-->

Agenda & Donasi Toggle

27 Oktober 2013 | Hari Bersastra Yogya

Studi Pertunjukan Sastra (SPS) mempersembahkan “Hari Bersastra Yogya” dengan jadwal sebagai berikut:

Hari/Tanggal: Ahad, 27 Oktober 2013
Pukul: 08.00 – 23.00 WIB
Tempat: Gedung Societet, Taman Budaya Yogyakarta

Ditunggu kehadirannya. FREE! Acara ini didukung sepenuhnya Radio Buku Mendengarkan Buku Membuka Cakrawala!

2013 10 27_Buku_Hari Bersastra Jogja

 

Studio Pertunjukan Sastra (SPS) atas kerjasama dengan Taman Budaya Yogyakarta dan Pemerintah DIY dan didukung oleh RADIO BUKU mengadakan acara tasyakuran perjalanan dan perjumpaan-perjuampaan kami selama ini.

Usia SPS yang telah masuk tahun ke-13 dan perjalanan Bincang-bincang Sastra (BBS) yang menapak ke edisi 97 alias 8 tahun perjalanan. Semua itu akan dirayakan dengan serangkaian acara yang akan digelar dan dipusatkan di Taman Budaya Yogyakarta pada hari Minggu tanggal 27 Oktober 2013 dari pagi sampai malam hari yakni mulai pukul 08.00 WIB. sampai dengan 23.00 WIB.

Semua kami coba hadirkan, sekali lagi untuk merayakan perjumpaan-perjumpaan yang telah berlalu dan yang kelak akan hadir.

Hari Bersatra Yogya mengahadirkan Lomba Deklamasi piala Hamengku Buwono X yang kini telah digelar kali ke III, juga Lomba Baca Puisi piala Kirdjomuljo SMA/SMK/MA (sederajat) yang sudah di digelar kali ke II, dan yang coba kami rilis adalah Pelatihan Penulians Sastra untuk Guru/Tenaga Pengajar di DIY.

Meskipun sampai tulisan ini dibuat, peserta yang mendaftarkan diri untuk pelatihan penulisan sastra ini masih sangat jauh dari target. Entah karena apa (sedang kami coba baca), yang jelas segenap jalan sudah kami tempuh untuk memberitahu dan mungkin juga merayu para Guru. Lomba Deklamasi tingkat nasional akan tetap mengundang peserta dari penjuru Indonesia dan melibatkan dewan juri pilihan yakni Prayitno Jati dari Solo, Meritz Hindra dari Yogyakarta, dan Dinar Saka dari Yogyakarta.

Sedangkan untuk lomba baca puisi tetap diperuntukkan bagi pelajar tingkat SMA/MA/SMK/ sederajat dengan dewan juri yakni Jusuf A.N. dari Wonosobo, Labibah Zain dari Yogyakarta, dan Budi Nugroho dari yogyakarta yang juga guru Bahasa Indonesia SMA N 1 Yogyakarta.

Sedangkan workshop penulisan untuk para guru akan kami hadirkan pengisi yang juga pilihan yakni penyair Iman Budhi Santosa yang akan mengisi materi puisi. Mustofa W. Hasyim, seorang novelis, penyair juga wartawan yang akan mengisi materi esai.

Adapun untuk penulisan cerpen akan hadir peraih penghargaan Rancage 2013, Krishna Mihardja, yang juga seorang guru matematika.

Dalam acara ini juga akan digelar Bazar Buku Sastra di halaman Gedung Sicietet yang bekerjasama dengan Jualan Buku Sastra-nya Indian Koto.

Malam harinya, akan digelar Malam Penganugerahan Pemenang kepada para pemenang Lomba Deklamasi Nasional dan Lomba Baca Puisi SMA/SMK/MA Jateng-DIY. Dilanjutkan dengan Pertunjukan Sastra menghadirkan Pemenang Lomba Deklamasi Nasional dan Pemenang Lomba Baca Puisi SMA/SMK/MA Jateng-DIY tersebut.

Juga akan tampil oleh Joanna D. Nugra dalam story telling cerpen karya Hari Leo AER. Puncak acara adalah Bincang-bincang Sastra yang mengahadirkan saksi-saksi perjalanan SPS dan BBS.
Direncanakan acara ini dihadiri pula Guru Besar FBS UNY yang juga penyair Prof. Suminto A. Sayuti, Redaktur SKH Kedaulatan Rakyat Jayadi K. Kastari, Sesepuh Sastra Yogya Iman Budhi Santosa, dan penulis/penerjemah Tia Setiadi selaku wakil dari generasi muda.

Dalam acara Bincang-bincang Sastra ini akan diluncurkan buku sederhana tentang Sastra Yogya, SPS, BBS, dan Hari Leo. Buku yang semoga bisa menjadi sedikit sumbangan bagi dunia sastra di Yogyakarta khususnya dan Indonesia umumnya.

Tiga Belas: Catatan Perjalanan Studio Pertunjukan Sastra adalah judul buku yang kami maksudkan tersebut. Sebuah catatan yang berisi tulisan dari beberapa sastrawan, aktivis sastra, akademisi sastra, redaktur sastra di media masa, dan para pencinta sastra. Sebut saja Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, Iman Budhi Santosa, Mustofa W. Hasyim, Ismet N.M. Haris, Rina Chairi, Dyan Anggraini, Jayadi K. Kastari, Hamdy Salad, Joni Ariadinata, Sigit Sugito, Ons Untoro, S. Arimba, Anes Prabu Sadjarwo, Bustan Basir Maras, Arieyoko, Purwadmadi, Indrian Koto, Tia Setiadi, Fitri Merawati, Eva Dwi Kurniawan, dan Ramayda Akmal, serta beberapa anak-anak SPS yakni Murnita D. Kartini, Tubagus Nikmatulloh, Latief S. Nugraha, dan Sukandar.

Serangkaian acara sebagai sebuah doa cinta, doa yang dihimpun dari kesungguhan, kegembiraan dan kesedihan yang berpilin untuk teman, bapak kami, pendiri dan penjaga setia SPS dan BBS, almarhum Hari Leo AER. Hari ini adalah waktu-waktu 100 hari almarhum. (Mas Hari, semoga selalu dalam pelukan Kekasih dan kegembiraan bersama yang Maha Indah).

Merayakan kelahiran sekaligus kematian tentu bukan sesuatu yang bertolak belakang. Kematian dan kelahiran nyaris memberi makna dasar yang sama: soal rasa milik, rasa memiliki.

Jadi ketika hari ini kami menggelar Hari Bersastra Yogya, maka dasarnya adalah upaya untuk tidak merasa memiliki sastra dengan segenap atributnya, apalagi rasa memiliki sastra Yogya dan Yogya itu sendiri.

Tidak sama sekali! Kami gelar acara ini untuk merayakan perjumpaan-perjumpaan sederhana kami dengan begitu banyak sahabat, saudara dan peristiwa. Perjalanan kami belumlah panjang, namun juga tidak bisa kami anggap baru saja. Perjumpaan itu terjadi di tanah istimewa ini, Yogyakarta. Maka hari itu kami hendak merayakan perjumpaan itu, juga ngiras pantes turut mangayubagya hari lahir Yogya dengan tajuk Hari Bersastra Yogya dan Madah Cinta untuk Almarhum Hari Leo AER.
Hari itu adalah hari peneguhan perjumpaan kami dengan semua-muanya dan (mungkin juga) warga Yogya, untuk menikmati dan menghikmati sastra dengan segala bentuknya.

Untuk itulah dengan segenap harap, kami mengundang segenap warga Yogya untuk berkenan hadir, berjumpa dan bertegur sapa di sana.

Semoga acara Hari Bersastra Yogya ini menjadi gelaran untuk merayakan perjumpaan, kelahiran, kematian dan tentu juga untuk Yogyakarta yang baru saja merayakan hari jadinya yang ke 257. Selamat menikmati, selamat merayakan perjumpaan-perjumpaan Anda. Dengan suka cita kami menanti kehadiran Anda.

Tertanda
Sukandar & Latief S. Nugraha (panitia acara)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan