Booklet Klub Baca (Tahun II. No.6): Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan

Feminisme adalah sinopsis dari konstruksi besar ketidakadilan. Hanya pada pengalaman perempuanlah seluruh praktik diskriminasi membekas. Seorang perempuan tidak lahir merdeka. Ia lahir dalam stigma: bahwa ia berkedudukan di bawah laki-laki. 

Rocky Gerung, di Journal Perempuan.

Kumpulan esai karya Ester Lianawati, Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan, merupakan pembacaan feminis terhadap bidang keilmuan yang teori-teori awalnya lahir dari bias gender ekstrem: psikologi.

Di Klub Baca Radio Buku, Elvira Sundari dan Delima Purnamasari (Pudel) mengulas isi buku ini untuk mempreteli bias-bias terhadap perempuan yang menubuh di masyarakat secara umum. Berikut tulisan mereka:

Menghantam Stigma Tentang Perempuan
oleh Elvira Sundari

Elvira menuliskan soal teori penis envy yang dilontarkan Sigmund Freud. Sederhananya. teori itu meyakini bahwa setiap perempuan ingin memiliki penis, dan karena itu iri kepada laki-laki yang memilikinya.

Masih Mencari Sang Serigala Betina
oleh Delima Purnamasari

Pudel mencomot bagian-bagian beberapa bab untuk mendemonstrasikan, bagaimana perempuan dibebani oleh nilai-nilai di masyarakat yang kerap kali dibentuk tanpa melibatkan perspektif mereka. Perempuan seakan baru dianggap layak sebagai manusia, jika memenuhi kriteria-kriteria yangs sangat spesifik, yang sebetulnya mereduksi diri mereka.

Dokumentasi

@radiobuku

Di Klub Baca terakhir, kami ngobrolin buku “Ada Serigala Betina Dalam Diri Setiap Perempuan” karya @ester.lianawati.r Diskusi ini dipantik oleh @kolorcekak_ dan @elvirasun . Keduanya menyoroti norma bias yang seolah kurang memanusiakan perempuan. Sebagai individu yang memiliki hak untuk menentukan, menjalankan, dan mengambil keputusan terhadap dirinya sendiri. Perempuan dibebani banyak tuntutan berlapis, apalagi kalau sudah menyangkut pernikahan. Acap kali pertanyaan mengenai pernikahan menggerayangi perempuan. Pertanyaan itu tidak hanya berhenti sebagai pertanyaan. Seolah ketika hal itu tidak terpenuhi dalam tubuh perempuan, akan mengakibatkan mala petaka yang besar. Sering bahkan yang belum menikah dianggap perawan tua. Perbincangan mengenai perempuan tidak hanya sebatas perbedaan gender antarperempuan dan laki-laki. Melainkan juga menyangkut hak serta kesempatan yang sama.

♬ suara asli – Radio Buku – Radio Buku

Posted

in

,

by

Tags: