-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Buku Pertamaku – Hasta Indriyana | Cimahi (Jawa Barat)

Hasta Indriyana lahir di Gunungkidul, Yogyakarta, 31 Januari 1977. Buku puisinya berjudul Rumah Kita Penuh Cinta (2004), dan yang segera terbit adalah Di Sebuah Pertemuan.

Saat ini sudah tiga  tahun lebih tidak di Jogja karena sudah menetap di Cimahi Jawa Barat denagn rutinitasnya sebagai penulis sajak dan guru juga dalam berbagai program budaya. Berikut Booklovers perbincangan singkat dengan Hasta Aryana tentang buku dan buku pertamanya.

1. Hasta Indriyana yang bekerja di bidang budaya dan sudah tinggal di Cimahi, dikenal sebagai guru di tempat tertentu

2. pertama kali berkenalan dengan buku saat bersama teman teman sekolah dasar dan membaca komik dari Kho Ping Ho

3. tapi sudah sejak dini Hasta dikenalkan dengan lingkungan buku yang dekat dengan pusat taman bacaan di tempatnya tumbuh

4. beberapa komik Jala dara atau Pandawa yang sudah cukup terkenal di jaman itu sudah dikenal Hasta sejak kecil

5. karena lingkungannya di Wanasari ayng dekat dengan buku, kesan kalau membaca itu menyenangkan tumbuh dalam diri Hasta

6. beberapa tahun berlalu dan seorang teman mengenalkannya dengan buku di perpustakaan sepi dan ditawari kartu anggota

7. karena komik silat tidak ada di perpustakaan, Ibu Sri, ibu penjaga menawarkan buku-buku bergambar tentang ilmu pengetahuan

8. ibu mas Hasta sendiri beruntungnya sangat mengenali kegemaran anaknya tentang buku,jadi dibawakannya banyak buku dari tempat kerja ibunya

9. dari hukuman di sekolah yang keras, Hasta mulai belajar untuk membaca buku yang tidak lagi hanya bergambar tapi juga buku pelajaran

10. SMP masih suka membaca tapi mulai menurun karena tidak ada dukungan dari lingkungan dan malah aktif di kegiatan seni & olahraga sekolah

11. setelah SMA seorang guru mengenalkannya lagi dengan buku dan menyarankan Hasta untuk mengarang, hasilnya juga diapresiasi

12. banyak buku di rumah ibu guru Hasta di mana ia menemukan banyak bacaan baru saat dianjurkan untuk bermain ke rumah gurunya

13. “orang Indonesia buta membaca itu tidak hanya karena tidak belajar tapi juga karena tidak dikenalkan kebiasaan membaca” ujar Hasta

14. buku-buku penemuan yang dibaca Hasta dari kecil justru masih sangat berkesan baginya dibanding dengan buku-buku hari ini

15. Kho Ping Ho untuk Hasta mengajarkan bagaimana menata bahasa dan bagaimana membuat alur hingga bisa membuat pembaca terbawa situasi

16. kedahsyatan bahasa yang dimiliki komik komik Koping Ho dapat menggerakkan sisi kemanusiaan dan membuat Hasta terus terngiang

17. pengaruh buku buku masa kecil untuk Hasta seringnya berkutat pada takaran teknis seperti cara dari suasana yang dibangun dari tulisan

18. Seperti Goenawan Mohamad yang menulis karya dengan langsung melakukan dramatisasi emosi dari awal tulisannya

19. dari penghargaan menulis mading saat sekolah membuat Hasta belajar untuk memberi apresiasi pada setiap kegiatan positif anaknya

20. mulai dari menulis surat kepada kekasihnya saat sekolah, Hasta belajar untuk menulis dari hal-hal yang sederhana baginya

21. hingga akhirnya Hasta tiba pada posisi di mana puisi yang ia tulis dapat memberi semnagat untuk dirinya sendiri saat ini

22. Hasta percaya bahwa puisi yang berkesan itu karena ruh karya itu sendiri, meski tubuh dan ruh puisi tetap tidak dapat dipisahkan

23. ada tips menulis untuk Booklover dari mas Hasta Indriyana, jangan pernah menunda menulis ide yang sudah terpikir dan harus diperjuangkan

Demikian Program Buku Pertamaku bersama Hasta Indriyana. Semoga bermanfaat. Saya @wiptieta melaporkan!

 

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan