-->

Peristiwa Toggle

Inilah Pemenang Hadiah Sastra Rancage 2014

BANDUNG – Yayasan Kebudayaan Rancange untuk ke 26 kalinya kembali akan memberikan Hadiah Sastera Rancage 2014 untuk karya sastera Sunda dan lembaga. Tahun 2014 Hadiah Sastera Rancage diberikan pada budayawan sastrawan Sunda Abdulah Mustappa, Hadiah Samsudi kepada Popon Saadah dan Hadiah Rancage bidang jasa diberikan kepada Majalah Mangle.

Hadiah Rancage selain diberikan kepada sastrawan, budayawan dan lembaga Sunda, juga diberikan kepada sastrawan dan budayawan Bali, Jawa serta Lampung. “Untuk sastera Sunda Hadiah Rancage memasuki tahun ke-26, sastera Jawa ke-21 kalinya, sastera Bali untuk ke-18 kali dan untuk sastera Lampung buat keempat kalinya,” ujar Apip Catrik , Wakil Sekretaris Yayasan Kebudayaan Rancage, ditemui disela-sela pagelaran drama musikal Sunda religi, “Kasidah Cinta Al-Faruq”, Auditorium Padepokan Seni Mayang Sunda.

Sepanjang tahun 2013 buku sastera bahasa Sunda dan bacaan anak-anak yang terbit ada 42 judul, yaitu 27 judul buku baru dan 15 judul merupakan cétak-ulang, lebih sedikit dari buku yang terbit tahun sebelumnya (ada 68 judul). “Seperti biasa buku cétak ulang, karya bersama dan karya Ajip Rosidi tidak masuk hitungan, artinya tidak dipertimbangkan untuk mendapat Hadiah ‘Rancagé’,” terang Apip.

Penerbit yang menerbitkan buku bahasa Sunda dalam tahun 2013 kian banyak. Selain Kiblat Buku Utama yang menerbitkan 17 judul, ada Geger Sunten (5 judul), Green Smart Books Publishing (4 judul), TBM Nurul Huda (4 judul), Pustaka Jaya (3 judul), Wisata Literasi (3 judul), Studio Titik Dua (1 judul), Rak Buku (1 judul), MSB Publishing (1 judul), dan Galeri Padi (1 judul). Dua judul diterbitkan oléh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemda Jawa Barat.

Dari 27 judul buku baru ada sebuah yang merupakan terjemahan (Si Démplon karya Guy de Maupassant diterjemahkan oléh Duduh Durahman). Dari 26 judul karya asli, satu berupa ésai berjudul Wanoh ka Lakuning Jagat yang ditulis oléh Adjat Sudradjat, guru besar géologi dan vulkanologi Universitas Padjadjaran. Buku-buku lainnya berupa fiksi: Berlian : 11 carpon wanoja (karya bersama), Boa-boa karya Irianto; Wayahna karya Irianto, Tunggu Hujan karya Irianto, Nunang Nunaning karya Irianto, Lalakon Awon karya Godi Suwarna, Ronggéng Sajajagat karya Ahmad Bakri, Lalaki na Tungtung Peuting karya Tiktik Rusyani, Londok karya Hérmawan Aksan, Randa Ték Dung karya Muryana Surya Atmaja dan Nénéng Sumarni, Bulan Buleud dina Jandéla karya Dudung Ridwan, Kalakay karya Dény Riaddy, A Liong karya Nyi Roro, Kumaha Aing Wéh karya @KumahaAingWéh, Srie Sunarsasi karya Enas Mabarti, Kabungbulengan karya H.D. Bastaman, Sabalakana karya Dadan Sutisna, Tariking Angin karya Godi Suwarna, Katumbiri: Antologi Sajak Sunda diédit oléh Téddi Muhtadin, Hariweusweus Leuweung Pineus karya Arom Hidayat dan Titimangsa: 68 Sajak Alit karya Abdullah Mustappa.

Yayasan Kebudayaan “Rancagé” menerima buku-buku dalam bahasa Madura dan bahasa Banjar terbitan tahun 2013. Dua judul buku bahasa Madura semuanya kumpulan puisi, dan keduanya ditulis oléh seorang penyair yaitu Yayan K.S. “Kejhung Aghung”, merupakan kumpulan sajak modéren dalam bahasa Madura dan”Puisi Jhâpa”, merupakan puisi mantera dalam bahasa Madura. Kecuali itu ada kiriman buku kumpulan sajak dalam bahasa Banjar “Sisigan Sungai” karya Abdurrahman El Husaini.

Pada acara penyerahan yang akan dilaksanakan Selasa (19/8) bertempat di Aula Barat ITB Jalan Ganesha Bandung Hadiah Sastera Rancage 2014 selain diberikan pada budayawan sastrawan Sunda Abdulah Mustappa, Hadiah Samsudi kepada Popon Saadah dan Hadiah Rancage bidang jasa diberikan kepada Majalah Mangle, juga akan diberikan pada sasterawan dan budayawan Jawa, Bali dan Lampung.

Hadiah Sastera “Rancagé” 2014 untuk sastera Jawa diberikan kepada Nono Warnono untuk katyanya berupa kumpulan cerita “Kluwung” dan untuk jasa diberikan kepada Dhanu Priyo Prabowo. Sementara untuk sastera Bali diberikan kepada I Wayan Westa untuk kumpulan cerita “Tutur Bali” dan untuk jasa diberikan kepada I Gusti Made Sutjaja. Sedangkan sastera Lampung diberikan kepada Fitri Yani untuk karya kumpulan sajak “Suluh”.

Demikian dikabarkan web daring pikiran-rakyat.com edisi 15 Agustus 2014

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan