-->

Arsip Agenda & Donasi Toggle

2 JUNI – 31 JULI 2016 | PAMERAN “COMMUNITY CULTURE AND CREATIVITY” by UNESCO JAKARTA | YOGYAKARTA

 

Community Culture and Creativity

 

Sejak 2012, UNESCO telah menjalin kerjasama yang erat dengan komunitas lokal di sekeliling Candi Borobudur dan Prambanan, juga dengan pemerintah daerah, dalam upaya membantu pengembangan industri kreatif setempat dan mendorong pemberdayaan anak muda yang tinggal di wilayah tersebut. Pada 2013, UNESCO bekerjasama dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di area Borobudur (Magelang, Jawa Tengah) melaksanakan kajian pemetaan potensi daerah dari sisi industri kreatif, seni, dan budaya. (lebih…)

28 MEI 2016 | BINCANG-BINCANG SASTRA EDISI 128 | PENDAPA MANIS RENGGA, TEMPEL, WIROGUNAN, YOGYAKARTA

BBS Mei

 

BELAJAR LAGI PEMANGGUNGAN SASTRA

Studio Pertunjukan Sastra bekerja sama dengan Dewan Teater Yogyakarta, di akhir bulan Mei ini, sedianya akan menggelar acara Bincang-bincang Sastra edisi ke 128. Acara bertema ‘Belajar Lagi Pemanggungan Sastra’ akan digelar pada hari Sabtu, 28 Mei 2016 pukul 19.30 di Pendapa Manis Rengga, Tempel, Wirogunan, Yogyakarta. Dalam acara ini akan hadir sebagai pembicara cerpenis dan teaterawan Yogyakarta, Wahyana Giri M.C. dipandu cerpenis muda berbakat Risda Nur Widia.

(lebih…)

27 Mei – 27 Juni 2016 | Mandiri ART|JOG|9 | Jogja National Museum

Mandiri ART|JOG|9 Perayaan Bersama Pencapaian Seni Rupa Indonesia

Opening
Jumat, 27 Mei 2016 Pkl. 19.00
Dibuka oleh: Dr. M. Arief Yahya
(Menteri Pariwisata Republik Indonesia)
Jogja National Museum
Jalan Prof. Ki Amri Yahya No. 1 Yogyakarta, INDONESIA

Program Pendamping:
Curatorial Tour
Sabtu, 4 dan 25 Juni 2016 Pkl. 14.00
Jumat, 10 dan 17 Juni 2016 Pkl. 14.00

Meet The Artists
Jumat, 3 dan 24 Juni 2016 Pkl. 14.00
Sabtu, 11 dan 18 Juni 2016 Pkl. 14.00
Pendaftaran: sideprogram.artjog@gmail.com

(lebih…)

24 MEI – 10 JUNI 2016 | “The 2nd JOGJA INTERNATIONAL MINIPRINT BIENNALE (JIMB) 2016” | SANGKRING ART PROJECT | KASIHAN BANTUL, YOGYAKARTA

Indonesia_Geugeut Pangestu Sukandiwinata(Finalist)

Temu Pers

(Senin, 23 Mei 2016, pukul 10.00 – 12.00 WIB)

Tempat

Tirana House, Jl Abu Bakar Ali No 22, Kotabaru, Yogyakarta

Pembukaan

(Selasa 24 Mei 2016, pukul 19.00 – selesai)

Dibuka oleh: Prof. Dr. M. Dwi Marianto MFA

Acara pembukaan: “Carving Party” n Music

Jam buka pameran: 10.00 – 17.00 WIB (setiap hari)

  (Lebih…)

15 MEI 2016 | PAMERAN SENI RUPA DAN LAUNCHING ERUNA GALLERY

 “GERBANG WACANA”

Perupa membutuhkan ruang yang representatif guna mengapresiasikan hasil karyanya kepada publik seni dan peminat karya seni. Ruang seni yang masih sangat terbatas dan sulitnya birokrasi serta mahalnya biaya penggunaan fasilitas untuk mengapresiasikan atau publikasi karyanya, merupakan permasalahan yang sering dijumpai para perupa. Permasalahan ini dialami oleh para perupa pemula atau perupa yang mencari peminatnya.

Dibangun atas inisiatif dan pendanaan pribadi Mulyani Prapto Sarjono, ERUNA GALLERY sudah didirikan sejak tahun 2010. Keberadaannya terus dibenahi mengikuti kebutuhan ruang yang representatif. Tanggal 15Mei 2016, guna menjawab tantangan perkembangan dunia seni terkini, setelah seluruh kesiapan fasilitas dan managemen, Eruna Gallery dianggap sudah cukup memadai dan siap berpartisipasi dalam perkembangan seni rupa Indonesia.

Peresmian ERUNA GALLERY pada tanggal 15 Mei 2016 ditandai dengan pameran seni rupa bersama 31 seniman Magelang dan Yogyakarta, menjadi Gerbang Wacana bagi seniman dan karyanya. Pameran yang diikuti oleh 31 seniman ini menampilkan karya seniman dari beberapa generasi. Dari Jogjakarta 25 seniman Andi Ramdani Bamboo, Jajang Kawentar, Anto Sukanto, Ristianto Cahyo Wibowo, Rojal Fikri, Enggar Pujana, M. Amrozi, Siddek Yamenea, Salim, Jatmiko Wahono, Mulyani Prapto Sarjono, Asnan, Jose Rizal, Luken Biantoro, Uret Pari, Januri, Basori, Satya Budhi, Agus Ismoyo, En Roel, Viktor Sarjono, Yulius HP, Picuk Asmara, Naima Farid, Katirin dan dari Magelang 6 Seniman diantaranya, Arif Safari, Hatmjo, Asrul Sani, Mang Yani, Yulius Iswanto dan Arif Sulaeman.

ERUNA GALLERY merupakan ruang bagi para perupa guna mengapresiasikan karyanya kepada masyarakat seni yang dirancang bersenyawa dengan ruang resto. Gallery dengan apresiatornya, menjadi gerbang peluang bagi para seniman, sebagai alternatif ruang untuk memenuhi kebutuhan apresiasi sekaligus pewacanaan karya ke depan. ERUNA GALLERY tidak hanya akan memfasilitasi ruang bagi para perupa saja tetapi juga bagi para kriyawan, para perajin seni yang berada di Magelang sekitarnya dan Yogyakarta, serta perajin dari mana saja yang berminat mengapresiasikannya.

(lebih…)

28 Mei 2016 | LOMBA MENDONGENG DAN BEDAH BUKU | TOKO BUKU BINTANG MEDIA | RINGROAD SELATAN KM 5, YK

Dalam rangka Grand Opening Toko Buku Bintang Media dan sebagai wujud apresiasi karya terakhir Kak WeES sekaligus memperingati 100 hari kepergiannya, Bintang Media Yogyakarta mengadakan Lomba Mendongeng untuk Umum se-Jogja dan Bedah Buku.

 

poster JPG
(lebih…)

19-21 MEI 2016 | FESTIVAL MUSIK TEMBI | SEMARAK BUNYI | #FMT2016 | SEWON, BANTUL, YOGYAKARTA

Tembi Bersemarak Lewat Bunyi

Festival Musik Tembi (FMT)  akan kembali diselenggarakan pada 19-21 Mei mendatang. Tahun 2016 merupakan tahun ke-6 festival musik multi-genre yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Forum Musik Tembi (foMbi). Sejak pertama terselenggara pada Mei 2011 silam, FMT terus konsisten dan tidak merubah tujuan utamanya yaitu memberikan ruang apresiasi bagi komposer/musisi muda yang ingin menggali bunyi-bunyian nusantara tanpa sekat genre. Pada tahun-tahun sebelumya, FMT telah menampilkan musisi-musisi yang dianggap mampu menghidupi spirit tersebut antara lain grup Kuno Kini, Rizky Summerbee and The Honeythief, Senyawa Exhibition, Jogja Hip Hop Fondation, Matajiwa, dan Hanyaterra.

grand design poster

(lebih…)

1 – 7 MEI 2016 | JOGJA MEMBACA JOGJA BERKARYA | JOGJA ITOE BOEKOE | PANGGUNG DEMOKRASI UIN SUNAN KALIJAGA

Mengawali pekan pertama bulan Mei 2016, representasi mahasiswa Yogyakarta menghelat sebuah perhelatan Pameran Buku dengan tajuk Jogja Itoe Boekoe

PAMFLET ACARA 1

(lebih…)

30 04 2016 | Bincang-bincang Sastra edisi 127 | Ulid karya Mahfud Ikhwan

Mahfud Ikhwan, pemenang sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ)  2014 dengan buah karyanya Kambing dan Hujan (Bentang, 2015) akan hadir dalam Bincang-bincang Sastra, Studio Pertunjukan Sastra edisi ke 127 Sabtu, 30 April 2016 jam 20.00 di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta.  Kali ini ia tidak akan hadir bersama Kambing dan Hujan-nya, melainkan bersama Ulid (Pustaka Ifada, 2016), novel pertama Mahfud yang sebelumnya telah terbit dengan judul Ulid Tak Ingin ke Malaysia (Jogja Bangkit Publisher, 2009). Bersama Eko Triono dengan moderator Utami Pratiwi novel setebal 578 halaman itu akan diulas. Dalam acara ini teaterawan Merits Hindra juga akan tampil membacakan nukilan novel tersebut.

Novel itu ditulis tak kurang dari lima tahun dengan proses penulisan sebuah karya yang menunjukkan bahwa Mahfud seorang yang anteng dalam menulis dan karakter itu pun mewujud dalam ketetenangan novel-novelnya. Namun, sayang novel ini tidak beruntung di pasar, bahkan diobral dengan harga Rp10.000 saja. Banyak yang menyayangkan kemasan sampul cetakan pertama novel yang menampilkan seorang perempuan tengah menunggu entah apa itu. Hal tersebut disinyalir menjadi salah satu faktor kenapa novel ini tersisihkan dari rak buku sastra serius. Menjadi benar ungkapan “don’t look the book just from the cover” bagi buku ini. Dan di tahun 2016 ini buku tersebut hadir dengan kemasan baru yang sudah sepantasnya mempercantik Ulid. Karena memang buku itu tidak jelek. Buku itu ditulis dengan baik dan  menunjukkan bahwa penulisnya melakukan penelitian-penelitian berdasarkan kisah nyata.

Novel ini berkisah tentang Ulid, seorang anak desa yang mencintai kehidupan di desanya. Sementara itu usaha membuat kehidupan menjadi mapan membuat orang-orang di desanya pergi merantau ke Malaysia. Namun Ulid tdak setuju dengan hal itu, baginya mencari rizki di negara orang lain sama saya dengan menghianati Indonesia. Namun, ayahnya yang seorang guru suatu ketika terpaksa berangkat ke Malaysia karena ekonomi keluarga yang bermasalah. Tentu saja Ulid marah, begitu seterusnya.

Kira-kira sesederhana itu novel tersebut dikemas, begitu dekat dengan pembaca, dan memberikan pemaknaan dan pemahaman yang mendalam dan detail. Sebagai novel yang mengisahkan tentang perjalanan seseorang, novel ini tenang dan tidak menawarkan impian-impian terlampau tinggi sebagaimana novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy atau novel-novel sejenis yang jauh dari realitas kehidupan sekitar.

26 April-6 Mei 2016 | Kata Rupa Festival di Selatan | #KataRupaFest | Sewon, Bantul, Yogyakarta

Kolaborasi Komunitas Literasi, Penerbit, Pembaca, Penulis, Penjual Buku, Seniman

mempersembahkan

Kata Rupa Festival

Gedung Balai Black Box Indonesia Buku/Radio Buku
Jl Sewon Indah No 1, Panggungharjo, Sewon, Bantul
(Barat Kampus ISI Yogyakarta)

Poster KataRupaFest_Baliho Utama hasil revisi (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan