-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Buku Pertamaku – Buldanul Khuri | Yogyakarta

Tokoh perbukuan, penerbitan dan disain grafis Indonesia. Lahir di Kotagede, 1965 dan menyelesaikan pendidikan SD hingga SMA, di lingkungan Muhammadiyah Kotagede. Lalu melanjutkan studi di Jurusan Desain Komunikasi Visual Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI),yang kemudian menjadi ISI Yogyakarta.
Minatnya pada buku dipengaruhi oleh Darwis Khudori yang menumbuhkan minatnya pada membaca, dan keluarganya yang memiliki percetakan kecil-kecilan yang dikelola kakak-kakaknya di kampung Selokraman. Setelah menyelesaikan studi, mendirikanbiro disain Aula Graphics Disain, tahun 1992 beliau mendirikan PT Bentang Intervisi Utama bersama ketiga temannya, yang bergerak di bidang dsain grafis, penerbitan,dan percetakan.
Tahun 1994, Buldan memisahkan diri dan mendirikan Yayasan Bentang Budaya, dengan mengkhususkan diri pada penerbitan buku. Hingga saat ini beliau masih aktif di penerbitan Mata Bangsa yang dilahirkan tahun 2000
Booklovers, selamat mendengarkan pengalaman yang akan dibagi oleh bapak yang biasa dipanggil Buldan ini.

1.@Buldanul_Khuri, kelahiran kotagede yg tinggal di Sleman ini adalah pendiri sebuah penerbit buku, Bentang tahun 1992 dan dilepas thn 2007
2.mantan mahasiswa desain komunikasi ISI ini kini fokus pada Mata Bangsa,penerbit buku yg @Buldanul_Khuri dirikan tahun 2000
3.Mata Bangsa,penerbit yang fokus pada penerbitan buku-buku dengan tema kebangsaan,misal ensiklopedi NU&Muhammadiyah @Buldanul_Khuri
4.karena @Buldanul_Khuri tumbuh di dekat pasar Kotagede yg jual banyak buku bekas,jadi sering membeli. Majalah yg paling sering dibeli, HAI.
5.@Buldanul_Khuri menyukai majalah HAI yg saat itu dikelola Arswendo karena banyak komik dan cerpen yang bagus di dalamnya
6.saat SMP @Buldanul_Khuri sempat membaca bukunya Hamka,Tenggelamnya Kapal van der wijck,Harimau Harimau-nya Mochtar Lubis,karya Pram,dll.
7.buku pertama dari Pram yg dibaca @Buldanul_Khuri adalah Calon Arang saat kelas 3SMP thn 1979,dibaca di perpus angkatan muda muhammadiyah kotagede
8.setiap buku yg @Buldanul_Khuri baca selalu berkesan,seperti di depan buku karya Hamka ditulis “ini buku terbaik yg saya baca”
9.dulu @Buldanul_Khuri sering emnggabar vignet dan menggabar di majalah anak Gatotkaca milik KR dan dibayar 400 rupiah untuk beli buku
10.akses buku didapat mudah dari @Buldanul_Khuri kecil lewat koleksi buku milik kakak dan mahasiswa tetangganya yang juga penulis
11.buku paling berpengaruh untuk @Buldanul_Khuri kebanyakan adalah fiksi.Dataran Tortilla oleh John Steinbeck,dan karya milik Kahlil Gibran
12.buku milik Kahlil Gibran telah menginspirasi @Buldanul_Khuri dari tahun 79 sampai ia melahirkan penerbit buku Mata Bangsa
13.kesulitan menemukan buku yg diingini @Buldanul_Khuri berpikir utk beli mesin cetak.Buku pertama dicetak,Kuntowijoyo Khotbah di Atas Bukit
14.bagi @Buldanul_Khuri buku itu semacam semangat untuk dekat dengan pengetahuan dan terus belajar
15.dengan tiga orang rekan @Buldanul_Khuri membuat PT yg bergerak di bidang penerbitan,desain grafis,dan percetakan Bentang Intervisi Utama
16.thn ’94 ketiga rekan @Buldanul_Khuri menganggap usaha penerbitan ini tak layak diteruskan karena masalah dana dan ia akhirnya keluar
17.lalu @Buldanul_Khuri membentuk yayasan Bentang Budaya karena trauma dg format PT yang fokus pada keuntungan utk penerbitan
18.2003 mulai berkembang dan makin sulit utk dikelola, @Buldanul_Khuri minta tolong dg orang Mizan,tapi ternyata tetap kesulitan
19.karena berbagai simpang siur @Buldanul_Khuri meninggalkan bentang pustaka yg terlihat seperti diakuisisi Mizan tp sebenarnya tidak
20.banyak mengira saat bentang bergabung dg Mizan,semua hak telah dibeli,padahal @Buldanul_Khuri ttp punya hak atas naskah bentang budaya
21.th 2004 saat bergabung dg Mizan banyak mengira Bentang Budaya bangkrut,memang bangkrut secara ekonomi,tp tidak dg spirit @Buldanul_Khuri
22.banyak yg menyarankan @Buldanul_Khuri utk jangan terlalu idealis,tapi idealis itu baginya tidak mengenal kompromi apapun alasannya
23.kompromi hanya akan membuat kita terlena, hingga @Buldanul_Khuri takut untuk lupa idealismenya, jadi integritas itu sangat penting

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan