-->

Agenda & Donasi Toggle

23-25 Oktober | Indonesia Dramatic Reading Festival 2013 | Yogyakarta

IDRF adalah festival pembacaan naskah lakon Indonesia yang independen dan dirancang untuk berkembang secara organik seturut kebutuhan para penulis naskah lakon di Indonesia. Selain dijalankan berdasar irisan kepentingan berbagai lembaga IDRF juga dijalankan dengan kerja sukarela (voluntary) oleh berbagai pihak yang mendukung.

drama reading

“Membaca dan Menulis Kembali Lakon-Lakon Teater 70-an”

YOGYAKARTA
Auditorium IFI – LIP
Jl. Sagan No.3, Yogyakarta
23, 24, 25 Oktober 2013 pkl. 19.00-21.30
Tiket: Gratis dengan undangan (tersedia di IFI – LIP dan Teater Garasi)

Jadwal pembacaan:

Rabu, 23 Oktober 2013
Yuni (Andri Nur Latief)
Oleh Acapella Mataraman
Malin-Malin (Esha Tegar Putra)
Oleh Panitia Biennale Jogja XII

Kamis, 24 Oktober 2013
ummu dan yang bersembunyi di balik cemburu (Shinta Febriany)
Oleh Asik-Asik Aja Group
Para Agung (Ibed Surgana Yuga)
Oleh Performance Lab

Jumat, 25 Oktober 2013
Wot atawa Jembatan (Yudhistira AN Massardi)
Oleh Teater Tangga
Di Luar 5 Orang Aktor (Afrizal Malna)
Oleh Forum Aktor Yogyakarta

Info: Lusi 0813 9200 9503

Tempat terbatas, segera dapatkan tiketnya.
Sampai bertemu di IDRF!

IDRF 2013 juga diselenggarakan di Jakarta, 3-6 Desember 2013 di Lobby Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki. Nantikan info selanjutnya.

* * *

Indonesia Dramatic Reading Festival (IDRF) adalah festival pembacaan naskah-naskah lakon berbahasa Indonesia sebagai upaya untuk mengenalkan naskah-naskah lakon berbahasa Indonesia kepada publik yang lebih luas. Bisa dikatakan IDRF adalah festival bagi para penulis naskah lakon Indonesia—ajang untuk bertemu, berdiskusi, dan mengenalkan naskah lakon terbarunya. IDRF juga bisa dijadikan jembatan antara penulis nakah dengan sutradara maupun kelompok teater.

Tahun ini penyelenggaraan IDRF memasuki tahun ke empat. Sejak diselenggarakan pertama kalinya di tahun 2010 festival para penulis lakon ini terus mendapatkan dukungan dari banyak pihak: penulis lakon dan kelompok teater dari berbagai kota, penikmat teater, dan lembaga-lembaga yang peduli dengan perkembangan lakon teater Indonesia seperti Lontar Fondation, IFI-LIP, Japan Fondation, dan Yayasan Kelola. Tahun ini IDRF mendapat dukungan dari Program Hibah Karya.

Sedikit berbeda dengan penyelenggaraan IDRF tahun-tahun sebelumnya, kali ini IDRF mengundang sejumlah penulis bukan untuk menulis lakonnya sendiri melainkan menulis kembali lakon-lakon pilihan IDRF. Hasilnya tetap akan sama: lakon-lakon baru yang dibacakan oleh kelompok-kelompok pembaca pilihan IDRF. Lakon-lakon pilihan ini dihasilkan dari sebuah penelitian atas lakon-lakon tahun 1970-1979 yang tersimpan di Bank Naskah Dewan Kesenian Jakarta.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan