-->

Peristiwa Toggle

Surat Hantu – Kepada Yth Bapak Walikota Yogyakarta

YOGYAKARTA – Puluhan orang yang tergabung dalam berbagai komunitas di Jogja melakukan aksi happening art Kartu Pos Untuk Kota : Mimpi Buruk Untuk Haryadi di Kantor Pos Besar Jogja, Jumat (13/9/2013) sore. Sebagaimana dikabarkan web daring harianjogja.com (14 September 2013), aksi itu dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi mereka, yang selama ini belum didengar oleh Walikota. Adapun komunitas peserta aksi di antaranya adalah suporter PSIM, Kota untuk Manusia, Card to Post, seniman Jogja, Arsitek Komunitas Jogja, Komunitas difabel.
“Ini adalah salah satu langkah kami agar suara dan aspirasi kami didengar sama bapak Walikota Jogja,” kata Daliho Kusbirin, koordinator aksi. Selain aksi happening art, tambah dia, pihaknya juga masih memiliki serangkaian acara Festival Seni Mencari Haryadi. Rencananya festival yang terbuka untuk umum itu akan digelar pada Oktober. “Tujuannya mempertanyakan kembali hilangnya peran negara dalam mengatasi persoalan yang ada,” tandasnya.

Aksi itu adalah sebentuk protes masyarakat karena komunikasi yang dibangun sang wali kota dengan warganya kurang akrab. Sementara itu, di beberapa kartu pos lain tertulis keinginan warga supaya Haryadi bisa membenahi fasilitas umum. “Dalam kartu pos ini, saya menulis bahwa Pak Haryadi adalah bapak kami, namun beliau sangat sulit ditemui. Kami berharap, beliau lebih sering turun ke masyarakat,” kata Sujiyanto, seorang warga yang mengirimkan kartu pos buat Haryadi di Yogyakarta, seperti dilansir dari Antara, Jumat (13/9) dan dinukil ulang web daring merdeka.com (14 September 2013).

“Kami sudah berusaha berkomunikasi dengan wali kota. Kami berharap surat kami bisa ditanggapi. Sebagai masyarakat, kami juga menantikan inovasi dari Pak Haryadi untuk warganya,” kata salah satu pemrakarsa aksi kirim kartu pos, Tomo Hendrawan, dari Arsitek Komunitas Jogja.

Asisten II Pemkot Jogja Aman Yuriadijaya bersama Kepala Humas Pemkot Tri Hastono sempat datang ke Kantor Pos Besar Jogja. Tetapi langkah kedua birokrat itu tidak ditanggapi peserta aksi. “Mereka memilih untuk menggunakan jalan mengirimkan ke kantor pos. Padahal saya menawarkan agar bisa kami bawa. Intinya Pemkot terbuka dengan berbagai media untuk menyampaikan aspirasinya,” kata Aman.

Kepala Kantor Pos Besar Jogja, Ahmad Choirul Hadi mengatakan pihaknya telah bertemu dengan peserta aksi dan memastikan kartu pos yang mereka kirimkan akan ditindaklanjuti. “Kami sampaikan, jika surat mereka akan sampai besok,” ucapnya. Demikian kabar dari sejumlah web daring seperti harianjogja.com dan merdeka.com aksi happening art  “Kartu Pos Untuk Kota: Mimpi Buruk Untuk Haryadi” di Kantor Pos Besar Yogyakarta.

2013 09 13_Buku_Yth Bapak Walikota Yogyakarta_Surat HAR (Tempo1)

2013 09 13_Buku_Yth Bapak Walikota Yogyakarta_Surat HAR (Tempo3)

Foto-foto: tempo.co

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan