-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Angkringan Buku – Tangan Yang Lain (Puisi Tia Setiadi) | Yogyakarta

Tia Setiadi, sastrawan, esais, penerjemah, pengajar sastra. Pekerjaan utamanya saat ini adalah menulis, meski bercita-cita sebagai Kepala Desa. Maklum saja, ia menghabiskan kuliahnya di Fakultas Sosial dan Politik. Perjalanan menulisnya dimulai ketika bergabung dengan sebuah komunitas mahasiswa. Di komunitas itu ia banyak bertemu dengan buku, terutama sekali ia menyenangi karya Goenawan Mohamad dan Afrizal Malna. Melihat puisi yang susah dipahami ia mencoba membuat puisi sendiri yang dapat dipahami setiap orang. Mula-mula puisi itu ditulis untuk beberapa orang. Namun sejak 2006, ia mulai menyeriusi puisi dan kini ia telah melahirkan kumpulan puisinya yang pertama, “Tangan yang Lain”. Kumpulan puisi ini direncanakan 50 puisi, tapi kemudian diseleksi menjadi hanya 21 puisi.

1 #TiaSetiadi sastrawan, esais, penerjemah, pengajar sastra, dan sering menghabiskan waktunya di rumah, menulis

2 Buku #TiaSetiadi yang baru diterbitkan “Tangan yang Lain”. Kini sedang siapkan buku esai Pengarang Indonesia dan Dunia

3 #TiaSetiadi mulai menulis puisi th 2006. Sebelumnya ia banyak menulis hanya untuk orang2 tertentu

4 2006 #TiaSetiadi mulai menghimpun puisi2nya. Terkumpul 21 puisi2 panjang. Di sela nulis puisi, ia nulis esai.

5 Olahraga jadi kegiatan rutin #TiaSetiadi, ini bisa melatihnya untuk selalu prima dalam menulis. Setelahnya membaca

6 Jika sedang menulis #TiaSetiadi tak akan melakukan pekerjaan lain. Menulinya cepat, tp proses membacanya lebih lama

7 ada 3 hal untuk menakar penulis 1) Keterampilan/pertukangan 2) medan ide 3) meletakkan 1&2 dalam konteks koebudayaan

8 Berdasarkan takaran tersebut, bagi #TiaSetiadi, seorang pengarang tidak berhak menilai diri dan karyanya sendiri

9 #TiaSetiadi tak pernah membendung dirinya untuk menulis. Apa yang muncul ia tulis. Entah puisi, esai atau lainnya.

10 Ketika ide yang ada di kepalanya adalah puisi, #TiaSetiadi langsung hentikan semua aktivitas, kerahkan seluruh daya untuk puisi. Baginya puisi paling sukar

11 Dalam menulis, #TiaSetiadi menganggapnya sebagai panggilan. Jika ada pilihan, ia tak akan memilih menulis. Meski begitu ia sungguh2 dlm menulis

12 Mulanya #TiaSetiadi banyak menulis sosial & politik krn didorong oleh komunitas. Diskusi komunitas itu lebih esensial daripada di ruang kuliah

13 Tulisan pertamanya adalah laporan jurnalistik. #TiaSetiadi mengarang sebuah wawancara dengan narasumber imajiner. Tp ia merasa gagal jadi jurnalis

14 Sejak kuliah #TiaSetiadi senang membaca karya2 Gunawan Mohamad dan Afrizal Malna meski tak begitu paham. Dari sana ia menulis puisi yang bisa dipahami

15 Berkat esainya tentang Acep Zamzam Nur, #TiaSetiadi meraih penghargaan dari DKJ th 2007. Ia lebih produktif menulis esai daripada puisi

16 Berkali2 #TiaSetiadi ingin berganti profesi. Mungkin cocok sebagai motivator, tapi ia melirik ingin jadi lurah.

17 Bagi #TiaSetiadi, dunia menulis sangat keras, tp pergaulan terasa sempit. Bahagia saat menulis, tp di luar itu ingin sekali pindah profesi

18 Pengalaman menulis menarik  bagi #TiaSetiadi. Ia merasa selalu ditantang untuk mencipta dunia baru, itulah moment tak terbeli

19 Kalo ada orang yang membeli tulisan, pasti gagal. Ujian terberat penulis adalah kejujuran dan waktu. Jika tidak sungguh akan dilumat waktu

20 #TiaSetiadi ragu terbitkan buku “Tangan yang Lain”. Ia selalu bandingkan karya dg karya2 yang dikaguminya. Maka penulis harus punya filter diri

21 Setiap hari, #TiaSetiadi menemukan hambatan dan tantangan. Tp dengan adanya hambatan akan menjadi kekuatan tersendiri bagi sebuah karya

22 #TiaSetiadi tak pernah berpikir ke mana karyanya dipublikasikan. Begitu ada dorongan menulis, akan ditulis. Seperti dikejar anjing galak

23 Puisi bagi #TiaSetiadi adl penebusan apa yang tidak tercatat dlm buku harian, bahkan sejarah. Puisi itu suara yang berbeda, yang lain

Kumpulan Puisi #TiaSetiadi dapat diperoleh di @jualbukasastra. Mari borong, Booklover.

Booklovers, demikian obrolan bersama #TiaSetiadi. Kami @nonananandut dan @fairuzulmumtaz melaporkan. Semoga menginspirasi

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan