-->

Peristiwa Toggle

Jika Pensiun dari Kursi Presiden, SBY Mau Bikin Buku Sederhana, Populer, dan Tebalnya 500 Halaman

Suatu senja dua pekan lalu di Istana Negara, Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bercerita tentang banyak hal. Antara lain tentang rencananya setelah lepas dari jabatannya sebagai presiden. ”Sering saya membahas ini dengan istri saya. Apa yang akan kami lakukan, antara lain tentang kemungkinan menulis artikel atau buku,” ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akrab disapa SBY.

Tentang buku, SBY, antara lain, mengatakan, tulisannya akan bersifat sederhana, populer, dan tebalnya kira-kira 500 halaman.

Ketika bicara soal rencana menerbitkan buku dan menulis artikel, SBY bicara soal sebuah artikel yang pernah dimuat di harian Kompas pada hari Selasa tanggal 7 Juli tahun 1998.

Judul artikel itu adalah ”Bersatu Mengatasi Krisis”. Artikel tersebut tampaknya dibuat berkaitan dengan situasi Indonesia setelah terjadi kerusuhan Mei 1998 yang berlanjut dengan lengsernya presiden ke-2, Soeharto, dan naiknya BJ Habibie menjadi presiden ke-3.

Di awal artikel itu, SBY menyebutkan sebagai berikut, ”Ketika di musim dingin berakhir tahun 1995 saya berjalan-jalan di daerah perkotaan dan pedesaan Bosnia (pecahan Yugoslavia), saya merasa sedih dan pilu. Sedih menyaksikan puing-puing kehancuran dan bekas kekerasan. Negara yang dulu tampak perkasa di Eropa Timur itu kini terpecah belah dengan segala tragedi kemanusiaannya. Di balik itu, saya bersyukur bahwa negeri tercinta Indonesia terhindar dari cobaan dan malapetaka semacam itu”.

”Indonesia tentu bukan Yugoslavia. Di persada ini tidak tersimpan akar kebencian dan dendam mendalam di antara kita semua. Tetapi, negeri ini tengah mendapat ujian yang mahaberat dan berada dalam titik sejarah yang menentukan. Di tengah krisis nasional yang masih bergejolak, kita bagai diperingatkan untuk tidak melakukan kesalahan besar agar Indonesia tidak mengalami nasib tragis seperti Bosnia dan banyak lagi bangsa yang lain”.
Jangan sia-sia

Gaya menulis SBY adalah bertutur dan cukup puitis serta enak dibaca. Kita lihat cuplikan-cuplikan yang menarik saja. Di akhir artikel itu, SBY mengatakan seperti berikut, ”Sekarang ini, bangsa Indonesia harus benar-benar bersatu untuk bersama-sama mengatasi krisis. Janganlah yang telah kita lakukan di masa lampau sia-sia, termasuk perjuangan para mahasiswa dan segenap komponen bangsa yang telah membangun jalan ke arah reformasi ini. Janganlah reformasi yang kita lakukan ini terhenti, tetapi jangan pula menyimpang. Tanggung jawab, jiwa besar, persatuan, pengorbanan, langkah bersama, dan kerja keras adalah kunci ke arah keberhasilan. (*Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono, MA, adalah Kassospol ABRI)”.

Demikianlah bunyi artikel yang ditulis pada awal Juli 15 tahun silam. Mungkin cuplikan artikel itu bisa buat bahan renungan tentang situasi saat ini. Cari dalam cuplikan itu hal-hal yang bisa dikaitkan dengan masa kini, mungkin ada. Selamat membaca dan mencari artikel aslinya. Demikian diwartakan Harian Kompas 2 Juli 2013.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan