

Reading Group Kitab Primbon #3

Reading Group “Kitab Primbon” IBOEKOE-Yantra untuk ketiga kalinya diselenggarakan (3/2/2012). Kitab Primbon terdiri dari 8 kitab atau heksalogi. Betaljemur #Attasadhur Adammakna yang sedang dikaji bersama-sama adalah Kitab Kedua. Dibaca sekalimat demi sekalimat dan dikomentari.

Herman Sinung Janutama adalah penafsir utama yang kemudian ditimpali oleh peserta yang lain. Pada pertemuan pertama membahas secara umum posisi Kitab Primbon dalam wacana dunia. Di pertemuan kedua dibahas secara umum delapan kitab.

Sementara yang ketiga baru memasuki halaman awal Betaljemur #Attasadhur Adammakan. Suara yang booklovers dengarkan ini adalah ketika membahas Pendahuluan atau Purwaka. Yakni cara atau metode memahami pengetahuan Jawa. Juga tentu saja etika transformasi pengetahuan, misalnya hubungan Guru-Murid.

DENGARKAN DI SINI:

File Satu

File Dua

File Tiga

Ki-Ka: Herman Sinung, Ki Guntur Songgolangit, Mbah Slamet Suwanto

Ki-Ka: Herman Sinung, Ki Guntur Songgolangit, Mbah Slamet Suwanto

Yunita dari Polandia

Yunita dari Polandia

Inilah Jadwal Lengkap Grebeg Buku Jogja 2011

jam-grebeg-4Indonesia Buku berpartisipasi dalam Grebeg Buku Jogja 2011 kali ini dalam diskusi buku “Primbon Jawa”, memutar kembali rekaman Radio Buku tentang tokoh dan komunitas buku, serta softlaunching film dokumenter “Djawa Itoe Koentji” yang merupakan bagian dari Gerakan Arsip Kampung Patehan yang saat ini sedang dihelat.

Berikut ini jadwal lengkap acara:
JUMAT, 30 DESEMBER 2011

OPENING CEREMONY  (Jam 09.30-11.30 WIB)
Pembukaan Pameran oleh Sri Sultan HB Ke-X *, Disparta DIY, Walikota, dan Undangan   |
Tempat : Panggung Istimewa | Dimeriahkan Oleh Pentas-Pentas |
Jajanan Pasar Gratis Di Angkringdiningrat Mbok Brewok

TALKSHOW BUKU ‚ÄúMENUJU EKONOMI ISLAM‚ÄĚ &
‚ÄúDAKWAH DAN KEPEMIMPINAN PERSPEKTIF ISLAM‚ÄĚ (Jam 13.30-15.00 WIB)

Pembicara: Faizi. S.E.i,  M. Lilik Zubaidi  | Peserta: Mahasiswa & Umum | Tempat : Panggung Istimewa  | Gratis | CP. 081937312348 (BEM-J MD UIN)

LOMBA FASHION SHOW BUSANA MUSLIM  (Jam 15.00-17.30 WIB)
Tema : Gemerlap Batik Muslimah   | Kategori Peserta: Remaja, Mahasiswa, Umum   | Kontribusi: Rp. 75.000   |
Tempat : Panggung Istimewa   | Pendaftaran: R. Sekretariat Manajemen Dakwah UIN   | CP. 085643165517, 085729673722 (BEM-J MD UIN)

DISKUSI PRIMBON JOGJA (Jam 15.00-17.30 WIB)
Pemateri : Cahaya Nusantara (Yantra) Peserta : Umum   | Tempat : Panggung Rakyat   | Gratis & terbuka Umum  | Kerjasama : IBOEKOE  CP. 081225187655 (Muhiddin)

WORKSHOP ‚ÄúMENDONGENG & BELAJAR MENDONGENG‚ÄĚ (Jam 16.00-17.30 WIB)
Peserta: Guru / Pendidik, Siswa PAUD & TK   | Gratis   | Fasilitas : Media Mendongeng   | Tempat : Panggung Rakyat   |  CP. 081393211516 (Impian Studio)

PARADE BAND & MALAM PENGGALANGAN DANA (Jam 18.00-21.00 WIB)
Gratis  Tempat : Panggung Istimewa  | CP. 0818276019 (Komunitas Suara Hati)

SABTU, 31 DESEMBER 2011

PARADE BAND SICMA N FRIENDS (Jam 10.00-12.30 WIB)
Gratis  Fasilitas: Stage, Sound, Alat Band   | Tempat : Panggung Istimewa   |
CP. 085743027156, 081904226901 (UKM Musik SICMA UNY)

FASHION SHOW & RIAS PENGANTIN GAYA JOGJA (Jam 13.00-17.30 WIB)
Gratis dan Terbuka Untuk Umum   | Penampil: Mahasiswi D3 Tata Rias dan Kecantikan UNY   | CP. 08128512854 (D3 Tata Rias dan Kecantikan UNY)

TALKSHOW & BEDAH NOVEL ‚ÄúMELODI TERAKHIR SANG MUAZIN SUBUH‚ÄĚ (Jam 15.30-17.30 WIB)
Pembicara: Atim R Anjana   | Penerbit: Suhuf Media   | Gratis   | Tempat : Panggung Rakyat

MALAM SASTRA GREBEG BUKU (Jam 18.00-21.00 WIB)
Pembacaan reportoar ‚ÄúPLEDOI PEMBAYUN‚ÄĚ karya Sigit Sugito & Maria Widi Ariani, dan Launching Buku
‚ÄúSULUK MATARAM‚ÄĚ Antologi Puisi 50 Penyair membaca Jogja (kolaborasi Komunitas Kopi Nyastro)¬†¬† | Gratis¬†¬† | Tempat : Panggung Istimewa¬†¬† | CP. 081931791185 (Komunitas Sastra Mataram), 085225211333 (Komunitas Kopi Nyastro)

AKUSTIK ASYIK TAHUN BARU (Jam 21.00-00.00 WIB)
Penampil: Komunitas Ukulele Jogja, Komunitas Suara Hati, UKM Musik SICMA UNY, dll   | Gratis   | Pesta Jagung dan Kembang Api

TALKSHOW & BEDAH BUKU ‚ÄúRADIO GALAU FM‚ÄĚ (jam 18.30-20.30 WIB)
Pembicara: Penulis Buku Radio Galau FM | Penerbit: Wahyu Media | Gratis | Tempat: Panggung Rakyat

MINGGU, 1 JANUARI 2012

LOMBA MEWARNAI & MENGGAMBAR (Jam 09.00-12.00 WIB)
Kontribusi : Gratis   | Lomba Mewarnai Kategori TK, Lomba Menggambar Kategori SD Kelas 1,2,3   |  Tema: Jogja Kota Wisata Buku   | Fasilitas Juara: Trophy Kepala Dinas Pendidikan Propinsi DIY, Sertifikat   | CP. 085729882845 (Azzen), 085228887823 (Febrinawan).

SEMINAR PARENTING ‚ÄúUMMI INSIDE-Inspirasi Ibu Cerdas Untuk Anak Cerdas‚ÄĚ (Jam 09.00-12.00 WIB)

Pembicara: Misbahul Huda (Penulis / Dirut PT. Temprina, Jawa Pos Group)   | Kontribusi: Rp. 35.000   |  Fasilitas: Buku UMMI INSIDE (Rp.42.000), Sertifikat, Snack   |  Tempat : Balai Kunthi    |  Penyelenggara : JP Books, Radar Jogja    |  CP. 085729882845 (Azzen), 085228887823 (Febrinawan) dan Radar Jogja

TALKSHOW & KONSULTASI KECANTIKAN ORIFLAME (Jam 12.00-14.00 WIB)

Pemateri : Tim Oriflame    |  Peserta : Remaja Putri, Ibu dan Umum    |  Gratis

WORKSHOP PSIKOLOGI ‚ÄúMARKETING YOURSELF‚ÄĚ CARA CEPAT DITERIMA KERJA (Jam 13.00-15.00 WIB)
Pemateri : Trainer Mapro PIO UGM   |  Peserta : Mahasiswa, Dosen & Umum   | Kontribusi: Rp. 100.000  |  Fasilitas: Sertifikat , Snack, Bonus ebook, daftar gaji tiap pekerjaan, format lamaran yang benar, daftar alamat perusahaan minyak di Indonesia   | Tempat : Balai Kunthi   | CP. 085743721747 (Dida Erlina / Magister Profesi Psikologi UGM)

TALKSHOW ‚ÄúTRAVELING FOR WRITING‚ÄĚ (Jam 14.30-16.30 WIB)
Pemateri : Windy Ariestanty (penulis buku ‚ÄúLIFE TRAVELER /Gagas Media‚ÄĚ),
Matatita (penulis buku ‚ÄúEUROTRIP, Safe & Fun‚ÄĚ / Bentang Pustaka)¬† | Gratis, Full Doorprize¬†¬† | Tempat : Panggung Istimewa¬† CP. 085729882845 (Azzen), 085228887823 (Febrinawan)

WORKSHOP MERANGKAI BUKU POP-UP (Jam 14.30-16.30 WIB)
Pemateri : Tim Impian Studio   | Peserta : Guru, Pelajar, Umum   | Gratis   | Fasilitas : Alat Workshop   | CP. 081393211516 (Impian Studio)

RAYAHAN / GREBEG GUNUNGAN BUKU (Minggu, 1 Jan 2012  jam 16.30-17.30 WIB)

Sebuah prosesi Memperebutkan Gunungan Buku yang terbuat terdiri dari 1000 buku yang akan dibagikan Gratis kepada seluruh pengunjung dan masyarakat umum.Gratis dan Terbuka Untuk Umum

SOFT LAUNCHING FILM ‚ÄúDJAWA ADALAH KOENTJI‚ÄĚ (Jam 18.00-18.30 WIB)
IBOKOE  Tempat : Panggung Istimewa   | Gratis dan Terbuka untuk Umum

BINCANG-BINCANG KETELADANAN SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO IX * (Jam 18.30-21.00 WIB)

Terbuka Untuk Umum   | Pembicara : Perwakilan Kraton Yogyakarta, SEKBER Jogja  | Gratis

SENIN, 2 JANUARI 2012

FESTIVAL DONGENG NUSANTARA (Jam 09.30-13.30 WIB)
Peserta : Umum   | Kontribusi: Gratis   | Fasilitas Juara: Bingkisan Menarik, Sertifikat   | CP. 085225211333 (Eko / Forum Aku Anak Indonesia)

TALKSHOW ‚ÄúCENAT-CENUT DALAM PACARAN‚ÄĚ (Jam 13.30-15.30 WIB)

Pembicara: Mei Shofia Romas (Psikolog, Direktur Rifka Annisa)   | Peserta: Pelajar, Mahasiswa, Umum   | Tempat : Panggung Istimewa  Gratis  CP. 0816677730 ( Ramses / Rifka Annisa)

GELARAN APRESIASI, BEDAH ANTOLOGI PUISI & LAUNCHING FORUM (Jam 15.00-17.30 WIB)
Pemateri: Forum Aku Anak Indonesia, Sanggar 28 TERKAM, IST AKPRIND YK   | Peserta : Mahasiswa, Umum   | Gratis  CP. 085225211333 (Eko / Forum Aku Anak Indonesia)

‚ÄúTEMU KUNTILANAK‚Ä̬† TALKSHOW BUKU ‚ÄúELO-GUE-END‚ÄĚ (Jam 15.30¬† 17.30 WIB)
Pembicara : Kuntisimilikiti (penulis buku ‚ÄúElo, Gue, End,-Sepocong Kisah Kunti‚ÄĚ |
Peserta :  Pelajar, Mahasiswa, Umum  Penerbit: Media Pressindo Tempat : Panggung Istimewa  Gratis

DISKUSI ‚ÄúPENDIDIKAN HAK SEMUA WARGA‚ÄĚ
( TUMPENGAN BUKU BERSAMA KOMUNITAS PENDIDIKAN.COM ) (Jam 18.30-20.30 WIB)

Pembicara: Eko Prasetyo* (Penulis, Direktur Program PusHAM UII), J. Sumardianta (Penulis, Guru SMA Kolese de Britto)  Moderator: Akhmad Muhaimin Azzet (Penulis, Penyair)   | Tempat : Panggung Rakyat   | Gratis Buku untuk Peserta   | Penerbit: Arruz Media  CP. 08156893761 (Azzet / Arruz Media)

PENTAS ALBUM MUSIKALISASI PUISI AS-SARKEM ‚ÄúBERBAGI SELEMBAR PUISI‚ÄĚ (Jam 19.00-21.00 WIB)
Penampil : Komunitas As-Sarkem, Kontemproduk, Urban Musicoustic   | Peserta : Umum, Guru & Pelajar SMP   | Tempat : Panggung Istimewa   | Gratis   | CP. 085868357537 (Komunitas As-Sarkem)

SELASA, 3 JANUARI 2012

LOMBA BACA PUISI TINGKAT SD (Jam 09.00-12.00 WIB)
Kontribusi : Rp. 5.000   | Tema: Lingkungan   | Fasilitas Lomba : Materi Puisi, Snack, Air Minum   | Fasilitas Juara : Trophy, Sertifikat   | CP. 0274-9126056, 081931791185, suluhdesa@ymail.com  (Paguyuban Sastra Mataram)

TEMU BINTANG ‚Äú POCONGGG JUGA POCONG‚ÄĚ (Selasa, 3 Jan‚Äô2012 Jam 13.00-15.00 WIB)
Pembicara: @pocong : Arief Muhammad (Penulis buku ‚ÄúPoconggg Juga Pocong‚ÄĚ) & Tim Bukune¬†¬† | Penerbit: Bukune¬† Tempat : Panggung Istimewa¬†¬† | Gratis & Full Doorprize¬†¬† | CP. 085729882845 (Azzen), 085228887823 (Febrinawan)

COACHING CLINIC BAND SMA/K (Jam 15.30-21.00 WIB)

Pemateri: Mal Mulyadi ‚ÄúCranial Incisored‚ÄĚ, Kenny Prahara‚ÄúADSOR‚ÄĚ, Fais Wong ‚ÄúJMS‚Ä̬†¬† | Kategori Peserta: Siswa SMA/SMK¬†¬† | Kontribusi: Rp. 35.000¬†¬† | Fasilitas: Snack, Hand Out, Sertifikat¬†¬† | Tempat : Panggung Istimewa¬†¬† CP. 085743027156, 081904226901 (UKM Musik SICMA UNY)

SEMACAM STAND-UP COMEDY ‚ÄúGUYON NGADEG DI GREBEG‚ÄĚ (jam 19.00- 21.00 WIB)
Dibuka Pendaftaran Jadi Pengguyon  | Kontribusi : Gratis    | Fasilitas Pengguyon : bingkisan menarik   | Tempat : Panggung Rakyat  CP. 085729882845 (Azzen), 085228887823 (Febrinawan)

RABU, 4 JANUARI 2012

NEMBANG MACAPAT ‚ÄúHARMONI LIMA BUNYI DAN ARTI, NGLARAS LIMA‚ÄĚ (Jam 10.00¬† 21.00 WIB)
Penampil: Sugito Hadi Supadma, Ki Eko Prasetyo Sabda Gotama, Komunitas SLEnK, Sekolah Seni Yogyakarta   | Diskusi : Iman Budhi Santosa*  Gratis  CP. 085643438685 (Komunitas SLEnK)

LOMBA BACA PUISI TINGKAT SMP (Jam 09.00 -12.00 WIB)
Kontribusi : Rp. 10.000   | Tema: Wawasan   | Fasilitas Lomba : Materi Puisi, Snack, Air Minum   | Fasilitas Juara : Trophy, Sertifikat   | Tempat : Panggung Istimewa  | CP. 0274-9126056, 081931791185, suluhdesa@ymail.com  (Paguyuban Sastra Mataram)

FESTIVAL BAND (Jam 12.00-15.30 WIB)
Katagori : Pelajar & Mahasiswa   | Kontribusi: Rp. 35.000   | Fasilitas Juara: Trophy, Uang Pembinaan, Sertifikat  |  Tempat : Panggung Istimewa  CP. 085643855303, 087838939391 (BEM-J MD UIN)

GATHERING GUSDURIAN (Jam 15.30-17.30 WIB)
Pembicara: Anita Wahid (Putri Gus Dur)   | Peserta : Gusdurian & Umum   | Tempat : Panggung Istimewa  |  Gratis   | CP. 085729882845 (Azzen/ Gusdurian)

WORKSHOP MERANGKAI BUKU POP-UP (Jam 16.00-17.30 WIB)
Pemateri : Tim Impian Studio   | Peserta : Guru, Pelajar, Umum   | Tempat : Panggung Rakyat   | Gratis   |  Fasilitas:  Alat Workshop  CP. 081393211516 (Impian Studio)

BEDAH BUKU ‚ÄúMENJADI LAKI-LAKI: PANDANGAN LAKI-LAKI JAWA TENTANG MASKULINITAS DAN¬† KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA‚ÄĚ (Jam 18.30-20.30 WIB)

Pembicara *: Sugito HS (Seniman), Prof. Muhajid Darwin (PSKK UGM), Eli Nur Hayati (Penulis), Nur Hasyim (Moderator/Aliansi Laki-Laki Baru)  Penerbit : Rifki Annisa Tempat : Panggung Rakyat | Gratis  | CP. 0816677730

DRAMATIC READING BAHASA JAWA (Jam 19.00-21.00 WIB)
Penampil : Forum Aktor Teater Garasi   | Tempat : Panggung Istimewa   | Gratis  CP. 082137672928

KAMIS, 5 JANUARI 2012

LOMBA  BACA PUISI TINGKAT SMA (Jam  09.00-12.00 WIB)
Kontribusi : Rp. 15.000   | Tema: Narkoba/Napza | Fasilitas Lomba: Materi Puisi, Snack, Air Minum |  Fasilitas Juara : Trophy, Sertifikat  CP. 0274-9126056, 081931791185, suluhdesa@ymail.com  (Paguyuban Sastra Mataram)

PARADE BAND ANTAR FK UKM MUSIK SE-JOGJA (Jam 12.30-17.30 WIB)
Kontribusi : Gratis | Fasilitas: Stage, Sound, Alat Band  | Tempat : Panggung Istimewa   | CP. 085743027156, 081904226901 (UKM Musik SICMA UNY)

PARADE BAND ANTAR FK UKM MUSIK SE-JOGJA (Jam 12.30-17.30 WIB)
Kontribusi : Gratis | Fasilitas: Stage, Sound, Alat Band | Tempat : Panggung Istimewa  | CP. 085743027156, 081904226901 (UKM Musik SICMA UNY)

PEMBAGIAN HADIAH LOMBA, PENGUNDIAN HADIAH UTAMA 1 MOTOR  (Jam 19.00-21.00 WIB)

Acara : Perform Juara Lomba, Pembagian Hadiah, Pengundian Hadiah & Penutupan (Panggung Istimewa)

IKUTI PULA SETIAP HARINYA :
BACA KEPRIBADIAN & TES & KONSULTASI BIDANG KERJA YANG SESUAI (Jam 15.00-21.00 WIB) | Kontribusi: BACA KEPRIBADIAN (Gratis) // TES & KONSULTASI BIDANG KERJA YANG SESUAI (Rp. 50.000)   |  Hasil Tes Boleh Dibawa Pulang  CP. Pendaftaran :  085743721747 (Magister Profesi Psikologi UGM)

GATHERING KOMUNITAS ‚ÄúKOREAN-POP‚ÄĚ (jam 15.30 ‚Äď 17.30 WIB)
Bersama Penerbit: Wahyu Media | Gratis | Tempat: Panggung Rakyat

Katalog Terbaru (Seri Lengkap Ekspedisi Kompas)

Pada 7 Desember 2011, Newseum Indonesia memberi Anugerah Tirto Adhi Soerjo kepada Tim Ekspedisi Kompas atas jasanya memberikan eksposisi dan sekaligus reposisi. Ia tak sekadar mengekspos peristiwa, tapi menghadirkan, menyingkap, dan memposisikan kembali benda-benda, manusia-manusia yang menyandarkan hayat di dalamnya, waktu bersama, dalam suatu relasi masa kini dan masa depan.

Berikut ini adalah serial Ekspedisi Kompas yang terkoleksi dalam perpustakaan “gelaranibuku”:

  1. Ekspedisi Anjer-Panaroekan: Laporan Jurnalistik Kompas (200 Tahun Anjer-Panaroekan, Jalan untuk Perubahan)
  2. Ekspedisi Bengawan Solo: Laporan Jurnalistik Kompas (Kehancuran Peradaban Sungai Besar)
  3. Ekspedisi Tanah Papua: Laporan Jurnalistik Kompas
  4. Ekspedisi Jejak Peradaban NTT: Laporan Jurnalistik Kompas
  5. Ekspedisi Ciliwung: Laporan Jurnalistik Kompas
  6. Ekspedisi Citarum: Laporan jurnalistik Kompas
  7. Melihat Indonesia Dari Sepeda: Jelajah Sepeda Kompas
  8. Jelajah Musi Eksotika Sungai di Ujung Senja

Demikian tambahan koleksi spesial salah satu rak utama kami “Region/Tanahair”. Salam dari Perpustakaan Gelaran Ibuku. Untuk mengetahui koleksi apa saja dalam perpustakaan gelaranibuku, booklovers cukup merayahinya dari kamar atau laptop masing-masing dengan masuk ke laman katalog bersama (15 perpustakaan komunitas):

http://katalogbersama.net/ucs

Alamat Perpustakaan:
Jl Patehan Wetan 3, Kec Kraton, Alun-Alun Kidul, Yogyakarta | Surat-e: redaksi@indonesiabuku.com | iboekoe@gmail.com | Web: www.indonesiabuku.com
Telp :
(0274) 372690 | 087839137459
Opening Hours

Selasa-Ahad :
Buka : 01.00 AM
Rehat : 17.30.00 ‚Äď 18.30 PM
Tutup : 22.00 PM
Senin (Tutup Total)

Koleksi
Kami menyediakan koleksi buku-buku tentang tokoh, sejarah, dan kesusastraan. Tersedia pula koleksi yang kaya tentang jurnalistik, baik berupa buku, majalah, koran, dan newsletter, dan film-film tentang buku dan jurnalistik. Koleksi itu tersedia dalam bentuk digital (berita terketik) maupun cetak kertas.

Keanggotaan
(1) Umum
Menjadi anggota di Gelaran Ibuku cukup dengan membayar biaya pendaftaran Rp 100.000,- dan berlaku selamanya. Anggota akan mendapatkan fasilitas: (1) Mendapatkan kartu anggota, (2) Peminjaman koleksi, (3) Informasi reguler tentang aktivitas buku lewat situs www.indonesiabuku.com dan seluruh kegiatan Gelaran Ibuku berupa bedah buku, simposium, diskusi-diskusi, dan pelatihan kreatif, dan (4) Mendapatkan rabat untuk pembelian buku-buku Limited Edition kelompok penerbitan IBOEKOE, kaos, dan juga layananan fotocopy dan scan data.

(2) Khusus
Setiap pribadi yang pernah mengikuti riset yang diselenggarakan Indonesia Buku, baik riset pers, kronik, partai politik, puisi nusantara, buku sastra indonesia, jurnal republik, dan seterusnya secara otomatis tercatat sebagai anggota Gelaran Ibuku dan mendapat perlakuan khusus dengan koleksi.

Salam!

Koleksi Majalah Perbukuan (1979-1982)

1980 07 OPTIMIS (06)_Buku_0001Tak banyak majalah perbukuan yang khusus diperuntukkan sebagai medium merekam kisah dunia buku. Di antara yang tak banyak itu ada “Optimis” dan “Idayu”. Keduanya berkantor di Jakarta. Keduanya sekaligus media komunitas. Perpustakaan Gelaran Ibuku menyimpan beberapa edisi majalah tersebut. Berikut koleksi “Optimis” dan “Idayu”

Majalah Perbukuan Optimis (Maret 1980 No 02 Tahun I dan Juli 1980 No 06)

Majalah Perbukuan Optimis (No 16 Th II 22 Mei 1981)

Majalah Perbukuan Optimis (No 24 TH II – 22 Januari 1982)

Berita Bibliografi Idayu (Maret-April 1979)

Berita Bibliografi Idayu (Juli-Agustus 1979)

Salam dari Perpustakaan Gelaran Ibuku

Alamat :
Jl Patehan Wetan 3, Kec Kraton, Alun-Alun Kidul, Yogyakarta | Surat-e: redaksi@indonesiabuku.com | iboekoe@gmail.com | Web: www.indonesiabuku.com
Telp :
(0274) 372690 | 087839137459
Opening Hours

Selasa-Ahad :
Buka : 01.00 AM
Rehat : 17.30.00 ‚Äď 18.30 PM
Tutup : 22.00 PM
Senin (Tutup Total)
Koleksi

Kami menyediakan koleksi buku-buku tentang tokoh, sejarah, dan kesusastraan. Tersedia pula koleksi yang kaya tentang jurnalistik, baik berupa buku, majalah, koran, dan newsletter, dan film-film tentang buku dan jurnalistik. Koleksi itu tersedia dalam bentuk digital (berita terketik) maupun cetak kertas.
Keanggotaan

(1) Umum

Menjadi anggota di Gelaran Ibuku cukup dengan membayar biaya pendaftaran Rp 100.000,- dan berlaku selamanya. Anggota akan mendapatkan fasilitas: (1) Mendapatkan kartu anggota, (2) Peminjaman koleksi, (3) Informasi reguler tentang aktivitas buku lewat situs www.indonesiabuku.com dan seluruh kegiatan Gelaran Ibuku berupa bedah buku, simposium, diskusi-diskusi, dan pelatihan kreatif, dan (4) Mendapatkan rabat untuk pembelian buku-buku Limited Edition kelompok penerbitan IBOEKOE, kaos, dan juga layananan fotocopy dan scan data.

(2) Khusus
Setiap pribadi yang pernah mengikuti riset yang diselenggarakan Indonesia Buku, baik riset pers, kronik, partai politik, puisi nusantara, buku sastra indonesia, jurnal republik, dan seterusnya secara otomatis tercatat sebagai anggota Gelaran Ibuku dan mendapat perlakuan khusus dengan koleksi.

Salam!

Koleksi Hamka (Plagiat)

Hamka adalah sebuah fenomenal. Ia seorang ulama besar yang di dalam penjara menghasilkan tafsir Al-Azhar yang monumental itu. Ia juga seorang ulama kharismatik. Pernah menjadi ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Saat heboh “assalamu’alaikum” dan Undang-Undang Perkawinan, Hamka ada di sana.

Tapi, Hamka yang dirangkumkan di sini adalah Hamka yang bukan ulama, melainkan Hamka yang sastrawan. Dan ia pernah berada dalam pusaran skandal yang sampai kini kasusnya terambangkan. Kasus itu hanya ada dalam memori. Perpustakaan Gelaran Ibuku mencoba menampilkan kembali memori yang ngambang itu. Ke sebuah generasi. Hari ini. Terkini. Kiwari.

1. Magdalena: Di Bawah Naungan Bunga Titilia karya Al-Manfaluthi/Alfonso Karr

Buku ini adalah karya yang menurut redaksi “Lentera”/Bintang Timur yang diplagiasi oleh Hamka.

2. Tenggelamnya Kapal van der Wyck karya Hamka

Buku yang hingga 1962 telah tercetak sebanyak 80 ribu eksemplar ini menjadi terdakwa dalam skandal sastra Indonesia. Menjadi tak mengherankan bila A. Teeuw dalam buku “Pokok dan Tokoh” tak memasukkan karya ini sebagai “karya” Hamka.

3. Kliping Plagiat Hamka

Data-data dalam bundel kliping ini adalah senarai rekam perdebatan isu plagiat Hamka atas “Van Der Wyck” atas “Magdalena”. Tahun dalam kliping ini utamanya berkisar pada 1962-1964.

4. Aku Mendakwa Hamka Plagiat: Skandal Sastra Indonesia 1962-1964 karya Muhidin M Dahlan

Buku ini menampilkan kembali perdebatan itu dengan diakhiri konteks bagaimana sikap kita terhadap isu plagiarisme.

Demikian koleksi “Plagiat Hamka” ditampilkan perpustakaan Gelaran Ibuku. Salam.

Pilihan Tulisan Aidit Jilid II (1960)

aiditSyawal itu September. Syawal itu merah. Perpustakaan Gelaran Ibuku (Indonesia Buku/IBOEKOE) dibuka lagi pada 9 September 2011. Mohon maaf lahir batin kepada semua anggota syarekat buku pemulia pengetahuan.

Dengan semangat “syawal itu merah” kami senantiasa selalu mempebarui katalog kami. Untuk bulan “syawal itu merah”, Gelaran Ibuku melakukan katalogisasi naskah-naskah 1950-1965 ataupun isu-isu di seputar tahun-tahun “revolusi belum selesai” itu. Salah satu naskah penting yang sudah kami scan agar tetap awet adalah “Pilihan Tulisan D.N. Aidit Jilid II”. Buku setebal hampir 600 halaman ini merupakan kompilasi tulisan yang pernah dimuat di “Harian Rakjat”. Jilid I dan III masih kami cari dari tumpukan naskah-naskah yang ada dalam kamar katalog.

Berikut ini daftar isi buku yang sudah tersimpan dalam CD itu:

Daftar Isi

  • Jangan Henti2nya Memperbesar Pengaruh Harian Rakjat – 8
  • Hidup Kongres ke XX PKUS! – 12
  • Sambutan terhadap Kongres ke-III Partai Buruh Korea – 27
  • Bersatulah untuk Menyelesaikan Tuntutan2 Revolusi Agustus 1945 – 32
  • Tak Ada Agresi Sovjet di Hongaria – 99
  • 12 November dan Perjuangan Nasional Anti Kolonialisme – 104
  • Tentang Komposisi Pimpinan Konstituante – 112
  • Harian Rakyat Senjata Ditangan Rakyat dan Partai – 116
  • Konfrontasi Peristiwa Madiun (1948) – Peristiwa Sumatera (1956) – 123
  • Hatta Biangkeladi dalam Menggagalkan Konsepsi Bung Karno – 143
  • Rakyat dan Angkatan Perang Harus Bekerjasama dalam Mencapai Tujuan2 Positif dari Keadaan Darurat Perang – 150
  • Bukan Krisis, tapi Banjir Besar Kekuatan Demokratis dan Patriotik – 154
  • Untuk Konstitusi Republik Proklamasi 1945 – 159
  • Belajar Lebih Banyak untuk Lebih Memperbaiki Praktek Revolusioner Kita – 176
  • Sekali Lagi Semboyan Tanah untuk Kaum Tani – 182
  • Rakyat Indonesia sedang Bergeser ke Koro – 186
  • Ubah Imbangan Kekuatan untuk Melaksanakan Konsepsi Presiden Sukarno 100% – 192
  • Masyarakat Indonesia dan Revolusi Indonesia – 247
  • Mencoblos Palu-Arit Berarti Mengalahkan Kaum Teroris – 301
  • Sedikit tentang Kerjasama PNI-PKI – 304
  • Rakyat Indonesia Bertekad Bulat untuk Menunaikan Tugas2 Revolusi Agustus – 307
  • Musyawarah Nasional Berachir dengan Kemenangan Nasional – 316
  • Melarang PKI Berarti Menentang 4 Sila Daripada Pancasila – 319
  • Revolusi Oktober dan Rakyat2 Timur – 324
  • Pemuda Rakyat harus Tetap Setia Kepada Revolusi Agustus 1945 – 337
  • Mari Membangun dengan Rencana – 342
  • Jika Irian Barat Gagal di PBB, Jalan Lain adalah Jalan Kemenangan – 353
  • Perjuangan Irian Barat Didukung Front Nasional yang CUkup Luas – 358
  • Sesuaikan Harian Rakyat dengan Perkembangan Situasi yang Tepat – 366
  • Perlu Tindakan Tegas untuk Mencegah Korban Rakyat yang Banyak – 374
  • Fase Baru dan Penyesuaian Organisasi dengan Situasi – 377
  • Kalahkan Konsepsi Politik Amerika Serikat – 444
  • Sesudah Pemberontakan PRRI Dikalahkan Persatuan Nasional Lebih2 Lagi Diperlukan – 455
  • Perbuatan Agresi Amerika Serikat akan sangat Merugikan Amerika Serikat Sendiri – 464
  • Wanita Komunis Pejuang untuk Masyarakat Baru – 472
  • Pidato Sambutan Dihadapan Kongres ke XI Partai Komunis Cekoslowakia – 483
  • Pidato Didepan 8000 Aktivis Partai Komunis Cekoslowakia di Praha – 487
  • Kegagalan Kontrarevolusi Lebih Memperkuat Sosialisme di Hongaria – 495
  • Hidup PPSD, Pemimpin Sejati Rakyat Republik Demokrasi Jerman – 499
  • Semua Partai di Indonesia Bersatu Menyokong Perjuangan Rakyat Aljazair – 503
  • Konfederasi adalah Satu2nya Pemecahan Politik yang Objektif bagi Jerman – 506
  • “Universitas Rakyat” sebagai Sumbangan untuk Menyelesaikan Revolusi Agustus sampai ke-Akar2nya – 511
  • Mendukung Demokrasi Terpimpin adalah Politik yang paling Revolusioner – 518
  • Semangat Sumpah Pemuda Haruslah Semangat untuk Melaksanakan Demokrasi Terpimpin dan Konsepsi Presiden – 523
  • Bersatu Menempuh Jalan Demokrasi Terpimpin Menuju Pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno 100% – 526
  • Majulah Terus Gerakan Wanita Indonesia untuk Emansipasi dan Masyarakat Baru – 557

Kunjungi Katalog perpustakaan Gelaran Ibuku di Katalog Bersama 15 Perpustakaan Alternatif.

Salam kami dari Pojok Alun-Alun Kidul, Patehan Wetan 3, Keraton, Yogyakarta. Tersedia ribuan koleksi buku dan koran. Kami senantiasa menunggu kunjungan booklovers dan segenap anggota syarekat buku pemulia pengetahuan. (GM)

Sepekan "Ngabubucin" Film Perang Tanah Air (15-21 Ags)

Sulit pungkiri, karena kelindan beberapa peristiwa penting dalam sejarah republik, Bulan Agustus lekat dengan semangat untuk merefleksikan kembali nasionalisme. Beragam refleksi tersebut hadir dalam tataran simbolik mulai dari pengecatan gapura kampung, hingga perdebatan wacana di kolom opini surat kabar prestisius. Produk-produk kebudayaan populer, tak luput pula dari gagasan reflektif soal nasionalisme.

Film sebagai sebuah artefak kebudayaan populer, kerap kali dimanfaatkan untuk memantulkan semangat reflektif serupa. Keberadaan genre perang/perjuangan dalam sejarah sinema tanah air merupakan salah satu contoh nyatanya.

Apabila kita sepakat dengan hipotesis Misbach Yusa Biran ditambah keputusan politis konferensi kerja Dewan Film Indonesia pada 11 Oktober 1962, film yang patut disebut sebagai tonggak film nasional adalah ‚ÄúDarah dan Doa‚ÄĚ (1950) karya Usmar Ismail, sebuah film yang tentunya dapat masuk ke dalam kategorisasi ‚Äúperang‚ÄĚ/‚ÄĚperjuangan‚ÄĚ. Merujuk pendapat Misbach, film Usmar itu adalah yang pertama kalinya menawarkan pergulatan ide tentang bagaimana Republik yang baru lahir akan dibawa, dan karenanya otentik untuk menyandang status sebagai pionir film ‚Äúnasional‚ÄĚ[1].

Dalam lintasan sejarahnya, film perang oleh berbagai sineas hadir mengusung gagasan nasionalisme kritis atau seringkali jatuh menjadi heroisme semu yang mudah jatuh ke dalam propaganda fasisme, dan bahkan sekadar film hiburan an sich. Intinya, film perang cukup kaya akan agenda baik tekstual maupun kontekstual, walaupun penamaan genre-nya sangat boleh menyempitkan cara kita membaca film-film tersebut: melulu sekadar film dengan gagasan soal heroisme dalam peperangan.

Dalam bingkai kehati-hatian tersebut, Cine Book Club Yogyakarta, bekerjasama dengan Yayasan Indonesia Buku berusaha mengajak segenap penonton film untuk memanfaatkan masa seminggu momen di Bulan Agustus kali ini untuk merefleksikan ulang perjalanan film-film perang yang pernah berseliweran di jagat sinema Indonesia. Atas dasar kebetulan pula, karena Bulan Agustus tahun ini bertepatan dengan Bulan Ramadhan, maka tim Cine Book Club lantas menyematkan nama pada kegiatan pemutaran ini: ‚ÄúNgabubuCin‚ÄĚ (Ngabuburit dengan Cinema).

Penamaan itu sederhana saja muasalnya. Malam Ramadhan pastilah banyak digunakan untuk beribadah bagi kawan-kawan muslim. Sementara, saat sore hari, masyarakat Indonesia sangat akrab dengan aktivitas menghabiskan waktu menunggu buka puasa. Maka kami menawarkan dua aktivitas dalam satu waktu. Niatan pertama mungkin agak adiluhung, mengajak pemirsa yang berminat meninjau ihwal apa saja yang terekam dalam sejarah film ‚Äúperang‚ÄĚ dan ‚Äúperjuangan‚ÄĚ kita selama ini. Sementara agenda kedua barangkali lebih profan tampaknya.

Acara ini akan menyediakan wahana bagi kawan-kawan sekalian menghabiskan waktu menanti buka puasa, dengan menonton sinema. Oportunis? Mungkin.

Namun, selebihnya, kami dari Cine Book Club berharap selama seminggu, pemutaran tematik ini semoga dapat memberi banyak hal bagi kawan-kawan semua. Untuk itu, berikut daftar film-film yang akan kita putar di Studio 2 Cine Book Club, Patehan Wetan no. 3, Keraton, Yogyakarta setiap pukul 15.00 WIB (khusus pemutaran tanggal 19 dilaksanakan mulai pukul 13.00 WIB):

1. [15 Agustus 2011]¬† ‚ÄúNovember 1828‚ÄĚ (127 menit, diputar pukul 15.00)
Film karya Teguh Karya produksi 1979 ini diputar pertama kali sebagai perwakilan film perjuangan dengan lokus utama perang kedaerahan. Inilah masa saat kesadaran kolektif sebagai bangsa belum tumbuh. Perjuangan melawan penjajah berlangsung di daerah masing-masing. Mengambil fragmen Perang Diponegoro, Teguh Karya berhasil menghadirkan latar abad 19 secara jitu berikut konflik aktor-aktor yang terlibat dalam peperangan lokal tersebut. Berangkat dari sudut pandang Kapitein De Borst (Slamet Rahardjo), indo yang sangat ingin jadi Belanda murni, penonton dibawa dalam kisah tentang perjuangan maha liat dari masing-masing pihak, kolonial Belanda maupun rakyat Yogya beserta kelompok perlawanan yang dipimpin Sentot Prawirodirdjo.

2. [16 Agustus 2011] ‚ÄúTjoet Nja‚Äô Dhien‚ÄĚ (127 Menit, diputar pukul 15.00)

Kerap disebut-sebut sebagai salah satu puncak gemilang capaian sinema Indonesia, film garapan Slamet Rahardjo Djarot tahun 1986 ini memang bergelimang penghargaan. Terutama di ajang Festival Film Indonesia 1987. Melejitkan aktris Christine Hakim yang berperan sebagai Tjoet Nya’ Dhien, film ini dapat dibaca sebagai film mengenai kekuatan perempuan, kerumitan menjaga identitas, atau paparan kompleks sebuah upaya menjaga kemanusiaan di tengah medan pertempuran. Sebuah film yang memang patut ditonton ulang dan dibicarakan oleh setiap generasi. Mewakili pula film perang dengan latar perjuangan daerah.

3. [17 Agustus 2011] ‚ÄúDarah dan Doa‚ÄĚ (127 Menit, diputar pukul 15.00)
Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, film ini bahkan telah ditahbiskan secara politis sebagai film pertama dengan gagasan nasionalis, dan karenanya disebut sebagai film nasional pertama. Bercerita mengenai rombongan pasukan Siliwangi yang hijrah pimpinan Kapten Sudarto (Del Juzar). Fokusnya pada Kapten Sudarto yang dilukiskan bukan bagai “pahlawan”, tapi lebih sebagai manusia. Meski sudah beristri di tempat tinggalnya, selama di Yogya dan dalam perjalanan ia terlibat cinta dengan dua gadis. Romantika nan pelik di tengah kecamuk nasib republik yang masih goyah tahun 1950. Mewakili film dengan latar peperangan yang sudah menabalkan status perang kemerdekaan.

4. [18 Agustus 2011] ‚ÄúEnam Djam di Jogja‚ÄĚ (116 Menit, diputar pukul 13.00)
Sekali lagi dari Usmar Ismail, diproduksi tahun 1951. Senarai kisah mengenai gerilya rakyat selepas Yogyakarta diduduki Belanda (Desember 1948). Dilukiskan di dalam film ini kerja sama antara rakyat, tentara dan pemerintah. Sudut pandang unik film ini muncul dari penggambaran multi-sudut pandang, tentang respon masing-masing pihak terhadap upaya perlawanan balik dari gerilyawan Republik tersebut. Ada sudut pandang dari rakyat baik yang pro maupun kontra terhadap pejuang, tentara pengecut, pihak Belanda sendiri. Film dengan kisah global dan menjadi cetak biru film perang yang tak hanya memberi ruang bagi pejuang fisik, tapi juga rakyat, yang hampir-hampir tanpa nama.

5. [19 Agustus 2011] ‚ÄúJanur Kuning‚ÄĚ (127 Menit, diputar pukul 15.00)
Seringkali dicap sebagai film ‚Äúplat merah‚ÄĚ. Sulit dielak, faktanya memang karya Alam Surawidjaja ini memberi porsi karakterisasi terbesar pada kepemimpinan Soeharto (diperankan oleh Kaharudin Sjah) di saat pelaksanaan Serangan umum 1 Maret untuk merebut sementara Yogyakarta dari cengkraman Belanda. Pada masanya, tahun 1979, film ini menjadi film termahal Indonesia dari segi biaya pembuatan. Film ini juga berhasil menjadi ikon representatif film perang Indonesia, terlepas dari muatan politis di belakangnya.

6. [20 Agustus 2011] ‚ÄúPasukan Berani Mati‚ÄĚ (127 Menit, diputar pukul 15.00)
Sutradara Imam Tantowi tak tanggung-tanggung, berhasil membuat sebuah film perang yang tak hanya menampilkan pesan-pesan mengenai heroisme namun juga hiburan. Benar sekali, hiburan. Untuk itu,  film ini malah patut diapresiasi kembali. Adakah cerita mengenai balas dendam sekelompok tentara gerilya yang pemimpinnya terbunuh oleh Belanda secara nekat itu menghibur? Kita nantikan komentarnya lebih lanjut pasca-pemutaran.

7. [21 Agustus 2011] ‚ÄúMerah Putih‚ÄĚ (109 Menit, diputar pukul 15.00)
Genre perang sempat mati suri lama walau film Indonesia sempat memiliki momentum bangkit pasca-reformasi. Film perang akhirnya kembali diproduksi tahun 2009. Kritik menghujani film bikinan Yadi Sugandi tentang enam orang pemuda dengan dari latar belakang yang berbeda-beda sedang mengikuti pelatihan militer sekitar tahun 1947 tersebut. Namun, menarik untuk dibicarakan bersama kemudian, bagaimana sineas kekinian merefleksikan gagasan nasionalisme berbungkus perang kemerdekaan, untuk konsumsi penonton. Maka silahkan luangkan waktu sejenak melihat kembali film ini bersama-sama.

*Catatan ini sekaligus diniatkan sebagai undangan kegiatan Cine Book Club Yogya. Silahkan disebar ke kawan-kawan yang lain. Salam!

Catatan kaki:
1] Bantahan terhadap pendapat Misbach telah muncul melalui hasil penelitian Charlotte Setijadi-Dunn (La Trobe University) dan Thomas Barker (National University of Singapore) dalam artikel¬† ‚ÄúMembayangkan ‚ÄėIndonesia‚Äô: Produser Etnis Tionghoa dan Sinema pra-Kemerdekaan‚ÄĚ Asian Cinema Journal, Vol. 21, No. 2, Fall/Winter 2010 (Temple University, USA). Menurut mereka, argumen Misbach perlu diperiksa kembali secara kritis karena dengan sengaja meminggirkan peranan sineas Tionghoa dalam kurun waktu senjakala Hindia Belanda dan permulaan pendudukan Jepang. Sineas-sineas Tionghoa tersebut, meski menciptakan film komersial dan melulu menjual eksotisme unsur-unsur kebudayaan lokal, menurut Baker dan Dunn telah berjasa menelurkan gagasan soal representasi Indonesia pra-kemerdekaan, terutama pada khalayak Hindia Belanda maupun dunia pada umumnya.

Ardyan M Erlangga, penjaga studio Cine Book Club

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan