-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Komunitas – Suka Membaca Manokwari | Papua Barat

Komunitas Suka Membaca adalah komunitas literasi yang dibangun dan berkembang di Manokwari, Papua Barat. Komunitas ini diprakarsai David Pasaribu yang sebelumnya sempat menimba ilmu di Universitas Diponegoro semarang dan melanjutkan S2 di Magister Perencanaan Kota dan Daerah Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Setelah mengikuti klub buku goodreads di Jogja, David membawa pulang bukunya untuk akhirnya dikelola dan membuka sekretariat sekaligus rumah baca di rumahnya. Setelah mencoba mengenalkannya pada mahasiswa dan masyarakat, komunitas yang lahir awal tahun 2013 ini mulai berkembang. Dengan fokus pada gerakan literasi di tanah Papua, komunitas ini bergerak menuju masyarakat yang lebih dalam.

Booklovers, inilah perbincangan singkat dengan pendirinya, David Pasaribu, tentang perjalanan komunitas Suka Membaca.

1 @davearga, PNS yang tinggal di Manokwari Papua Barat ini mengenalkan Booklovers pada komunitas Suka Membaca

2 Komunitas Suka Membaca berdiri 20 April 2013,oleh-oleh @davearga kuliah S2 di Jogja setelah ikut goodreads @bacaituseru dan bawa buku

3 Lantas buku yang jumlahnya banyak itu @davearga jadikan awal bentuk Suka Membaca dan mulai promo ke kampus-kampus

4 Sekretariat Suka Membaca berada di rumah @davearga di Bumi Marina, sekaligus menjadi rumah baca yang terbuka

5 Di Manokwari tidak ada toko buku, adanya orang buka lapak jualan buka, sesekali @davearga mencari buku di situ

6 Literasi di Manokwari berkisar seputar jurnalistik. Itulah sebabnya @davearga membangun Suka Membaca

7 Suka Membaca bekerja sama dengan forum TBM Papua Barat mengadakan lomba menulis cerpen tentang bahasa Indonesia papua | @davearga

8 Mengapa bahasa Indonesia logat Papua? Karena Suka Membaca ingin mengeluarkan identitasnya sebagai seorang Papua | @davearga

9 Awalnya Suka Membaca dimulai oleh @davearga sendiri,lalu kemudian mengajak rekan-rekan mahasiswa sastra untuk gerakan ini

10 Harapan @davearga untuk Suka Membaca sendiri tidak terlalu muluk. Yang penting bagaimana kelompok ini terus berkembang

11 Sementara ini @davearga menyasar mahasiswa agar mereka nanti dapat turun untuk pengelolaan TBM di kampung-kampung

12 Dengan Suka Membaca dapat juga mengungkapkan sisi literasi dari kampung-kampung di Papua, tidak hanya membawa budaya dari luar | @davearga

13 Pendanaan untuk Suka Membaca sementara masih dari @davearga sendiri,meskipun ada teman menyarankan untuk mencari sponsor

14 Untuk stok buku, @davearga mendapatkannya dari lapak di Manokwari atau jika ada kegiatan di luar pulau ia sempatkan membeli

15 @davearga secara pribadi sangat berterimakasih pada gerakan Buku Untuk Papua,terutama Jogja atas kiriman bukunya

16 @davearga mengakui buku dulu adalah hiburan; sedang sekarang mainan sudah banyak. Jadi mendorong minat baca jadi lebih susah

17 @davearga sendiri paling kagum dengan komik Tiger Wong dan juga novelnya Arswendo, Aku Cinta Indonesia sangat membuka pikiran

18 @davearga baru sadar kemudian, Arswendo punya cara untuk melawan sistem saat itu dengan cara yang halus, terutama dalam tokohnya

19 Bagi @davearga, buku merupakan teman yang penting, karena ia harus dibaca dulu baru bercerita. Teman yang pasif tapi aktif

20 Yang menarik dari buku untuk @davearga adalah terkadang saat membaca ia tak mengerti maksud cerita, tapi tersadar entah kapan

21 “Tulisan dan buku itu sifatnya abadi, meski Orde Baru menyembunyikannya” – @davearga

22 Booklovers, alamat lengkap Suka Membaca di Manokwari adalah Bumi Marina Asri,BLOK B No 17, dekat Univ Papua (Unipa) | @davearga

23 Atau Booklovers juga bisa hubungi David Pasaribu di hp 085280400953, facebook David Pasaribu, dan juga akun ~> @davearga

Booklovers demikian program komunitas bersama @davearga dari Suka Membaca Manokwari, Papua. Saya @wiptieta melaporkan. Sampai jumpa!

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan