-->

Peristiwa Toggle

Perang Terbuka dengan Tim 8 Buku “33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh”

JAKARTA – Terbitnya buku “33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh” bukannya disambut dengan sujud syukur, tapi dengan amarah dan jari yang bergetar di media sosial seperti Facebook dan Twitter. Salah satu akun yang menyatakan palagan terbuka ada “Eimond Esya” yang mendapat dukungan dari politisi sastra semacam Saut Situmorang. Berikut ini adalah pamflet yang mengajak perang tanding dengan 8 juri yang jadi bidan lahirnya buku ini, sebagaimana diposting di Facebook “Eimond Esya”, 5 Januari 2014:

PENGUMUMAN KEPADA PARA PENENTANG BUKU “33 TOKOH SASTRA INDONESIA PALING BERPENGARUH” SUSUNAN JAMAL D RAHMAN DKK

Membicarakannya di Facebook atau Twitter saja cuma bikin capek hati. Ngetawainnya terus-terusan juga bikin pegel congor. Tapi berhenti bicara dan ketawa juga lebih berbahaya dan immoral. Generasi masa depan Indonesia akan jadi korban nafsu dan khianat buku “33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh”, terbitan Kepustakaan Populer Gramedia dan PDS HB Jassin, susunan Jamal D. Rahman dkk.

Bayangkan jika buku itu masuk ke sekolah anak, keponakan, cucu, dan cicit kalian! Mereka akan mengingat Denny JA dan melupakan Sitor Situmorang, Umar Kayam, Wiji Thukul, Ahmad Tohari, dan sastrawan-sastrawan besar kita lainnya. Mereka akan jadi korban nafsu, dusta dan khianat besar para penyusun buku itu (yang juga bernafsu untuk memasukkannya ke perpustakaan-perpustakaan sekolah). Mereka akan jadi ahistoris, karena didungukan!

Saya, Eimond Esya, pecinta sastra Indonesia, tak ingin itu terjadi. Dan ini adalah pengumuman yang saya tujukan bagi siapapun yang perduli pada ketidakberesan ini.

Di status saya, siang tadi, saya dan Saut Situmorang telah sepakat untuk memanfaatkan momentum acara Dewan Kesenian Jakarta di TIM, Jumat 17 Januari 2014 yang akan datang sebagai momentum perang pada buku ini. Kami akan berdemo untuk mengatakan bahaya yang dikandung buku tsb. Isu yang akan kami lemparkan adalah: Meminta pertanggungjawaban Tim 8 penyusun buku itu untuk menjelaskan sejelas-jelasnya pengaruh dan sumbangsih Denny JA dan beberapa nama lain yang mereka muat di buku mereka tsb kepada Sastra Indonesia. Jika menurut kami penjelasan mereka cacat, kami akan meminta Kemendikbud untuk MENARIK BUKU INI DARI PEREDARANNYA. Buku yang cuma menawarkan dusta sejarah sangat pantas untuk ditarik, dilarang, bahkan dibakar. Anak-anak Indonesia tak boleh didungukan oleh alasan apapun!

Siapa saja yang sependapat dengan pendapat saya dan Saut Situmorang di atas diundang dalam perhelatan ini. Kami mengharapkan kehadiran kalian semua. Rokok bawa sendiri, ongkos ke TIM dan kopi di sana bayar sendiri. Tolong juga bagikan status ini kepada siapa saja yang kalian anggap perlu mengetahuinya, seperti pacar kalian misalnya. Mereka pasti akan makin mencintai kalian karenanya.

Salam,

Eimond Esya

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan