Author: Ageng Indra

  • Klub Nonton #11: That Sugar Film

    Klub Nonton #11: That Sugar Film

    Penghujung Mei lalu, Financial Times melaporkan kalau Nestle menyimpan dokumen yang membuktikan lebih dari 60% produk mereka tidak sehat, dan mau diapa-apakan pun tetap tidak akan sehat. Kabar ini tidak mengejutkan, mengingat produk makanan dan minuman kemasan sudah lama dipermasalahkan dampaknya bagi kesehatan. “That Sugar Film” (2014) merupakan salah satu dokumenter yang mengulik topik ini […]

  • Klub Nonton #10: Kinipan

    Klub Nonton #10: Kinipan

    Dokumenter ini membahas isu yang luas dan menyentuh hampir seluruh kehidupan kita selama pandemi. Mulai dari hutan yang dibabat, patogen yang mencuat, hingga kesejahteraan pekerja yang terancam tamat. Dokumentasi foto oleh Ken Risky. Poster acara oleh Fitriana Hadi

  • Klub Nonton #9: Kiss the Ground

    Klub Nonton #9: Kiss the Ground

    Dalam dokumenter ini, sejumlah ilmuan dan aktivis lingkungan membicarakan beragam cara mengatasi pemanasan global, di mana kunci utamanya ialah memuliakan tanah. Garis Besar Diskusi   Berryl (Basis pertanian kita produksi cepat) Dewi (pertanian yang merusak tanah dan permakutur solusi) Dandy (tidak dibahasnya peran korporasi dalam perusakan tanah) Reyhan (peran perang dalam membentuk pertanian) Sapta (banyak […]

  • Klub Nonton #8: Human Flow

    Klub Nonton #8: Human Flow

    Human Flow merekam krisis yang dihadapi para pengungsi global. Bekerja sama dengan orang-orang di pelbagai penjuru dunia, Ai Wei Wei mengajak penonton mengikuti migrasi besar-besaran yang dilakukan  manusia di lebih dari 20 negara. Masing-masing migrasi disebabkan oleh persoalan yang beragam–menghindari konflik, wabah, paceklik karena perubahan iklim–tapi ditempuh untuk satu tujuan yang sama, yakni bertahan hidup dan […]

  • Sigit Susanto: Membicarakan Kafka

    Sigit Susanto: Membicarakan Kafka

    Sigit Susanto adalah pecinta sekaligus penerjemah karya-karya Kafka ke dalam Bahasa Indonesia. Lelaki yang berasal dari Kendal ini mulanya belajar bahasa Inggris di Semarang, kemudian merantau ke Bali menjadi guide bahasa Jerman. Di tengah monotonnya obrolan seputaran wisata, ia mulai membaca banyak buku hingga sampai kepada Kafka yang ia gandrungi. Kini, Sigit tinggal di Swiss […]

  • Iman Budhi Santosa: Sastra Malioboro

    Iman Budhi Santosa: Sastra Malioboro

    Iman Budhi Santosa adalah seorang sastrawan legendaris yang berasal dari Magetan. Ia dididik di kampus pertanian namun mengembangkan dirinya dalam dunia kesusastraan. Di tahun 1960-an, sebagai pemuda yang mendamba kebebasan, Iman dan kawan-kawannya mencoba menduduki jalan Malioboro sebagai tempat bercengkrama seniman dan sastrawan. Sudah itu, Malioboro tumbuh dan berkembang bersama dunia Iman.      

  • Annie Tucker

    Annie Tucker

    Annie Tucker lahir di New York pada 1980. Ia adalah seorang penerjemah buku-buku Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Karya-karya yang diterjemahkan antara lain Cantik Itu Luka, Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, Gadis Kretek, dan lain sebagainya. Annie pertama kali datang ke Indonesia pada 2001. Sebagai kutu buku, ia mencari buku-buku berbahasa Indonesia yang menariknya. […]

  • Eka Kurniawan: Cantik Itu Luka

    Eka Kurniawan: Cantik Itu Luka

    Eka Kurniawan lahir di Tasikmalaya, 1975, menyelesaikan pendidikan dari Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta tahun 1999. Karya-karya Eka Kurniawan adalah Sastra Realisme Sosial, Pramoedya Ananta Toer, Gelak Sedih, Cantik Itu Luka, Lelaki Harimau, Cinta Tak Ada Mati (Kumpulan Cerpen), Corat-coret di Toilet. Selain buku-buku tersebut, Eka Kurniawan banyak menulis di berbagai media massa baik elektronik maupun cetak. Konon, tulisan Eka Kurniawan penuh […]