-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Buku Pertamaku – Wien Muldian | Jakarta

Wien Muldian seorang pustakawan yang lahir di Aceh 3 Mei 1972, sudah sangat menyukai dunia buku, yang sudah memilih cita-citanya untuk buku dari kecil. Latar belakang hidupnya didukung oleh anggota keluarga yang juga menyukai dunia membaca, Ayahnya almarhum Abdul Munir yang bekerja di Departemen Kehakiman dan Ibunya Nurliana Daud seorang Guru. Kini orang yang aktif bergerak di bidang perpustakaan ini bekerja menjadi pegawai negeri sipil di bidang perpustakaan pendidikan. Masih aktif dalam pengelolaan forum Indonesia Membaca yang berkembang di setiap daerah.

Berikut adalah perbincangan singkatnya tentang pengalaman dengan buku yang menginspirasi kehidupannya. Booklovers, selamat mendangarkan.
1. Wien Muldian, seorang bapak yg bergerak dibidang literasi dan  pustakawan asal Jakarta akan berbagi tentang pengalamannya dg buku
2. hidup #Wien belajar banyak dari buku dan aktivitas literasi di berbagai belahan dunia untuk menyelami dunia perpustakannya
3. buku pertama yg mengena dihati #Wien saat mulai mencintai buku adalah komik-komik dan buku seperti Lima Sekawan atau karya-karya RA Kosasih
4. #Wien sudah gandrung dg buku dari SD apalagi ibunya yg guru dan ayahnya di kehakiman membuatnya menjadi dekat dg akses buku
5. buku-buku yg sifatnya memberi banyak wawasan sangat dinikmati #wien sehingga dapat membantu menjalani hidup,selain yg sifatnya hiburan
6. membuat perpustakaan pertama #wien saat masih kelas 4 SD dan saat ini senang mengajak banyak orang utk membaca dan membuat perpustakaan umum
7. saat pindah jakarta dr pontianak dan ayahnya meninggal #Wien sudah biasa mencari uang sendiri utk menghidupi keluarga dan hidupnya
8. saat masuk jurusan perpustakaan UI agak kecewa dg lingkungannya,akhirnya #Wien jg mencari ilmu di luar dg ikut persma dan mendakan diskusi dg Pramoedya
9. saat kuliah #Wien menggagas gerakan utk membuat orang beraksi,menyebarkan harian aksi “Bergerak” oleh persma UI saat akhir rezim orde baru
10. lalu #Wien membentuk gerakan “Pasar Buku” sebuah komunitas lewat mailing list dg 12rban member,membuat buku,berkumpul, dan diskusi
11. sekitar thn 2001-an #Wien harus membubar gerakan “Pasar Buku” karena sumber dana pendukung sudah harus hengkang
12. ada juga turunan gerakan “Pasar Buku” berkembang jadi toko buku #Wien bersama rekannya, penerbitan, dan beberapa juga menjadi penulis
13. #Wien juga mengembangkan forum Indonesia Membaca saat tahun 2001 juga, akhirnya berkembang juga menjadi forum membaca per daerah
14. akhirnya karena banyak keterbatasa bergerak independen #Wien masuk ke dalam pemerintah dan menemukan harusnya semua pendukung lietrasi bisa didukung
15. kalau di luar semua fasilitas literasi dimiliki pemerintah sedang di Indonesia pengelolaan literasi sebagian dipegang masyarakat
16. thn 2005 #Wien bekerja jd pegawai negeri sipil di bidang pengelolaan perpustakan,dan membangun wadah utk jejaring gerakan literasi Librabry at Senayan dan World Book Day
17. membenahi dunia perpustakaan Indonesia yg salah kaprah adalah tujuan #Wien selanjutnya di mana programnya ada di dua pintu penyelenggara
18. thn 2012 #Wien dipilih menjadi ketua dewan perpustakaan Jakarta yg kelompok dewan belum ada di ranah nasional,dg program perpus tingkat kelurahan
19. Al-Quran, buku 100 tokoh yg paling berpengaruh dalam sejarah, dan Pengantar Ilmu Perpustakaan adalah beberapa buku yg paling berpengaruh utk #Wien
20. #Wien tidak fokus pada satu penulis atau judul dlm menyukai buku,ia sagat tertarik pada buku dg tema perpustakaan,literasi,sosial,kreatifitas,dan konsep pendidikan
21. #Wien sudah mencoba menulis, sudah ada 6 naskah yang seharusnya siap cetak tapi masih dalam proses kompromi dh diri apakah akan diterbitkan atau tidak
22. sempat mendapat banyak prestasi salah satunya thn 2009 #Wien ditunjuk menjadi salah satu pemimpin perpustakaan di dunia yg didukung UNESCO
23. tips dari #Wien fokuslah dalam memilih pilihan hidup bahkan dr kecil,hidup tidak hanya mengalir harus diusahakan utk mencapai mimpi dan berbago semangat dg orang lain

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan