-->

23Tweets Toggle

#23TWEETS | KATALOG SENI: SINEMA INDONESIA MEMBINGKAI ORDE BARU (DYNA HERLINA SUWARTO) | YOGYAKARTA

1 Dyna Herlina Suwarto menerjemahkan karya Krishna Sen (Australia) berjudul Sinema Indonesia Membingkai Orde Baru (#SIMOB). Diterbitkan oleh @rumah_sinema

2 #SIMOB terbit pertama 1994 (Inggris). Di bawah kuasa Orde Baru, buku ini tak beredar luas. @rumah_sinema berinisiatif terbiatkan ulang

3 #SIMOB terbit 2012. Menjadi pegangan wajib bagi siapa saja yg ingin belajar perfilman Indonesia | @rumah_sinema

4 Bagi #KrishnaSen film tidak bisa lepas dari kecenderungan politik, sosial dan regulasi pada tatanan pemerintahan | #SIMOB @rumah_sinema

5 #SIMOB bercerita mulai film pertama masuk INA, masa jajahan Belanda. Muncul film2 propaganda Eropa, Belanda bangun citra | @rumah_sinema

6 Masa Kemerdekaan, banyak muncul film2 nasionalisme. Dua nama perlu dicatat, Usmar Ismail (Lesbumi) dan Bahtiar Siagiar (Lekra) | #SIMOB @rumah_sinema

7 Ketika pageblug 65, film2 karya Bahtiar Siagiar dibumihanguskan. Padahal tak ada yang promosikan ideologi komunis. Sinematek menolak ngarsip | #SIMOB @rumah_sinema

8 Orde Baru kontrol semua film, tak ada ruang ekspresi, gagasan sosial, bahkan politik. Maka didominasi film porno dan kekerasan | #SIMOB @rumah_sinema

9 #SIMOB juga banyak bicara soal dinamika film impor. Ketika masa SUkarno banyak film Soviet, Orde Baru banyak film Amerika (AMPAI) | #SIMOB @rumah_sinema

10 #SIMOB merupakan tesis #KrishnaSen. Lini masanya dari abad 19 hingga 1980an. Film2 yg dibahas didalamnya turut membentuk konstelasi film saat ini | @rumah_sinema

11 Pertanyaan2 mengenai film Hollywod yang mendominasi, bioskop monopolistis, kualitas film nasional di bawah film impor, semua dibahas di #SIMOB | @rumah_sinema

12 Bagi #KrishnaSen, penghapusan film2 Bahtiar Siagiar (Lekra) di masa lalu membuat kita tak punya cara berbeda dalam melihat film. | #SIMOB @rumah_sinema

13 Film Indonesia jadi segaram versi Usmar Ismail dkk. Meski angkat tema nasionalisme, cara pandangnya sangat berbeda, krn latar belakang mereka | #SIMOB @rumah_sinema

14 Bahtiar Siagiar dkk berasal dari kelas menengah ke bawah, buruh KA, perkubunan. Kalo Usmar Ismail, kakaknya Menteri Kebudayaan | #SIMOB @rumah_sinema

15 Amerika melalui AMPAI memasok filmnya secara besar2an. Juga memberikan berbagai bantuan agar bioskop di INA terikat | #SIMOB @rumah_sinema

16 #KrishnaSen konsisten membela Bahtiar Siagiar. Ia lebih banyak menampilkan kehidupan rakyat ketimbang kehidupan kota sprt Usmar Ismail | #SIMOB @rumah_sinema

17 Sensor film masa Orba bukan nyensor porno atau kekerasan, tapi ideologinya. Pencitraan sangat kuat. Sprt militer, kuasa lelaki dll | #SIMOB @rumah_sinema

18 30S/PKI bagi #KrishnaSen tdk sperti yg digambarkan oleh sejarah. Peristiwa 65 adl penghancuran estetika film, pandangan yang berbeda | #SIMOB @rumah_sinema

19 Film bisa berkembang jika masyarakatnya memiliki pertentangan gagasan. Ini memberi keuntungan besar bagi Suharto. Ini tak lepas campur tangan Amerika | #SIMOB @rumah_sinema

20 Ada buku yg nyaris sama, “Indonesian Cinema: National Culture on Screen” Karl G. Heider, tp hanya berhenti pada tahun 1940 | #SIMOB @rumah_sinema

21 @rumah_sinema menerbitkan buku #SIMOB karena bicara film tak hanya soal konten, genre menghafal nama aktor dan sutradara, tapi representasi zamannya. #SIMOB

22 Penerbitan #SIMOB oleh @rumah_sinema diharapkan masyarakat memahami bagaimana film mampu membawa ideologi dengan sangat kuat, tak hanya bicara artistik

23 Dyna Herlina Suwarto banyak dipengaruhi buku2 sejarah, karya2 Pram. Dari buku2 itu, muncul pertanyaan, apa yang harus dilakukan anak muda untuk dunia? | #SIMOB @rumah_sinema

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan