-->

Lainnya Toggle

27 April 2014 | Harmoni Musik Puisi #2 | #BookLoversFest

11 Harmoni Puisi

Acara:
Harmoni Musik Puisi #2

Hari/Tanggal:
Minggu, 27 April 2014

Pukul:
19.00 – 23.00 WIB

Tempat:
Bale Black Box, Pojok Barat Perpus ISI, Sewon Indah I, Kec Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Pertunjukan puisi yang dikemas dalam tajuk “Harmoni Musik Puisi” ini menampilkan:

Assarkem

Bagustian Iskandar
Lahir di Batam 02 September 1992. Merantau ke Kota Gudeg sebagai mahasiswa teknik informatika. Merasa jenaka, sebab sampai saat ini belum mampu melakukan pengodean program komputer. Kegiatan sehari-harinya adalah kuliah, bekerja di penerbitan buku, bermusik, dan menulis-baca puisi di acara-acara sastra dalam maupun luar kota. Pernah terjun di dunia Stand Up Comedy bersama teman-teman SUC UII, dan kini tengah berhenti sejenak setelah menjadi finalis 10 besar perlombaan mahasiswa se-Jawa Tengah. Di masa awal menulis, berkesempatan menerbitkan beberapa buku, tetapi saat itu arangnya hampir patah. Sebab merasa tulisannya serupa dengan karya penulis lain. Ia juga sempat meluncurkan mini album virtual berjudul Orang-Orang Kuat yang (Me)lemah(kan). Puisinya pernah dimuat di surat kabar Batam Pos, dan artikel tentang komunitas Freedom Writer Batam miliknya dimuat di beberapa majalah. Di tahun 2014 akan menerbitkan album musik dan buku puisi Kota Dalam Mata bersama OPRC Audio Production dan Indie Book Corner.

Sisir Tanah

Merah Bercerita

Swaranabya
Dimulai dengan perform membawakan musikalisasi puisi penyair-penyair Semarang di acara-acara komunitas sastra, Swaranabya berdiri tanpa sengaja di awal 2010 dengan memakai bendera ‘Latree Manohara’, yaitu nama vokalisnya. Sejak awal April 2014 memutuskan memakai nama ‘Swaranabya’, dengan personel tetap Latree Manohara (vokal), Tri Styawan (gitar), dan Ipank Baihaqi Arsyad (biola dan perkusi).
Swaranabya (dengan masih berbendera Latree Manohara) telah tampil di berbagai acara seni di antaranya:

  • Peluncuran buku Serapah Ibu (Sandra Palupi) – 2011
  • Temu Penyair Muda II – 2011
  • Peluncuran buku antologi puisi sepuluh penyair ‘Sepuluh Kelok di Neverland’ – 2011
  • Peluncuran buku antologi puisi empat penyair ‘Anak-anak Kapak’ – 2012
  • Ulang tahun komunitas Soeket Teki IAIN Walisongo Semarang – 2012
  • Pertunjukan Kembang Api Malam Ini – 2012
  • Pembukaan Pameran Visualisasi NH Dini – 2013
  • Pembukaan Pameran Industri Kreatif di Hotel Ciputra Semarang – 2013
  • Pertunjukan SWARANABYA – 2013
  • Ulang tahun Teater Beta IAIN Walisongo Semarang – 2013
  • Malam Penganugerahan Lomba Musikalisasi Puisi (Musim Para Penyair) – 2014

Kontemproduk
Entah kapan tepat mulanya, lima laki-laki dengan latar belakang seni rupa ini mencoba menyuarakan kegelisahan mereka di luar kanvas. Musik adalah satu media yang akhirnya dipilih lima laki-laki tukang nongkrong ini.
Mengakrabi aliran rock n roll dan blues, tiga lagu di mini album pertama mereka adalah sajak dari penyair legendaris Indonesia, Chairil Anwar. “Suara Malam”, “Pelarian”, dan “Aku Berkisar di antara Mereka” merupakan tiga judul sajak Chairil yang mereka aransemen ulang dalam nada-nada cadas. Bukan tanpa alasan mereka mengaransemen sajak Chairil, bagi mereka, sajak-sajak itu sangat mewakili jiwa mereka, “Chairil itu ngerock banget!” begitu kata Fj Kunting, vokalis Kontemproduk.
Lima orang yang tergabung dalam Kontemproduk ini masing-masing mempunyai keahlian sendiri, Fj Kunting yang mengakrabi dunia performance art ada di vokal. Gilang Nuari yang sehari-harinya mengakrabi dunia grafis di grup musik ini memegang bas. Andri Nugroho yang kesehariannya melukis dan menjadi guru, di Kontemproduk memegang lead gitar. Sementara itu, Endar Pramono, yang sekarang giat berkarya di kampung halamannya didapuk untuk memegang gitar melodi.
Lalu, karena personel terakhir yang bertugas menabuh drum, Cahya Budi, sedang menjalani profesi sebagai editor di salah satu stasiun TV Nasional, maka posisi tersebut diisi oleh additional player, Deni Wicaksono. Mereka berlima, menawarkan kesegaran baru dalam musikalisasi puisi, rock n roll bung!

Untung Basuki
Memimpin kelompok musik lagu puisi SABU berdiri pada tahun 1993. Sebelumnya di bawah naungan sanggar bambu sebagai divisi musiknya. Nama SABU sendiri merupakan dedikasi dari sang pelopor kelompok ini kepada sebuah pulau di Nusantara yang relatif penduduknya di bawah garis kemiskinan. Lagu Puisi adalah trade mark mereka, di mana semua lagu kelompok musik SABU merupakan representasi puisi tanpa mengubah diksi maupun makna.

Hasta Indriyana

Lokasi Panggung Harmoni Musik Puisi:

Peta BookloversFest
Contact Person: Fairuzul Mumtaz (085868357537) | Moh Faiz Ahsoul (0818466399)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan