-->

Peristiwa Toggle

Lesehan Buku di Malioboro Yogyakarta

YOGYAKARTA – Situs daring tempo.co 8 November 2013 mengabarkan Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan program Malioboro Lesehan Buku. Program yang digarap bareng komunitas buku Pustaka Mlethik itu diperkenalkan di kantor Dinas Pariwisata Yogyakarta pada 7 November 2013.

Inisiator program yang juga Ketua Presidium Paguyuban Kawasan Malioboro Sujarwo Putra menuturkan, Malioboro Lesehan Buku dibuat untuk menjadikan Malioboro tak hanya kawasan wisata belanja. Konsepnya, menyediakan buku bagi wisatawan di mana dan kapan saja. Program diuji coba selama dua bulan pertama hingga akhir tahun ini. Selama uji coba, sebanyak 10 pedagang lesehan yang berada di depan kantor Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta serta tiga pedagang angkringan di depan Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, dilibatkan.

Satu lesehan bisa dua sampai tiga rak dengan masing-masing rak sekitar 15-20 judul. Rak disesuaikan dengan ruang atau lapak yang ada. Untuk warung lesehan, rak buku tinggal ditaruh di dekat pengunjung yang mampir makan. Tapi untuk di ruang angkringan yang kecil, rak buku dibuat menggantung. Bacaan itu merupakan sumbangan dan pinjaman berbagai pihak, seperti perpusatakaan daerah. Untuk jenis bacaan yang disediakan, lebih yang ringan dan menghibur. Misalnya, tips-tips perjalanan hingga sejarah seputar Yogyakarta, khususnya Keraton Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mendukung program Malioboro Lesehan Buku karena ikut mendukung wisata Malioboro. “Ruang-ruang baca perlu diperluas terus,” katanya.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan