-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Buku Pertamaku – Kiki Adrianto dan Andrias Arifin | Bandung

Kiki Adrianto atau yang biasa dipanggil Kiki ini adalah seorang Booklovers dari Bandung yang juga pernah membuka perpustakaan sekaligus toko buku Das Mutterland untuk umum. Perpustakaan ini fokus melayani kebutuhan literatur berbahasa Jerman. Ia juga menyediakan film-film Jerman yang bisa ditonton di perpustakaannya.

Motivasi awalnya mendirikan perpustakaan dan toko buku yang berbasis literasi Jerman ini diawali oleh perjumpaannya dengan Mein Kampf dan latar belakang pendidikannya. Ia pernah menempuh pendidikan di jurusan bahasa Jerman bersama temannya Andreas Arifin.
Nah Booklovers, dipandu oleh kawannya sendiri Andreas Arifin, Kiki akan banyak berbagi tentang pengalamannya dengan buku. Selamat mendengarkan.

1.@andrias_arifin akan mengajak Booklovers berbagi dengan Kiki Adrianto yang seorang penggila buku dan penggiat komunitas literasi
2.#Kiki, Booklovers yang berasal dari Bandung ini memaknai buku sebagai sumber kesenangan
3.#Kiki merupakan pendiri perpustakaan dan toko buku Das Mutterland sebagai toko buku alternatif yg sempat trend waktu itu
4.berpikir kurangnya toko buku alternatif saat itu, #Kiki akhirnya mendirikan toko buku Das Mutterland juga untuk berbagi
5.Das Mutterland berasal dr bahasa Jerman yg artinya tanah air,#Kiki yang juga belajar di bahasa Jerman ini akhirnya fokus pada literasi Jerman
6.Das Mutterland dibangun oleh #Kiki atas dasar kecintaan pada latar pendidikan dan buku, bukan atas dasar bisnis semata
7.namun karena dibangun dg tanpa pertimbangan, Das Mutterland akhirnya gulung tikar juga karena susahnya bertahan untuk toko buku alternatif di era itu
8.Mein Kampf merupakan buku Jerman yg memengaruhi kehidupan setelah mendapat bukunya, meskipun #Kiki tidak mampu membaca dengan bahasa pengantar yg sulit
9.buku karangan Hitler itu tidak memengaruhi #Kiki secara pemikiran,namun berdampak pada kehidupannya,ia jadi mendirikan toko buku tersegmentasi dan kuliahnya jd terlantar
10.Mein Kampf dibeli dari Ridwan Saidi seharga hampir 2jt thn 2005 dengan bahasa dan tulisan yg akhirnya tidak dapat dimengerti #Kiki
11.#Kiki tipikal orang yg suka membeli dan mengumpulkan buku tp jarang semua jarang bisa dibaca, kadang malah tidak jelas isinya apa
12.karena yg menarik #Kiki dari buku adalah desain cover unik bukan hanya karena isi dan siapa pengarangnya
13.kebiasaan #Kiki yg sering membawa buku hasil berburunya ke mana-mana tanpa membacanya, membuat @andrias_arifin menyebutnya sebagai bibliomania
14.bibliomania itu menurut Putut Widjanarko dalam Elegi Gutenberg adalah orang yg hobi mengumpulkan buku tanpa membacanya @andrias_arifin
15.Buku pertama yg #Kiki beli adalah ensiklopedi 30thn kemerdekaan Indonesia yg berisi foto essay,dibeli di toko buku bekas saat awal kuliah
16.Tapi pada akhirnya ensiklopedi itu bukan menjadi buku favorit untuk #Kiki karena masih banyak buku lebih bagus setelah itu
17.M.Hidayat Ras atau biasa dipanggil pak Dayat adalah orang yg mengenalkan buku pada kehidupan #Kiki, orang yg sudah lama tidak ia jumpai
18.#Kiki sangat berterimakasih pada beliau dan  berharap berjumpa lagi dengan pak Dayat untuk sekedar ngobrol bersama
19.@andrias_arifin dan #Kiki berangkat dari Bandung jam 7 sampai ke Jogja jam 3 pagi,sepanjang perjalanan hanya bicara soal buku sampai detik ini Booklovers
20.Untung selalu ada dukungan dari keluarga #Kiki soal kecintaannya dengan buku meskipun saat ia mendirikan toko buku yg orientasinya bukan lagi bisnis
21.@andrias_arifin dan #Kiki mencomot slogan Muhammadiyah untuk hidup dengan buku, jangan mencari hidup di buku, tapi hidupilah buku
22.rencana #Kiki ke depan di dunia buku adalah membangun penerbitan yg sudah lama ia cita-citakan, semoga diberi jalan dan waktu yg mendukung
23.Booklovers, itulah perbincangan singkat tentang buku dan das Mutterland dengan #Kiki setelah dipandu oleh @andrias_arifin

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan