-->

Peristiwa Toggle

Rizal Mallarangeng: “Freedom Institute Akan Pindah, Bukan Mau Tutup”

JAKARTA – Direktur Eksekutif Freedom Institute Rizal Mallarangeng, sebagaimana dikabarkan situs daring tempo.co 10 Agustus 2014, menyatakan lembaganya tak berniat menutup perpustakaan mereka atau bahkan membubarkan diri. Yang ada, kata dia, adalah rencana memindahkan perpustakaan yayasannya ke kawasan yang lebih dekat dengan pusat pendidikan.

Menurut dia, pemindahan itu dilakukan agar akses pengunjung yang sebagian besar adalah mahasiswa jadi lebih mudah. “Memang ada rencana untuk pindah dari tempat yang sekarang (di Jalan Proklamasi,” katanya kepada Tempo, Ahad, 10 Agustus 2014.

Rizal mengatakan saat ini perpustakaan yayasannya memiliki puluhan ribu buku yang kerap dijadikan bahan penelitian mahasiswa. Dia juga mengatakan perpustakaan itu tercatat memiliki 18 ribu anggota yang tidak dipungut biaya sepeser pun. Kunjungan harian rata-rata di perpustakaan itu pun disebutnya mencapai 150 orang.

Menurut dia, wacana pemindahan muncul setelah melihat banyaknya mahasiswa asal kampus-kampus di Depok, Jawa Barat, yang mengunjungi perpustakaan tersebut. Dia mengatakan, mahasiswa itu harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk bisa mengakses buku-buku tersebut. Karena itu, pihak yayasan pun sedang mengkaji rencana memindahkan perpustakaan tersebut.

Jika akhirnya perpustakaan tersebut jadi dipindahkan, ujar Rizal, daerah yang dituju adalah Margonda, Depok; atau Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Alasannya, daerah itu meruapakan kawasan pusat pendidikan karena banyaknya kampus. Dia berharap pemindahan itu akan lebih bermanfaat bagi para mahasiswa karena akses mereka bakal lebih dekat.

“Kan, di sana ada UI (Universitas Indonesia), Universitas Gunadarma, Universitas Pancasila, atau IISIP,” kata Rizal. Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan akhir ihwal pemindahan tersebut. Dia mengatakan sejauh ini yayasan masih terus mengkaji wacana pemindahan perpustakaan swasta tersebut. Apalagi biaya operasional yayasan juga disebutnya terus meningkat tiap tahun.

“Pajak dua tahun terakhir naik terus, jadi kami harus bayar pajak bumi bangunan sampai ratusan juta,” katanya.

Namun, dia menegaskan, pemindahan itu bukan berarti Freedom Institute akan dibubarkan. Dia memastikan pemindahan itu dilakukan murni demi efisiensi yayasan dan kemudahan para pengujung yang sebagian besar mahasiswa. “Buku kami bagus-bagus, jadi tidak mungkin tutup,” ujarnya.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan