Booklet Klub Baca (Tahun II. No.7): Yang Terlupakan dan Dilupakan

Banyak perempuan tak tercatat dalam sejarah Indonesia, kendati kiprah dan pengaruh mereka tak kalah pentingnya dengan tokoh-tokoh laki-laki yang tercatat.

Antologi “Yang Terlupakan dan Yang Dilupakan” merupakan upaya dari Kolektif Ruang Perempuan dan Tulisan untuk mengabadikan para perempuan penulis yang meninggalkan jejak penting di dunia sastra.

Buku terbitan Margin Kiri memuat 10 tulisan dari 10 penulis perempuan tentang, yang masing-masingnya menulis satu sosok sastrawan perempuan.

Para sastrawan perempuan yang dituliskan, meliputi Rukiah Kertapati, Sugiarti Siswandi, Charlotte Salawati, Fatimah Hasan Delais, Suwarsih DJojopuspito, Saadah Alim, Maria Ulfah, Naomi Intan.

Sosok-sosok tersebut diperkenalkan lewat diskusi Klub Baca oleh dua orang pemantik, yakni Zhafran Hilmy dan Ayu Cellia. Berikut tulisan mereka:

Mengingat yang Sudah Sepantasnya Diingat
oleh Zhafran Hilmy

Zahfran esai sepanjang 3.000 kata untuk menghadirkan perkenalan singkat dari sebagian besar nama di buku ini. Ia menjelaskan posisi dan kontribusi mereka dalam konteks sejarah perjuangan Indonesia yang cenderung hanya mencatat peran-peran “maskulin”.

Para Perempuan yang Abadi dalam Kekekalan
oleh Ayu Cellia

Cellia menuliskan sejumlah sosok dalam buku ini sebagai cerminan untuk melihat sejarah panjang perjuangan perempuan Indonesia menghadapi ketertindasan.


Posted

in

,

by

Tags: