-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Angkringan Buku: Mengawini Ibu, Trilogi Sepatu Dahlan, (Khrisna Pabichara) | Bogor

Datang dari Makassar, tepatnya Jeneponto. Mengadu(h) nasib di Jakarta dan kemudian terdampar di Bogor. Penulis cum penyair yang datang dari suramnya masa depan jagat kepenulisannya. Di Program “Buku Pertamaku” Khrisna Pabichara sudah berbicara apa arti perih dan derita. Di Program Angkringan Buku ia berkisah tentang kelahiran sejumlah karyanya yang menurutnya pantas diingat, paling tidak buat dirinya sendiri, seperti Mengawini Ibu: Senarai Kisah (Cerpen) dan Trilogi Sepatu Dahlan.

Banyak cerita di sana, juga sisipan getir dan tentu saja rasa sukanya. Paling tidak Khrisna Pabichara sukses membuktikan dirinya di hadapan mertuanya bahwa dia tak hanya kuat mempersunting putri dari mertuanya namun royalti menulis bisa merenovasi rumah mertuanya.

_MG_0454

1 Di buku #MengawiniIbu, tertulis “Senarai Kisah” dan bukan “Kumpulan Cerpen” karena @1bichara mengerti betul buku cerpen susah lakunya ketimbang buku nama bayi dan yasiin. Lantaran siasat subjudul itu banyak yg mengira #MengawiniIbu adalah novel. Tipuan yg disadari benar kemanfaatannya.

2 #MengawiniIbu terdiri dari 12 cerita. Memotret kehidupan Bugis Makassar. Terutama Toratea, tanah tumpah DARAH @1bichara

3 Buku #MengawiniIbu berisi gugatan @1bichara atas tradisi bestari bangsawan Bugis yg membedakan manusia berdasarkan kasta. Pengalaman cinta pertama si penulis (pernah) tertikam oleh sistem ini.

4 Pacar pertama @1bichara dari etnis Tionghoa. Di tanah TUMPAH darah si penulis, etnis ini tak boleh hidup. Apalagi menjalin cinta. Saat si pacar, Melani Gunawan, dibawa @1bichara ke kampung, hampir semua pasangan mata hendak mengoyak-ngoyak jiwa raga Krisna

5 @1bichara memilih cerita-cerita yang kelam dan tak mengikuti arus besar “akhir bahagia”. Karna luka adalah bagian penting hidup

6 #MengawiniIbu pernah diusulkan utk diterbitkan Provinsi Sulsel karna @1bichara bangga sbg putra daerah. Anggaran cetak 35 juta diajukan, disetujui cuma 3.5 juta. Tentu saja @1bichara menolak “penghinaan” pemerintah daerah itu. Dan mulailah gerilya meminta pertolongan kpd teman mainnya

7 #MengawiniIbu awalnya dijual via media sosial FB. Tiga akun FB yg dikelola @1bichara dimaksimumkan betul. Hasilnya: 6000 eks di bulan pertama

8 Banyak yg protes judul #MengawiniIbu. Juga dari keluarga @1bichara. Karena tak layak bikin judul seperti itu. Buku #MengawiniIbu @1bichara kemudian dikemas ulang menjadi “buku baru” berjudul #GadisPakarena. Ada tambahan dua cerita

9 Penulisan novel #SepatuDahlan @iskan_dahlan gagasannya bukan dari @1bichara. Tapi M Deden Ridwan dari penerbit @NouraBooks. Mula-mula bukan novel, tapi menulis biografi tawaran @NouraBooks. Si penulis @1bichara menawar bagaimana kalau bigrafi ditulis bergaya novel. Deal

10 Siapa tokohnya? Banyak yg ditawarkan @NouraBooks tapi mengerucut pada nama @iskan_dahlan. Penulis @1bichara oke

11 @1bichara pertamakali bertemu @iskan_dahlan subuh hari di Taman Monas Jakarta Pusat. Jadilah penulis/penyair dan narasumber senam pagi bersama. Si penyair bisa juga bangun subuh. Senam lagi! Ya, perkenalan berlangsung sambil senam. @1bichara memperkenalkan dirinya sbg penulis. @iskan_dahlan: “Iya sy ingat nama Anda, tapi sy lupa judul karya Anda!”

12 Novel #SepatuDahlan (SD-SMA @iskan_dahlan) menyampaikan pesan: kemiskinan bukan akhir dari segalanya, tapi mematangkan jiwa seseorang kalau dilewati dengan tepat. Novel #SuratDahlan (semasa @iskan_dahlan jadi mahasiswa, jurnalis hingga pengambialihan Jawa Pos) berkisah tentang keuletan bekerja bahkan dengan modal pas-pasan. Satu lagi #KursiDahlan eh #SenyumDahlan. Sampai rekaman ini dibuat belum selesai

12 Ada salah kaprah posisi novel trilogi #SepatuDahlan, yaitu novel pesanan @iskan_dahlan. @1bichara menampiknya. Dia dibayar penerbit @NouraBooks. Pakai sistem royalti. Jadi, pembacalah yang sesungguhnya membayar keringat @1bichara

13 Riset wawancara yg jadi tulang belulang buku #SepatuDahlan. Terutama @iskan_dahlan dan teman-teman mainnya saat kecil. Di Surabaya, Magetan, Madiun, Ponorogo.

14 Tiga harmal di Surabaya tugas @1bichara mengamati bagaimana cara @iskan_dahlan bicara, berjalan, tertawa, melihat. Sambil wawancara tentu saja!

15 Di rumah @iskan_dahlan-lah @1bichara kemudian tahu Pak DIS membaca novel secara terjadwal: 1 novel 1 bulan. Dari teman2 kecil @iskan_dahlan, barulah @1bichara tahu betapa mengharukan nilai rapor DIS saat SD. Jeblok.

16 Dalam risetnya juga @1bichara bahkan coba jalan kaki dari Kebon Dalam hingga Pesantren Takeran, 6 kilo. Seperti yg dilakukan @iskan_dahlan masa kecil. @iskan_dahlan butuh 49 menit jalan kaki, @1bichara butuh 1 jam 15 menit. @iskan_dahlan tak pakai sepatu, @1bichara pakai sepatu. Penyair kalah kuat!

17 @1bichara juga masuk kebun tebu. Tengah hari. Pakai singlet. Celana pendek. Hanya merasakan bagaimana kulit berkeringat kena sayatan daun tebu seperti @iskan_dahlan

18 Buku #GantiHati @iskan_dahlan bahkan dibaca hingga 18x oleh @1bichara. Ada yg bilang mirip, ya mirip kan sumbernya 1 orang

19 Saat menulis #SepatuDahlan, @1bichara menyewa hotel murah 8 hari di Jakarta Selatan. Sudah kayak #IwanSimatupang saja dia, penulis fav-nya itu

20 Awalnya model tulisan di #SepatuDahlan @1bichara itu seperti cerpen. Terpotong-potong. Baca bab 1 bisa selesai di situ saja. Penerbit yg menolak karena takutnya yg baca cuma sastrawan doang

21 Yang ruwet dari riset #SuratDahlan itu soal bahasa. @1bichara bertanya ke mbah putri dan kakung dlm bahasa Indonesia, jawabannya bahasa Jawa. Penyair pun butuh asisten bahasa! Asisten bahasa @1bichara untuk #SepatuDahlan -> @taufikif), untuk #SuratDahlan -> @wkf2010

22 Tiga bulan pertama #SepatuDahlan @1bichara terjual 42 ribu. Enam bulan sudah 105 ribu eks. Secara ekonomi menggembirakan. Jadilah nasib @1bichara berubah drastis. Dari penulis luar biasa ngenesnya jadi jutawan baru. @1bichara bangun rumah tembok di Bogor sekaligus memberitahu mertuanya bahwa sastrawan bisa diandalkan merenovasi rumah mertua

23 Setiap pembaca yg membeli #SepatuDahlan sekaligus menyumbang gerakan “Sepatu untuk Indonesia” yg dikelola @kickandyhope

Demikian Program Angkringan Buku bersama @1bichara. Sampai jumpa di Program Angkringan Buku berikutnya. Saya Muhidin M Dahlan @warungarsip melaporkan!

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan