-->

Peristiwa Toggle

Buku ‘Habibie: Tak Boleh Lelah dan Kalah’ Dirilis

JAKARTA – Mantan Presiden Indonesia, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie terus berkarya bagi negeri. Kali ini, Mantan Menteri Riset dan Teknologi zaman Soeharto itu mengeluarkan buku berjudul, “Habibie: Tak Boleh Lelah dan Kalah”. “Kita memperjuangkan semua untuk bangsa. Tak boleh lelah dan kalah,” ujar Habibie dalam acara bedah buku, Habibie: Tak Boleh Lelah dan Kalah, di Kompleks Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (1/4/2014).

Ia menceritakan, Indonesia dikenal sebagai negara yang melimpah sumber daya alamnya. Karakteristik ini memberikan keuntungan maupun kerugian.

Habibie mencontohkan, pada dekade 1980 Indonesia menjadi pengekspor minyak ketiga di dunia. Sebab, kala itu, produksi emas hitam nasional mampu mencapai 1,6 juta barel per hari.

Namun, menurutnya, kondisi itu memberi keuntungan jangka pendek bagi ekonomi nasional. Pemerintah lalai untuk berinvestasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dampaknya, saat ini Pemerintah belum mampu membangun industri yang menggantikan penurunan produksi minyak.

“Tapi, tetap kita harus investasi sumberdaya manusia, pembibitan pendidikan dan agama. Demi pembangunan yang dirasakan semua bangsa. Ini yang saya katakan dalam buku saya tak boleh lelah dan kalah,” pungkas dia.

Dalam bukunya tersebut, pria kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan ini menceritakan perjuangannya membangun industri pesawat terbang. Di samping itu, ia juga mengaku tengah mengembangkan pesawat baru R80 yang diharapkan terbang pada 2017.

BJ Habibie juga memuat puisinya terkait pengalaman hidup dan pandangannya tentang kematian. Ia juga menuliskan 50 kata penyemangat.

Demikian dikabarkan situs daring metrotvnews.com, 01 April 2014.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan