-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Angkringan Buku: Lumbung Perjumpaan (Agus R Sarjono) | Jakarta

Agus R Sarjono adalah penyair dan esais yang lahir di Bandung 27 Juli 1962. Menyelesaikan sekolah di FPBS IKIP Bandung. Menulis sajak, cerpen, esai, dan kritik di berbagai koran, majalah, dan jurnal di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat.
Sejumlah buku puisinya, antara lain Kenduri Airmata (1994, 1996), Suatu Cerita dari Negeri Angin (2001, 2003, 2010), Diterbangkan Kata-kata (2006, 2007, 2008), A Story from the Country of the Wind (2001), dan Frische Knochen aus Banyuwangi (2003).
Buku puisinya yang diobrolkan di Angkringan Buku kali ini adalah “Lumbung Perjumpaan” yang diterbitkan PT Komodo Books, Depok, Jawa Barat.
Mari dengarkan percakapan streaming dengan Agus R Sarjono dalam 7 saluran digital ~> https://radiobuku.com/cara-mendengarkan/

1 Agus R.Sarjono,seorang penyair,lulusan Ilmu Budaya IKIP yg tinggal di Depok ini akan berbagi tentang karyanya puisi “Lumbung Perjumpaan”
2 #Agus sudah jadi banyak hal saat kecil lewat bacaan yg ia baca waktu menjaga toko di Bandung seperti buku Ikut sang  Surya Keliling Dunia
3 #Agus kecil lebih senang dengan cerita dari novel misalnya,baru kemudian puisi mengikuti apalagi saat banyak lomba puisi diadakan
4 Indonesia itu aneh kata #Agus, jumlah orang yg membaca buku puisi tidak sebanyak jumlah peserta yang ikut lomba baca puisi
5 lalu #Agus mengajak anaknya bersekolah di Belanda,pendidikan kelas 1SD di sana tidak wajib bisa baca buku sedang di Indonesia wajib
6 Meski tidak wajib bisa membaca utk masuk sekolah,setiap Jumat siswa disuruh meminjam buku untuk dibaca dan hanya ditanya suka atau tidak
7 Yg terjadi,anak #agus pulang lalu cerita isi buku pada keluarganya,itu terjadi selama 3thn sekolah apalagi setelah bisa baca tulis
8 Ironis di Indonesia justru terbalik,ujian harus susah payah bisa baca tapi setelah masuk tidak ada yg peduli anak membaca lagi atau tidak
9 Saat pasca reformasi #Agus menulis antologi puisi Suatu Cerita dari Negeri Angin yang pesimis dan malah hasilnya lebih gawat
10 Belakangan #Agus rindu menulis puisi tapi terlalu sibuk dengan banyak kegiatan, tapi terus berusaha menulis sampai sempat jatuh sakit
11 Lalu #Agus menulis siklus yang mirip kumpulan puisi, Lumbung Perjumpaan di mana ia rindu pada kumpulan puisi yang isinya merupakan siklus
12 Lumbung Perjumpaan jadi spesial untuk #Agus ,setelah sekian lama seperti ada di satu ruangan dg kawan yg menemani selama hidup
13 #Agus lebih jatuh cinta pada cerita daripada berita meskipun pernah menjadi ketua pers mahasiswa dulu
14 #Agus tidak memilih mana karya favoritnya karena semua sama,tapi yg paling populer mungkin adalah Sajak Palsu dan lebih sering dibacakan
15 Pembacaan puisi Sajak Palsu menurut #Agus akan lebih terasa jika dibacakan di depan publik dan ia lebih senang membacakannya dengan santai
16 #Agus lebih terinspirasi oleh karya daripada penulis,tapi Marquez meski bukan penyair,di Indonesia ada Chairil A,Rendra, dan Amir Hamzah
17 Penyair tadi terutama Chairil #Agus anggap sebagai penyair yg jujur,sedang di Indonesia jarang sekali ada penyair yg tulus dan jujur
18 #Agus merasa tantangan terberat menjadi sastrawan di Indonesia adalah menjadi penyair yg jujur di negara yg penuh prasangka ini
19 Pangeran Kecil; Exupery adalah buku berpengaruh untuk #Agus juga One Hundred Years of Solitude; G.G.Marquez,Padamu   Jua; Amir Hamzah
20 Booklovers,tips menulis #Agus jadikan bacaanmu sebagai inspirasi,utak atik jadikan karya baru,itu membiasakan kita mengubah akhir cerita
21 Menjadi BOOklovers menurut #Agus merupakan keajaiban besar karena dapat menjadi jembatan kita pada luasnya dunia
22 Sastra dapat membantu kita jalan-jalan keliling dunia yg luas,terlalu sia-sia hidup kita jika hanya terkungkung di satu tempat saja
23 Membaca itu hal penting menurut #Agus daripada memikirkan hal tidak penting,jadi Booklovers sudah  jadi   bagian orang-orang yg bahagia

Booklovers, demikian Angkringan Buku #LumbungPerjumpaan bersama #AgusRSarjono. Saya, @wiptieta melaporkan. Semoga menginspirasi

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan