-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Angkringan Buku – Sejumlah Buku Puisi Laut (Dino Umahuk) | Ternate

Dino Umahuk, sarjana tehnik yang menyenangi sastra, khususnya puisi. Pergelutannya dengan sastra sudah dimulai sejak kecil karena orang tua lingkungannya masih kental dengan tradisi sastra lisan. Ketika bisa sudah mengenal aksara, Dino banyak menghabiskan buku-buku kiriman untuk sekolah tempat ayahnya mengajar Bahasa Indonesia. Sebelum sampai ke sekolah, buku-buku itu biasanya singgah dulu di rumah Dino. Saat itulah ia membacai semua buku2 itu.

Dari kebiasaan membaca, Dino terlatih untuk menulis. Sejak SMP, ia menulis puisi-puisi soal cinta. Bersamaan dengan kesadaraan kedewasaannya, kini ia banyak menulis tentang leluhurnya, tentang laut. Silakan simak pengakuan Dino Umahuk secara lengkap di Radio Buku.
1 @lelakilaut lulusan sarjana teknik, ngajar jurusan Komunikasi Fisip. Ia salah1 penyair yg diundang dlm Borobudur Writer and Culture Festival 2013.
2 @lelakilaut telah terbitkan 6 buku ttg laut. Dari 2008-2013. Sejak kecil mengenal puisi dari senandung orang tua di daerahnya, sastra lisan.
3 Ayah @lelakilaut, seorang guru Bhs Indonesia mengajarkan tulis-menulis. Buku2 sumbangan unt sekolahnya, sering dibaca dulu oleh Dino.
4 Kebiasaan baca @lelakilaut sejak SD membuatnya kecanduan nulis. Serius nulis sejak SMP. Berani publikasi karya sejak kuliah. Mula2 di cybersastra
5 Atas berbagai dorongan di cybersastra, @lelakilaut terbitkan buku puisi Metafora dari Laut (2008). Atas buku itu, ia diundang Ubud Writer Festival
6 Buku2 @lelakilaut -> Lelaki yg Berjalan di Atas Laut (2008), Mahar Cinta dari Laut (2009), Riwayat Laut (2010), Sebelum Laut Merebut Sepi (2013)
7 @lelakilaut tak kesulitan nulis puisi, sulitnya ktk menerbitkan. Krn harus cari dana sendiri. Penyair memang harus berjuang sendiri, katanya
8 Mulanya, @lelakilaut menulis ttg cinta. Belakangan, ia fokus pada laut. Kini, ia juga memasuki ruang puisi musik sbg pilihan pertunjukan sastra
9 @lelakilaut tak mau pasrahkan nasib puisinya ditentukan oleh redaktur. Ia tak kirim puisi ke koran. Langsung terbitkan sendiri, dibaca khalayak
10 @lelakilaut merasa tak enak disebut penyair. Ia hanya pura2 jd penyair. Tp ia tak bisa mengelak panggilan itu. Ia terima saja akhirnya
11 Menulis puisi bagi @lelakilaut panggilan. Ketika nulis cerpen/esai, yg jadi lebih dulu adl puisi. Puisi itu kurang ajar, nyelonong terus
12 1993, @lelakilaut ikut Peksiminas di Bali. Seorang dosen bangga krn dianggap berprestasi. Ktk diutarakan ikut lomba baca puisi, Dino dihujat
13 “Malu2in saja kamu. Mahasiswa teknik kok ikut lomba baca puisi. Semester ini kamu dapat D saja ya,” kata @lelakilaut tirukan dosennya
14 @lelakilaut tak menyediakan waktu khusus dlm menulis puisi. Bisa kapan saja, di mana saja, dg media apa saja. Krn puisi itu kurang ajar
15 Biasanya @lelakilaut menulis puisi sekali jadi. Kalo kepentok nulis, dibiarkan saja kepotong. Lain waktu pasti akan ada sambungannya.
16 @lelakilaut belajar puisi secara otodidak, tak ada sastrawan senior di kampungnya. Ia belajar dari buku dan internet.
17 Ketika @lelakilaut mulai dikenal secara nasional, kegiatan sastra di daerahnya makin ramai. Bahkan telah berdiri gedung pertunjukkan
18 Untuk menerbitkan buku puisi, skg @lelakilaut “nodong” ke Pemda. Daripada duit itu mereka korupsi, lebih baik untuk terbitkan buku kan? katanya
19 Atas dorongan @lelakilaut, makin banyak penyair yg terbitkan buku puisi. Dari mahasiswa, dosen, anggota DPRD, dll.
20 Menulis puisi bagi @lelakilaut tak terikat ruang dan waktu. Memang begitulah sejatinya penyair. Harus menerima takdir puisi
21 Paling susah kalo puisi itu muncul ketika mandi. @lelakilaut harus berhenti mandi dulu, ambil hape, catat kata kuncinya dulu
22 Tips @lelakilaut, terus saja menulis puisi. tak ada yg perlu dikhawatirkan. Kelak, puisimu akan diakui orang. Paling tdk oleh pasanganmu
23 @lelakilaut menyenangi dan terpengaruh karya2 Jalaludin Rumi, Kahlil Gibran, chairil Anwar, Hamzah Fansuri.

Nah, Booklovers, demikian obrolan bersama @lelakilaut. Saya, @nonananandut melaporkan. Semoga menginspirasi.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan