-->

Peristiwa Toggle

November Darurat Buku Nikah

Sejumlah daerah mengalami darurat buku nikah pada bulan November. Kami rangkumkan kabar darurat buku ini dari beberapa situs daring. Merentang dari Aceh, Bogor, Bekasi, Cianjur, Banjarnegara, Bantul, dan Jember.

Situs daring metrotvnews.com 2 dan 5 November 2013 mengabarkan kekosongan atau kelangkaan buku nikah di Provinsi Aceh terjadi sejak pertengah Oktober di sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA), tepatnya di Kota Banda Aceh. Seperti salah satunya di KUA yang berada di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Petugas kantor mengaku kekosongan buku nikah ini dikarenakan keterlambatan pengesahan anggaran di Departemen Agama pusat. Sehingga terlambatnya proses tender dan penyaluran buku nikah ke sejumlah daerah terhambat.Sebagai gantinya, ratusan pasangan yang melangsungkan pernikahan hanya mendapatkan surat keterangan nikah dari kantor agama setempat. Di mana surat keterangan nikah ini hanya berlaku selama tiga bulan.

Di Cianjur, Jawa Barat, stok buku nikah yang tersedia hanya sekitar 500 buku. Kekurangan stok sudah terjadi sejak September. Stok 500 buku nikah diperkirakan tidak mencukupi kebutuhan. Data hasil laporan dari setiap kantor urusan agama atau KUA di Kabupaten Cianjur, pendaftar permohonan pernikahan mengalami peningkatan. Karena itu, Kementerian Agama Kabupaten Cianjur kuatir akan kehabisan stok buku nikah.

Kelangkaan serupa terjadi di Banjarnegara. Stok buku nikah di wilayah ini langkah karena sekitar 3.000 buku nikah hilang. Karena Kantor Dinas Kementerian Agama setempat dibobol pencuri. Untuk mengatasi kelangkaan stok buku nikah, Kementerian Agama Banjarnegara meminjam dari Banyumas dan Wonosobo masing-masing sebanyak seribu pasang. Stok buku nikah pinjaman itu tersisa 700 pasang.

Diperkirakan, stok itu tidak cukup untuk melayani warga untuk bulan November. Warga yang menikah di bulan November lebih 900 pasang. Bagi warga yang tidak mendapat buku nikah, Kementerian Agama Banjarnegara terpaksa menggunakan surat keterangan pernikahan sambil menunggu jatah buku nikah tahun 2014 tiba.

Bantul, Bekasi, Jember Krisis Buku Nikah

Situs daring vivanews.co.id 1 November 2013 merilis kabar bahwa setiap tahunnya ada sebanyak 7 ribu hingga 8 ribu pasang melaksanakan pernikahan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tingginya pernikahan pada bulan September dan Oktober membuat sejumlah daerah di Indonesia kehabisan persedian buku nikah.

“Sejauh ini kita masih memiliki 450 buku nikah dan diperkirakan cukup hingga akhir bulan,” kata Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, H Sidik Pramono. Menurutnya, pada bulan November yang bertepatan bulan Muharram, jarang dilangsungkan pernikahan, sehingga kebutuhan buku nikah aman pada bulan ini.

Namun untuk kebutuhan bulan Desember diperkirakan akan melonjak tajam. Karena itu, diharapkan pada pertengahan bulan ini sudah ada pengiriman buku nikah baru dari pusat. “Jadi jangan khawatir menikah akan kehabisan buku nikah,” katanya.

Ditanya mengenai sah tidaknya pernikahan tanpa diberikan buku nikah, Sidik menyatakan bahwa sesuai aturan sebenarnya dilarang. Meski begitu, karena kondisi yang terpaksa akhirnya beberapa daerah hanya diberikan semacam sertifikat atau duplikat bukti menikah.

“Dalam buku nikah ada nomor proporsi atau nomor seri sendiri. Buku nikah sebagai identitas legalnya sebuah ikatan perkawinan sehingga keberadaan buku nikah ketika pasangan sudah menikah adalah mutlak wajib ada,” katanya.

Di Kota Bekasi, Jawa Barat, pasangan yang akan menikah harus menunggu satu pekan untuk mendapatkan buku nikah. Hal ini terjadi karena minimnya persedian buku nikah. Karena keterbatasan buku nikah, Kantor Urusan Agama (KUA) Jatiasih, terpaksa memberikan Surat Keterangan Nikah (SKN) sebagai ganti buku nikah.

Kelangkaan buku nikah juga terjadi sejak akhir Agustus di lingkungan kantor Kementerian Agama Jember, Jawa Timur. Akibat kelangkaan tersebut, 2.450 pasangan suami istri yang baru menikah belum diberikan buku nikah.

Piagam Nikah

Kelangkaan buku nikah di sejumlah wilayah masih terus terjadi. Meski demikian, banyak pasangan yang tetap memaksakan akad, meski tanpa buku. Apa jadinya bila buku nikah habis?

Sebagaimana dikabarkan situs daring vivanews.co.id 4 November 2013, di Tajurhalang, Bogor, Jawa Barat, sepasang pengantin yang tak mendapat buku nikah diberikan piagam. Itu dialami Muhammad Jusuf dan Dina Puspitasari yang menikah pada Minggu, 3 November 2013. Lukman Hakim, Penghulu KUA Tajurhalang mengaku telah menikahkan 10 pasangan tanpa buku nikah. Ini semua lantaran stok buku akta nikah di kantornya sudah habis. “Dari pusat kami tak dapat pasokan,” katanya.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan