-->

Peristiwa Toggle

Di Penjara, Miranda Swaray Goeltom Fokus Menulis Buku

TANGERANG — Terpidana kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Swaray Goeltom, tiba di Lapas Wanita Tangerang. Mulai hari ini, Rabu 15 Mei 2013, Miranda dipindah dari rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani masa hukuman ke lembaga pemasyarakatan (LP).

Saat tiba di lapas, didampingi tim pengacara dan KPK, Miranda menebar senyum. Rambutnya yang berwarna ungu cerah ditata rapi. Dia tampak menenteng tas hitam wanita, dengan menggunakan sandal jepit berwarna hijau. Miranda pun menyapa semua pewarta yang menunggunya sejak lama saat turun dari mobil tahanan KPK. Demikian diwartakan situs daring viva.co.id 15 Mei 2013

“Saya sehat,” ujarnya.

Miranda mengaku bahwa saat ini dia lebih legowo menghadapi kasus yang menjeratnya dan menjalani hukuman. Dia akan mengikuti semua tahapan hukum sesuai prosedur.¬† “Saya akan ikuti saja apa aturannya. Pokoknya saya mengikuti,” katanya.

Daripada memikirkan kasusnya, Miranda mengaku lebih baik mencurahkan perhatiannya untuk menulis buku. “Saya tetap menulis buku, judulnya From Crisis to Crisis.”

Menurut Miranda, buku tersebut menceritakan karirnya yang menjabat sebagai Deputi Gubernur saat krisis moneter tahun 1997, dan selesai saat krisis 2009. Miranda pun berjanji, akan membagi buku tersebut kepada media.

“Nanti anda semua akan saya beri,” tuturnya. Setelah menyapa media, Miranda pun langsung masuk ke LP Wanita.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, Miranda akan dipindahkan dari Rutan KPK ke LP Pondok Bambu. Namun jika LP Pondok Bambu penuh, mantan Deputi Gubernur Senior BI itu akan dipindahkan ke LP Tangerang.

Miranda divonis tiga tahun penjara ditambah denda Rp100 juta oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Majeli hakim menilai, Miranda terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan cara menyuap anggota DPR periode 1999-2004 untuk memuluskan langkahnya menjadi Deputi Gubernur Senior BI.

Kasus ini menyeret banyak nama anggota DPR periode 1999-2004, khususnya Komisi IX, ke meja hijau.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan