-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Katalog Seni – Agus Baqul Purnomo | Yogyakarta

Namanya Agus “Baqul” Purnomo. Nama tengah Baqul diambil dari panggilan teman-teman semasa kuliah di ISI, Yogyakarta. Baqul bercerita bagaimana ia pertama kali bertemu dengan seni rupa dan buku. Juga buku berbentuk kertas yang sudah beralih ke versi internet. Baqul sudah beberapa kali mengadakan pameran tunggal. Lukisannya terkait angka-angka dan juga kaligrafi.

Baqul juga bercerita mengenai pengalaman pribadinya yang membuat karyanya sangat berkaitan dengan angka-angka.

Di program Katalog Seni, Baqul bercerita tentang buku-buku yang berpengaruh baginya. Apa saja buku-buku itu? Bagaimana juga perjumpaannya dengan seni rupa dan buku? Yuk! Kita dengarkan di radiobuku.com

#23Tweets | Katalog Seni – Baqul | Yogyakarta

1 Namanya Agus Baqul Purnomo, 9 tahun belajar di ISI #Jogja ambil seni rupa murni, seni lukis. Melukis sampai sekarang dan semoga sampai tua

2 Dipanggil #Baqul karena waktu kuliah ia sering menjual barang-barang ketika tidak punya uang. Dia merasa cocok, lalu dijadikan nama tengah

3 Bagi #Baqul sekarang buku tergantikan buku versi internet. Karena berkembang dunia online dan internet, apa-apa bisa dicari di internet

4 #Baqul banyak baca buku versi internet. Meski tempatnya didunia maya, ttp bisa disebut buku, kan? Sampai skrg baca buku sejarah&politik

5 #Baqul lebih dl ktmu seni rupa drpd buku. Th 1991, waktu SMP di Sukorejo, #Kendal, ia bikin organisasi senirupa, namanya Sanggar Eksentrik

6 Pameran pertama Sanggar Eksentrik adl Kucariku, Aku Mencari Aku. Sgt brkesan krn dr desa, jauh dr riuh rendah dunia seni rupa spt #Jogja

7 “Kita berjuang bangun komunitas yg masyarakatnya cuek, krn senirupa kurang menarik perhatian, mrk lebih tertarik dg band & dangdut” #Baqul

8 Selama ini #Baqul tahu dunia seni rupa dari aktif mengkliping koran, dari buku-buku katalog teman yang sudah kuliah di #Jogja

9 Dulu #Baqul koleksi majalah #Intisari. Beberapa hlmn jelaskan biografi seniman, ia kliping dan dijadikan buku. sampai skrg bukunya ada

10 Pameran tunggal prtama #Baqul terselenggara di #GelaranBudaya #Jogja th 2001, judul Ruang tanpa Ruang. Saat itu ditawari @rainrosidi

11 Dulu katakan ‘ya’ tak semudah skrg. Faktor dana & krg percaya diri. Stlh pameran, #Baqul percaya jika punya niat/keinginan pasti ada jln

12 #Baqul lukis aksara angka2 berawal dari pengalaman pribadi saat ia & istri ke carefour, niatnya biar murah, ternyata sampai rumah di nota dobel

13 #Baqul bnr2 syok, krn cuma punya uang itu. Malamnya ia lihat kanvas, spt org stress melukis angka2, krn bagus jadi diteruskan sampai skrg

14 “Angka pada dasarnya dalam senirupa bisa disebut menulis, saya bisa dikatakan menulis di kanvas atau kaligrafi angka” kata #Baqul

15 Akhirnya, sekarang #Baqul menulis kaligrafi angka, huruf-huruf latin, kecaman, atau puji-pujian. Belum lama ini jg menulis kaligrafi arab

16 Dua kali pameran kaligrafi arab: Iqra! & UniVerse(s) th 2011 di #KualaLumpur. #Baqul banyak baca Al Quran krn berhubungan dg kaligrafi

17 Pada dasarnya, meski #Baqul baca buku politik, hukum, dsb tapi lukisannya bertemakan alam, begitupun lukisan arabnya, masih bertema alam

18 #Baqul tertarik dg alam. Alam bs dikatakan sesuatu yg susah diduga. Meski ada ilmu utk kenali tanda2 gempa, tp tak bisa perkirakan pasti

19 Alam itu serius. Tampakkan keindahan, tahu2 tsunami, tahu2 indah, tahu2 banjir. Alam tak lepas dr makhluk hidup, sebab #Baqul ambil alam

20 “Membaca arti sesugguhnya adl membaca. Tapi, sekarang membaca tak hanya membaca buku&teks. Lebih ke membaca alam, tanda2, situasi” #Baqul

21 Buku yg pengaruh bagi #Baqul adl buku Bung Karno, karya #CindyAdam, saat baca ia spt baca komik. Sekarang sdg belajar Al-Quran & hadist

22 Harapan #Baqul: senirupa indonesia & dunia brjalan normal. Dlm arti masih ada pertentangan kesenian, kontroversi, pasar seni, wacana dsb

23 “Semua masih berkecamuk sampai besok. Jadi, jangan sampai berhenti. Lancar dlm arti semestinya sebagaimana kesenian itu berlaku” #Baqul

Demikian #23Tweets obrolan #KatalogSeni bersama #Baqul. Saya, Chusna Rizqati, melaporkan. Sampai jumpa pada kisah yang lain

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan