-->

Tokoh Toggle

Ali Minanto | Juara II Pustakawan Berprestasi Nasional

Pegawai Perpustakaan Jurusan Politik dan Pemerintahan (JPP) Fisipol UGM, Ali Munanto keluar sebagai Pemenang II Pustakawan Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2013 yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia belum lama ini di Jakarta. Meraih prestasi juara II Tingkat Nasional, bagi Ali Minanto bukan perjalanan yang mudah.

Semua ia lalui tahap demi tahap, diawali sebagai pemenang 1 “Pemilihan Pustakawan Berprestasi bagi Pustakawan Universitas Gadjah Mada tahun 2013. Keberhasilan meraih juara 1 tersebut, membuka kesempatan baginya untuk mengikuti seleksi level berikutnya berhadapan dengan pustakawan-pustakawan terbaik UGM. “Kemenangan yang kedua inilah yang membawa saya maju mengikuti seleksi Diktendik Berprestasi tahun 2013”, ujar Ali Minanto di Perpustakaan UGM, Kamis (11/7), sebagaimana dikabarkan situs daring ugm.ac.id 11 Juli 2013.

Ali Minanto mengaku senang dengan raihan prestasi ini, karena pertama kali mengikuti langsung menjadi pemenang kedua. Semua penilaian berdasar pemberkasan rekam jejak pekerjaan selama tiga tahun, inovasi dan keunggulan yang dimiliki masing-masing peserta. “Ya tentu senang, rekam jejak pekerjaan saya sejak tahun 2010, 2011 dan 2012 dinilai. Tidak hanya itu inovasi dan keunggulan juga, mungkin karena tulisan-tulisan saya banyak, di beberapa jurnal dan tidak melulu tulisan bertema perpustakaan,” akunya.

Saat pemilihan Diktendik Berprestasi tingkat nasional 2013, Ali Minanto berkompetisi dengan pustakawan dari sebelas Universitas dan tiga politeknik. Mereka berasal dari Universitas Sumatera Utara, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Mataram, Universitas Pendidikan Ganesha, Polteknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Medan, dan Politeknik Negeri Bali.

“Seluruh finalis ada lima belas. Semua adalah insan berprestasi terpilih dalam seleksi tahap pertama (desk evaluation), dan berhak mengikuti seleksi tahap kedua berupa berupa presentasi karya unggulan di Jakarta”, ungkap Ali Minanto, pria kelahiran Pemalang, Jateng 10 Maret 1980.

Saat berlomba di Jakarta, Ali mempresentasikan karya unggulan “Menggagas Ruang Ketiga: Perpustakaan sebagai Akselerator Transformasi Pengetahuan”. Sebuah gagasan menawarkan revitalisasi sebuah perpustakaan sebagai ruang publik, penyedia informasi, dan membangun active database guna mendorong demokrasi informasi.

Sebagai Information Knowledge Center (IKC), menurut Ali perpustakaan mestinya bersinergi dengan akademik, riset, dan publikasi dalam menjalankan fungsinya. Ide tersebut saat ini tengah dalam pengerjaan Tim Information Knowledge Center di Jurusan Politik Pemerintahan FISIPOL UGM.

“Untuk mewujudkan konsep tersebut tentu diperlukan dukungan secara struktural, regulasi, birokrasi, teknis mekanis dan kultural berupa budaya jejaring, inovasi, kolaborasi, dan perlakuan atas database. Jika permasalahan tersebut dapat diatasi satu persatu, tentu revitalisasi inipun segera mewujud”, kata Ali, alumni Diploma 3 Ilmu Perpustakaan UGM dan S2 Kajian Budaya dan Media UGM ini.

Berbagai inovasi pun ia lakukan, diantaranya menggagas dan mengaplikasikan perpustakaan bukan hanya sebagai ruang baca. Perpustakaan bisa pula menjadi forum diskusi, Movie Club dan Knowledge Center. “Knowledge Center inilah yang merupakan aliran sinergis perpustakaan, bagian riset, akademik dan unit publikasi, dan melalui Forum Diskusi Titik Koma yang kami dirikan telah berlangsung beberapa diskusi dalam tema yang bermacam-macam”, imbuhnya.

Ali Minanto menilai UGM memiliki cukup banyak kader untuk berprestasi. Untuk itu, berbagai pemilihan atau seleksi lomba bisa dipersiapkan jauh-jauh hari. “Seperti kemarin ini terbilang singkat,  Bulan Maret seleksi tingkat UGM, Bulan Mei  dan Juni seleksi di Dikti dan di Bulan Juli tingkat nasional. Saya yakin UGM bisa mendeteksi karyawan-karyawannya untuk dipersiapkan mengikuti kompetisi semacam ini, sehingga prestasi yang diraih jauh lebih baik,’ tambahnya.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan