-->

Agenda & Donasi Toggle

8-12 November 2013 | Kampung Budaya Rumah Dunia | Banten

Hari ini (8/10) perhelatan Kampung Budaya Rumah Dunia akan diselenggarakan hingga dua hari ke depan. Kampung Budaya adalah salah satu cara yang dilakukan Rumah Dunia untuk membuat Regenerasi Kesusastraan di Banten. Ada seratus peserta dari siswa dan mahasiswa di Banten yang ikut berpartisipasi dan karya-karya mereka dibukukan dan dibahas oleh M Irfan Hidayatullah dosen Universitas Padjajaran, dan kritikus sastra, Ahda Imran pada hari ini (Jumat) pukul 13.00.

Selain itu, akan dibahas pula perihal fenomena sastra popular dan kaitannya dengan film. Novel “Ayat-ayat Cinta” karya Habiburahman el Shirazy adalah bagian penting dari pertumbuhan sastra popular pasca reformasi. Apa lagi jika dikaitkan dengan produk kebudayaan massa seperti film yang membuat novel tidak lagi menjadi teks sastra pada umumnya, tapi juga merambah pada urusan ekonomi dan pasar. Diskusi Novel yang Difilmkan (ekranisasi) adalah tema kedua dari kegiatan Kampung Budaya Rumah Dunia yang akan diselenggarakan pada pukul 16.00. Habiburahman el Shirazy sebagai penulis akan berbagi pengalaman estetik yang akan dipanelkan dengan Kholidi Asadi Alam, aktor pemeran Azzam dalam film “Ketika Cinta Bertasbih.”

Pada malam harinya, kegiatan akan diisi oleh pementasan Pagelaran Seni Banten dan Pementasan Musik Balada dari KPJ Rangkasbitung Ugas Kpj. Para peserta yang hadir juga akan membacakan karya-karyanya pada kesempatan ini.

Menginjak pada sesi ketiga, Sabtu 9 November, pukul 09.00-12.00, tema bergulir pada wilayah Sastra Daerah yang selama ini dianaktirikan dalam perhelatan akademik maupun kebudayaan. Pembicara pada sesi ini adalah guru besar UPI, Prof. Dr. Yus Rusyana dan Rohendi, seniman Banten.

Selanjutnya sesi keempat yang akan dilaksanakan pada pukul 13.00- 15.00 akan membahas “Suara Lokal dalam Kesusastraan Indonesia”. Oka Oka Rusminika Rusmini, seorang sastrawan dari Bali yang sering mengusung tema lokalitas dan feminisme akan meramaikan diskusi ini yang dipanelkan dengan Gol A Gol A Gong penulis novel sekaligus pendiri Rumah Dunia. Gong akan mempresentasikan regenerasi kesusastraan di Banten.

Penerbit menjadi institusi penting dalam perkembangan sastra Indonesia. Atas dasar itu, maka pada sesi kelima (pukul 16-17.30) yang akan menjadi pemateri adalah perwakilan dua penerbit besar di Indonesia yaitu Gramedia (yang diwakili oleh Pax) dan Gagas Media (yang diwakili oleh Resita). Para peserta juga bias berinteraksi dengan mereka terkait bagaimana mengirim naskah hingga mempublikasikannya.

Pada malam hari, sekitar pukul 19.30 hingga selesai, akan ada Konser Musikalisasi Puisi dari Ari-Reda. Mereka cukup terkenal dalam bidang ini terutama setelah menggarap puisi-puisi Sapardi Djoko Damono seperti “Aku Ingin” dan “Hujan Bulan Juni”. Suara khas Reda dan petikan gitar Ari Malibu akan mengajak kita pada wilayah estetik perenungan yang sublim.

Hari terakhir pada acara Kampung Budaya ini, para peserta akan dibawa ke kompleks Banten Lama. Di kelenteng bersejarah Avalokitesvara yang berhadapan dengan benteng Spelwijk ini akan diselenggarakan sesi ketujuh mengenai Refleksi Banten. Pembicaranya adalah Halim HaDe, seorang networker kebudayaan yang cukup disegani dan Koelit Ketjil, pencinta sejarah banten. Di sesi terakhir, peserta akan diajak ke Eco Village, sebuah komunitas pencinta bambu. DAs Albantani menjadi pembicara terakhir dari perhelatan Kampung Budaya Rumah Dunia.

Kontak Rumah Dunia DI SINI (Firman Venayaksa)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan