-->

Peristiwa Toggle

Mungkin Ada Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Perpustakaan UI

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan, sangat terbuka kemungkinannya menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan teknologi informasi di perpustakaan pusat Universitas Indonesia. Pengembangan penyidikan kasus ini terus dilakukan KPK, termasuk memeriksa mantan Rektor Universitas Indonesia Prof Gumilar Rusliwa Somantri.

Seperti dikabarkan Harian Kompas edisi 19 September 2013, KPK baru menetapkan seorang tersangka dalam kasus ini, yakni Wakil Rektor UI Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Administrasi Umum Tafsir Nurchamid. Tafsir diduga menggelembungkan dana pembangunan dan instalasi teknologi informasi (TI) perpustakaan UI. KPK tengah menghitung kerugian negara dalam kasus ini. Anggaran pengadaan instalasi TI perpustakaan UI ini mencapai Rp 21 miliar.

Dugaan bahwa Tafsir melakukan penggelembungan dana dalam proyek tersebut mengindikasikan ada pihak lain yang terlibat dan diuntungkan, yakni perusahaan yang memenangi tender. ”Ini masih dikembangkan kasusnya. Kemungkinannya terbuka ada tersangka lain. Pengembangannya itu akan dilakukan, tapi tergantung bukti yang ditemukan. Bisa ke mana saja, sepanjang pihak lain diduga terlibat dalam kasus yang diusut KPK,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP, di Jakarta, Rabu (18/9).

Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan, KPK memang fokus menyidik Tafsir, tetapi tak menutup kemungkinan mengembangkannya ke pihak lain yang diduga terlibat. ”Yang riil sekarang wakil rektor (tersangka). Kita lihat perkembangannya, jika ada yang lain dan berbasis bukti yang cukup, akan dikembangkan KPK karena pelaku korupsi tidak pernah sendiri,” kata Busyro.

Apalagi, menurut Busyro, karakter dasar kasus korupsi, terutama dalam pengadaan barang, pelakunya selalu tidak sendirian. ”Karakter dasarnya selalu kolektif, tidak tunggal,” ujarnya.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan